Rapat Pansus RUU Kamnas Agendakan Pemilihan Ketua
Senin, 05/03/2012 15:29 WIB
Jakarta

Panitia Khusus RUU Keamanan Nasional (Kamnas) mengadakan rapat perdana, Senin (5/3) siang ini di Ruang Rapat Pansus C, Gedung Nusantara III, dengan agenda pemilihan ketua Pansus. Ada empat calon ketua, yakni Trimedya Pandjaitan (F-PDIP), Benny K Harman (F-PD), Agus Gumiwang Kartasasmita (F-PG), dan Hidayat Nur Wahid (F-PKS).
Menurut Anggota Pansus RUU Kamnas dari F-PAN Muhammad Najib, sampai saat ini pimpinan Komisi I, II, dan III dan pimpinan DPR sedang mengadakan lobi terkait siapa yang akan menjadi ketua Pansus RUU Kamnas. Saat ini sudah empat nama yang direkomendasikan sebagai calon ketua Pansus.
"Ada empat nama yang sudah direkomendasikan yaitu Trimedya Pandjaitan (F-PDIP) dari Komisi III, Pak Benny K Harman (F-PD) dari Komisi III, Agus Gumiwang Kartasasmita (F-PG) dari Komisi I, dan Hidayat Nur Wahid (F-PKS) dari Komisi I. Jadi ada empat orang. Dua orang dari Komisi III dan dua orang dari Komisi I. Harapan kita ketua hari ini sudah bisa diputuskan," ujar Muhammad Najib di Ruang Rapat Pansus C, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Senin (5/3).
Agenda rapat Pansus RUU Keamanan Nasional siang ini hanya memilih ketua pansus. Setelah pimpinan baru definitif terpilih, pimpinan Pansus ini yang akan memimpin dan membahas agenda-agenda terkait RUU Kamnas ini. "Jadi isu kita saat ini belum masuk substansi atau isi," ujar politisi PAN ini.
Pansus RUU Kamnas ini melanjutkan dan sekaligus menyempurnakan apa-apa yang sudah dibahas dan dihadapi oleh Panja RUU Kamnas di Komisi I. Karena Pansus akan melibatkan beberapa komisi, yakni Komisi I, II, dan III, diharapkan Pansus ini menjadi jembatan untuk mewakili berbagai aspirasi termasuk kekhawatiran institusi-institusi tertentu.
"DPR dalam kapasitas lebih luas yang diwakili oleh tiga komisi bisa menjadi mediator kekhawatiran rakyat dan kepentinga pemerintah, sehingga RUU Kamnas bisa lebih komprehensif," ujar Najib.
Berdasarkan hasil pembahasan di Panja Komisi I, ada beberapa isu kontroversial baik di antara Polri dan TNI, Pemerintah dan rakyat yang masih berbeda pendapat. "Masyarakat mencurigai bahwa dengan RUU Kamnas ini seolah-olah pola lama Orde baru dimunculkan kembali dimana peran TNI/Polri akan semakin besar dalam berbagai kebijakan publik dengan memakai payung RUU Kamnas."
(nwk/nwk)
Panitia Khusus RUU Keamanan Nasional (Kamnas) mengadakan rapat perdana, Senin (5/3) siang ini di Ruang Rapat Pansus C, Gedung Nusantara III, dengan agenda pemilihan ketua Pansus. Ada empat calon ketua, yakni Trimedya Pandjaitan (F-PDIP), Benny K Harman (F-PD), Agus Gumiwang Kartasasmita (F-PG), dan Hidayat Nur Wahid (F-PKS).
Menurut Anggota Pansus RUU Kamnas dari F-PAN Muhammad Najib, sampai saat ini pimpinan Komisi I, II, dan III dan pimpinan DPR sedang mengadakan lobi terkait siapa yang akan menjadi ketua Pansus RUU Kamnas. Saat ini sudah empat nama yang direkomendasikan sebagai calon ketua Pansus.
"Ada empat nama yang sudah direkomendasikan yaitu Trimedya Pandjaitan (F-PDIP) dari Komisi III, Pak Benny K Harman (F-PD) dari Komisi III, Agus Gumiwang Kartasasmita (F-PG) dari Komisi I, dan Hidayat Nur Wahid (F-PKS) dari Komisi I. Jadi ada empat orang. Dua orang dari Komisi III dan dua orang dari Komisi I. Harapan kita ketua hari ini sudah bisa diputuskan," ujar Muhammad Najib di Ruang Rapat Pansus C, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Senin (5/3).
Agenda rapat Pansus RUU Keamanan Nasional siang ini hanya memilih ketua pansus. Setelah pimpinan baru definitif terpilih, pimpinan Pansus ini yang akan memimpin dan membahas agenda-agenda terkait RUU Kamnas ini. "Jadi isu kita saat ini belum masuk substansi atau isi," ujar politisi PAN ini.
Pansus RUU Kamnas ini melanjutkan dan sekaligus menyempurnakan apa-apa yang sudah dibahas dan dihadapi oleh Panja RUU Kamnas di Komisi I. Karena Pansus akan melibatkan beberapa komisi, yakni Komisi I, II, dan III, diharapkan Pansus ini menjadi jembatan untuk mewakili berbagai aspirasi termasuk kekhawatiran institusi-institusi tertentu.
"DPR dalam kapasitas lebih luas yang diwakili oleh tiga komisi bisa menjadi mediator kekhawatiran rakyat dan kepentinga pemerintah, sehingga RUU Kamnas bisa lebih komprehensif," ujar Najib.
Berdasarkan hasil pembahasan di Panja Komisi I, ada beberapa isu kontroversial baik di antara Polri dan TNI, Pemerintah dan rakyat yang masih berbeda pendapat. "Masyarakat mencurigai bahwa dengan RUU Kamnas ini seolah-olah pola lama Orde baru dimunculkan kembali dimana peran TNI/Polri akan semakin besar dalam berbagai kebijakan publik dengan memakai payung RUU Kamnas."
(nwk/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 22:17 WIB
Dibacok Siswa SMK Budi Utomo, Seorang Pelajar di Depok Kritis
-
Rabu, 23/05/2012 21:48 WIB
Nazar Minta KPK Fokus Usut Peranan Andi Mallarangeng di Hambalang
-
Rabu, 23/05/2012 21:31 WIB
Alwi Shihab: Konser Lady Gaga Cukup Disesuaikan dengan Budaya Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 21:20 WIB
Nazar Dicecar KPK Soal Kalender Anas dari Proyek Universitas
-
Rabu, 23/05/2012 21:09 WIB
Anggota Komisi III DPR Kecewa Gories Mere Lebih Pilih ke Las Vegas
-
Rabu, 23/05/2012 20:39 WIB
Repot Urus Pesawat, Keluarga Pramugari Sky Pilih Ambulans ke Lampung
-
Rabu, 23/05/2012 21:09 WIB
Anggota Komisi III DPR Kecewa Gories Mere Lebih Pilih ke Las Vegas
-
Rabu, 23/05/2012 20:19 WIB
Kisah Tim DVI Sukhoi, dari Pulang Malam hingga Menginap di Kamar Mayat
-
Rabu, 23/05/2012 19:50 WIB
MA Setujui Grasi Karena Corby Sering Sakit-sakitan
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
