Perampok WN Korea Sewa Apartemen Somerset Rp 1,4 Juta Sehari
Senin, 05/03/2012 15:36 WIB
Jakarta
Seorang pria berkewarganegaraan Korea, Kim Seong Rok dirampok empat pria di Apartemen Somerset, Kuningan, Jakarta Selatan. Para pelaku menyewa unit di apartemen itu untuk satu hari.
Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
"Dia menyewa kamar tersebut sebesar Rp 1,4 juta," ujar Herry kepada detikcom, Senin (5/3/2012).
Informasi dihimpun, hal ini terungkap dari rekaman CCTV (circuit closed television) apartemen pada Jumat, 2 Februari 2012. Seorang pelaku terekam mendatangi apartemen itu.
Peristiwa perampokan itu terjadi pada Jumat (2/3) malam di kamar 0221 Apartemen Somerset, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu, korban diundang oleh salah satu pelaku ke kamar tersebut. Korban sendiri sudah mengenal salah satu pelaku selama 10 tahun.
Sebelumnya, korban dengan salah satu pelaku sempat bertemu di sebuah restoran di kawasan Bogor pada pertengahan Februari 2012 lalu. Saat itu, mereka membicarakan perjanjian utang-piutang.
Korban bermaksud meminjam uang sebesar Rp 2 miliar kepada pelaku. Pelaku kemudian menyepakatinya, dengan syarat korban membayar Rp 200 juta lebih dulu sebagai uang muka. Pelaku juga sempat mensurvey pabrik korban di Cikupa, Tangerang. Saat itu, korban dijanjikan akan diutangi separuhnya, yakni Rp 1 miliar dulu.
Hingga kemudian pada Jumat 2 Februari 2012 sekitar pukul 11.00 WIB, korban datang ke lokasi dengan ditemani dua orang wanita yang merupakan stafnya. Saat tiba di lobi apartemen, salah satu pelaku-yang merupakan teman dekat korban-menjemputnya.
Melihat korban ditemani dua orang perempuan, pelaku kemudian menyuruh korban untuk pulang dan kembali lagi pukul 18.00 WIB. Menjelang pukul 18.30 WIB, korban pun kembali ke apartemen tersebut seorang diri.
Korban kemudian naik ke kamar apartemen ditemani seorang pelaku yang merupakan teman dekatnya itu. Setibanya di dalam ruang tamu unit apartemen, korban kemudian disuruh meneken perjanjian pembayaran uang muka Rp 200 juta.
Namun kemudian korban menolak karena pelaku belum menunjukkan uang Rp 1 miliar yang dijanjikan oleh pelaku. Pelaku kemudian berpura-pura menunjukkan uang Rp 1 miliar.
Namun, saat masuk ke dalam kamar, korban kemudian disergap oleh seorang pelaku lain yang tidak dikenal. Korban kemudian diikat. Para pelaku kemudian mengambil uang korban.
(mei/gun)
Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
"Dia menyewa kamar tersebut sebesar Rp 1,4 juta," ujar Herry kepada detikcom, Senin (5/3/2012).
Informasi dihimpun, hal ini terungkap dari rekaman CCTV (circuit closed television) apartemen pada Jumat, 2 Februari 2012. Seorang pelaku terekam mendatangi apartemen itu.
Peristiwa perampokan itu terjadi pada Jumat (2/3) malam di kamar 0221 Apartemen Somerset, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu, korban diundang oleh salah satu pelaku ke kamar tersebut. Korban sendiri sudah mengenal salah satu pelaku selama 10 tahun.
Sebelumnya, korban dengan salah satu pelaku sempat bertemu di sebuah restoran di kawasan Bogor pada pertengahan Februari 2012 lalu. Saat itu, mereka membicarakan perjanjian utang-piutang.
Korban bermaksud meminjam uang sebesar Rp 2 miliar kepada pelaku. Pelaku kemudian menyepakatinya, dengan syarat korban membayar Rp 200 juta lebih dulu sebagai uang muka. Pelaku juga sempat mensurvey pabrik korban di Cikupa, Tangerang. Saat itu, korban dijanjikan akan diutangi separuhnya, yakni Rp 1 miliar dulu.
Hingga kemudian pada Jumat 2 Februari 2012 sekitar pukul 11.00 WIB, korban datang ke lokasi dengan ditemani dua orang wanita yang merupakan stafnya. Saat tiba di lobi apartemen, salah satu pelaku-yang merupakan teman dekat korban-menjemputnya.
Melihat korban ditemani dua orang perempuan, pelaku kemudian menyuruh korban untuk pulang dan kembali lagi pukul 18.00 WIB. Menjelang pukul 18.30 WIB, korban pun kembali ke apartemen tersebut seorang diri.
Korban kemudian naik ke kamar apartemen ditemani seorang pelaku yang merupakan teman dekatnya itu. Setibanya di dalam ruang tamu unit apartemen, korban kemudian disuruh meneken perjanjian pembayaran uang muka Rp 200 juta.
Namun kemudian korban menolak karena pelaku belum menunjukkan uang Rp 1 miliar yang dijanjikan oleh pelaku. Pelaku kemudian berpura-pura menunjukkan uang Rp 1 miliar.
Namun, saat masuk ke dalam kamar, korban kemudian disergap oleh seorang pelaku lain yang tidak dikenal. Korban kemudian diikat. Para pelaku kemudian mengambil uang korban.
(mei/gun)
Baca Juga
- Polisi Dalami Motif Perampokan WN Korea di Apartemen Somerset
- Perantara Penjual 10 Kg Emas Hasil Perampokan di Ciputat Tertangkap
- Mobil Tabrak Tembok, Perampok Ditangkap di Kemang
- Kebagian Hasil Perampokan Toko Emas, Pengacara Pelaku Ikut Ditangkap
- Perampok Toko Emas di Ciputat adalah Penerima Pembebasan Bersyarat
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 22:17 WIB
Dibacok Siswa SMK Budi Utomo, Seorang Pelajar di Depok Kritis
-
Rabu, 23/05/2012 22:10 WIB
Terima Penghargaan Portugal, Alwi Shihab: Gus Dur yang Pantas Menerimanya
-
Rabu, 23/05/2012 21:48 WIB
Nazar Minta KPK Fokus Usut Peranan Andi Mallarangeng di Hambalang
-
Rabu, 23/05/2012 21:31 WIB
Alwi Shihab: Konser Lady Gaga Cukup Disesuaikan dengan Budaya Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 21:20 WIB
Nazar Dicecar KPK Soal Kalender Anas dari Proyek Universitas
-
Rabu, 23/05/2012 20:39 WIB
Repot Urus Pesawat, Keluarga Pramugari Sky Pilih Ambulans ke Lampung
-
Rabu, 23/05/2012 21:09 WIB
Anggota Komisi III DPR Kecewa Gories Mere Lebih Pilih ke Las Vegas
-
Rabu, 23/05/2012 20:19 WIB
Kisah Tim DVI Sukhoi, dari Pulang Malam hingga Menginap di Kamar Mayat
-
Rabu, 23/05/2012 19:50 WIB
MA Setujui Grasi Karena Corby Sering Sakit-sakitan
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
