Sabtu, 03/03/2012 11:54 WIB

Obama Ingatkan Aksi Militer Atas Iran Tak Bisa Dikesampingkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Barack Obama (AFP)
Washington, - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengingatkan untuk tidak terburu-buru melancarkan serangan militer ke Iran. Namun Obama juga menegaskan, jika sanksi-sanksi gagal menghentikan ambisi nuklir Iran, maka aksi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran tak bisa dikesampingkan.

Dikatakan Obama, pemerintah Israel selaku sekutu erat AS tahu benar tentang sikap pemerintah AS soal nuklir Iran.

"Saya pikir pemerintah Israel mengakui bahwa sebagai presiden AS, saya tidak menggertak," kata Obama kepada majalah Atlantic Monthly seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/3/2012).

Dikatakan Obama, sesuai kebijakannya, dirinya tidak berkoar-koar mengenai apa niat AS. "Namun saya pikir baik pemerintah Iran dan Israel mengakui bahwa ketika AS mengatakan Iran tak bisa memiliki senjata nuklir, kami serius dengan apa yang kami katakan itu," tegas Obama.

Menurut Obama, strategi AS termasuk mengisolasi Teheran secara politik dan diplomatik serta lewat sanksi-sanksi.

"Dan itu termasuk komponen militer. Saya pikir orang-orang paham itu," tandas Obama.

Ditekankan Obama bahwa merupakan kepentingan keamanan nasional AS untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.

Obama menyebutkan adanya risiko besar jika senjata nuklir Iran jatuh ke tangan para teroris. Obama juga mengingatkan kemungkinan adanya adu senjata nuklir di wilayah Timur Tengah jika Iran sampai memiliki senjata atom.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%