Tokyo Bakal Diguncang Gempa Dahsyat Dalam 4 Tahun Ini
Senin, 05/03/2012 15:59 WIB
Ilustrasi (AFP)
Tokyo,
Jepang diluluh-lantakkan gempa bumi dahsyat setahun silam. Kini, para ilmuwan Jepang mengeluarkan peringatan yang sangat mengerikan! Diingatkan bahwa Tokyo bisa diguncang gempa berkekuatan besar yang akan menewaskan ribuan orang dan menimbulkan kerusakan tak terkira.
Wilayah Tokyo dan sekitarnya telah mengalami aktivitas tektonik yang meningkat tiga kali lipat sejak gempa berkekuatan 9 Skala Richter pada Maret 2011 lalu. Sejak gempa yang diikuti tsunami mematikan itu, setiap hari rata-rata hampir 1,5 gempa tercatat di Tokyo dan sekitarnya. Tokyo dan sekitarnya yang dihuni sekitar 35 juta jiwa merupakan salah satu tempat paling padat penduduknya di dunia.
Institut Riset Gempa Bumi Tokyo menyatakan, ibukota Jepang yang berada di persimpangan empat lempeng tektonik itu, memiliki 50 persen peluang mengalami gempa dahsyat (berkekuatan di atas 7 SR) dalam 4 tahun ini.
Hasil simulasi yang dilakukan badan tersebut memperkirakan, jika gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di bagian utara Tokyo Bay pada malam hari, sekitar 6.400 orang akan meninggal dengan 160 ribu orang luka-luka.
Sekitar 471.000 rumah dan bangunan akan hancur akibat gempa tersebut. Jutaan orang tak akan bisa kembali ke rumah mereka dan tempat-tempat penampungan akan kelebihan orang. Lebih dari satu juta rumah tangga akan mengalami pemadaman listrik, air dan telepon selama beberapa hari.
Secara ekonomi, gempa itu akan menyebabkan kerugian luar biasa hingga US$ 1,45 triliun atau sekitar sepertiga PDB Jepang.
"Kita harus siap untuk gempa yang akan terjadi itu," kata Asahiko Taira, direktur eksekutif Badan Sains Laut-Bumi dan Teknologi Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/3/2012).
Meski sangat sulit untuk memprediksi kapan persisnya gempa tersebut akan mengguncang, namun strategi harus dilakukan untuk meminimalisir dampak.
"Sangat sulit untuk memprediksi kapan persisnya gempa akan menerjang, namun kita bisa memahami apa yang mungkin terjadi dan dari situ kita bisa mengembangkan strategi untuk meminimalisir konsekuensi," tutur Taira.
Jepang pernah dilanda gempa dahsyat yang disebut 'Gempa Kanto' pada tahun 1923 silam. Menurut badan Survei Geologi AS, gempa 7,9 SR tersebut merenggut sekitar 142.800 nyawa.
(ita/nrl)
Wilayah Tokyo dan sekitarnya telah mengalami aktivitas tektonik yang meningkat tiga kali lipat sejak gempa berkekuatan 9 Skala Richter pada Maret 2011 lalu. Sejak gempa yang diikuti tsunami mematikan itu, setiap hari rata-rata hampir 1,5 gempa tercatat di Tokyo dan sekitarnya. Tokyo dan sekitarnya yang dihuni sekitar 35 juta jiwa merupakan salah satu tempat paling padat penduduknya di dunia.
Institut Riset Gempa Bumi Tokyo menyatakan, ibukota Jepang yang berada di persimpangan empat lempeng tektonik itu, memiliki 50 persen peluang mengalami gempa dahsyat (berkekuatan di atas 7 SR) dalam 4 tahun ini.
Hasil simulasi yang dilakukan badan tersebut memperkirakan, jika gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di bagian utara Tokyo Bay pada malam hari, sekitar 6.400 orang akan meninggal dengan 160 ribu orang luka-luka.
Sekitar 471.000 rumah dan bangunan akan hancur akibat gempa tersebut. Jutaan orang tak akan bisa kembali ke rumah mereka dan tempat-tempat penampungan akan kelebihan orang. Lebih dari satu juta rumah tangga akan mengalami pemadaman listrik, air dan telepon selama beberapa hari.
Secara ekonomi, gempa itu akan menyebabkan kerugian luar biasa hingga US$ 1,45 triliun atau sekitar sepertiga PDB Jepang.
"Kita harus siap untuk gempa yang akan terjadi itu," kata Asahiko Taira, direktur eksekutif Badan Sains Laut-Bumi dan Teknologi Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/3/2012).
Meski sangat sulit untuk memprediksi kapan persisnya gempa tersebut akan mengguncang, namun strategi harus dilakukan untuk meminimalisir dampak.
"Sangat sulit untuk memprediksi kapan persisnya gempa akan menerjang, namun kita bisa memahami apa yang mungkin terjadi dan dari situ kita bisa mengembangkan strategi untuk meminimalisir konsekuensi," tutur Taira.
Jepang pernah dilanda gempa dahsyat yang disebut 'Gempa Kanto' pada tahun 1923 silam. Menurut badan Survei Geologi AS, gempa 7,9 SR tersebut merenggut sekitar 142.800 nyawa.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:05 WIB
Darah Mendiang Presiden Ronald Reagan Dilelang, Yayasan Mengecam
-
Selasa, 22/05/2012 14:03 WIB
Tak Cabul, Lady Gaga Diizinkan Gelar Konser Hari Kedua di Filipina
-
Selasa, 22/05/2012 11:52 WIB
Kereta Penumpang Tabrak Kereta Barang di India, 15 Orang Tewas
-
Selasa, 22/05/2012 11:11 WIB
Diberi Wejangan, Ibu Negara Prancis Kagumi Sosok Michelle Obama
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 14:39 WIB
Ibu Pramugari Sky Makin Histeris Setelah Lihat Jasad Anggraeni di RS Polri
-
Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB
JK: Lady Gaga Sedikit Aneh Juga!
-
Selasa, 22/05/2012 14:50 WIB
Pakar IT Abimanyu dan Ruby Alamsyah Jelaskan Video Porno di BK
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
