Rabu, 07/03/2012 06:38 WIB

Pembebasan Bersyarat Bagi Pelaku Kejahatan Serius Perlu Diperketat

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Pembebasyan bersyarat (PB) adalah hak setiap narapidana untuk bisa terbebas dari tahanan dengan syarat utama yakni tidak akan melakukan kejahatan lagi. Namun, bagi dua terpidana Anwar Syarifudin alias dan Muhammad Ibrahim alias Ayib, justru menyalahgunakan PB tersebut. Terlalu mudahnya pemberian PB ini menjadikan para terdakwa tidak jera dan cenderung melakukan kembali tindak kejahatannya.

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengatakan, dalam pengurusan PB perlu penambahan syarat yang tidak mudah. Adapun, syarat pembeerian PB itu yakni sudah menjalani 2/3 masa hukuman, tidak akan melakukan tindakan kejahatan dan lolos dari wawancara.

"Itu sebetulnya hak. Tapi dalam pengurusan haknya itu jangan terlalu mudah. Sebetulnya kalau instrumen yang tiga itu hanya formalitas, sebaiknya ditambah. Pelaku kejahatan serius seperti pembunuh, perampok, sebaiknya dilakukan assesment psikologis gara benar-benar dia siap ketika keluar," jelas Adrianus saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/3/2012).

Adrianus mengatakan, tidak ada yang salah dalam pemberian PB terhadap seorang terpidana. Seorang narapidana yang mendapatkan PB, tentu harus siap dengan persyaratan tersebut."Ini lebih kepada individunya. Pemberian pembebasan bersyarat itu adalah hak setiap narapidana," katanya

Narapidana yang mendapatkan PB, harus siap dengan segala konsekuensinya bila menyalahgunakan PB tersebut. "Kalau dia melakukan kembali tindak kejahatan, maka dia akan terkena akumulasi hukuman," imbuhnya.

Tersangka kasus perampokan toko emas di Ciputat, tangerang Selatan, Ayib dan Wongso adalah residivis yang mendapatkan pembebasan bersyarat semasa menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP). Ayib menjalani tahanan di LP Nusakambangan atas kasus perampokan mobil pengangkut uang, PT Armorindo Arfa di Cawang pada tahun 2006 silam. Setelah tertangkap, Ayib kemudian dijatuhi vonis 9 tahun 5 bulan penjara. Namun, setelah 5 tahun menjalani tahanan, tepatnya 11 Desember 2011, Ayib bebas setelah mendapatkan PB.

Sementara tersangka Wongso menjalani penahanan di LP Martapura, Palembang pada tahun 2008 silam. Ia divonis hukuman 2,5 tahun. Namun, ia keluar setelah permohonan PB-nya dikabulkan.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%