detikcom
Senin, 05/03/2012 12:45 WIB

7 'Serangan' Ramadhan Pohan kepada Wiranto

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan tak menghentikan serangannya kepada Ketua Umum Hanura, Wiranto. Berikut tujuh pernyataan keras Ramadhan, dalam siaran pers yang disebar di kalangan media:

1. Komen saya bukan serangan. Justru yang memulai adalah Wiranto sendiri. Saya sekadar merespon komentar Wiranto soal-soal demo yang tendensi anarkistis dan eksistensi pemerintahan SBY.

2. Sinisme Wiranto terhadap pemerintahan yang sah sekarang, bukan baru ini. Sejak dulu sudah begitu. Dari soal nasi aking hingga jalannya pemerintahan ini. Yang dikritik Wiranto bukan kebijakan, dan tak pernah berikan solusi untuk ikut entaskan kemiskinan, berantas korupsi, dan cegah demo-demo anarkistis.

3. Saya kaget, pak Wiranto menyebut istilah 'bodoh' mengarah personal saya. Ini jauh dari karakter bapak bangsa, negarawan, ataupun purnawirawan sejati. Tapi biarlah, beliau berhak untuk katakan apa saja ke saya.

4. Respon Wiranto menyikapi saya jauh dari kepatutan dialog berbudaya antar politisi. Ia masih dipengaruhi pola-pola lama kekuasaan jadul. Era demokrasi dan reformasi sekarang sudah beda dengan zaman kekuasaan monolit era di mana Wiranto dulu jaya-jayanya.

5. Menyangkut gerakan-gerakan demo, kesan saya ada dugaan persetujuan Wiranto. Mestinya pak Wiranto cegah semua tendensi anarkisme di bangsa ini. Wiranto harus di garda depan bersama gerakan pro demokrasi mencegah dijatuhkannya pemerintahan sah di tengah jalan. Konstitusi dan stabilitas negara harus jadi tanggung jawab bersama, termasuk Wiranto.

6. Saya mengimbau Wiranto untuk bersama semua pihak cegah semua upaya menjatuhkan pemerintahan ini di tengah jalan. Taufik Kiemas dan petinggi PDIP saja bisa komit untuk 4 pilar bangsa dan jaga agar pemerintahan ini tidak asal dijatuhkan, mestinya Wiranto terbuka juga berkomitmen demikian. Kritik terhadap kebijakan pemerintah, itu wajib. Tapi tendensi indikasi aminkan gerakan rongrong pemerintah sah, harus dilawan.

7. Semua elemen demokrasi harus kawal negeri ini dari anarkisme. Juga perlu diwaspadai indikasi dan dugaan gerakan perongrongan pemerintah dengan cara-cara inkonstitusional, harus dilawan, termasuk demo isu BBM. Saya kira publik ikut pantau semua aktivitas manifest dan terselubung para tokoh yg mungkin mengamini maupun berbuat lebih jauh.


Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(van/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000