detikcom
Sabtu, 03/03/2012 05:00 WIB

Barang Baru di Wisma DPR Kopo

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Wisma DPR RI di Kopo, Puncak, Jawa Barat, telah mengalami banyak perubahan. Apa saja perubahan di sana?

Anggota Komisi II DPR dari FPG Basuki T Purnama punya pengalaman menarik saat menghadiri rapat konsinyering Panja RUU Aparatur Sipil Negara di Wisma DPR Kopo. Ahok, demikian dia disapa, melihat banyak perubahan di Wisma DPR Kopo.

"Pertengahan bulan Februari lalu saya ke Wisma Kopo dalam rangka rapat konsinyering panja RUU Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal baru di sini adalah bahwa seluruh Wisma DPR di Kopo ini telah dipasangi AC, termasuk ruang rapatnya. Suasana kamar tidur ada AC baru tetapi tidak tersedia remote control-nya. Saya sendiri merasakan hawanya sudah dingin walau tanpa menghidupkan AC," kata Ahok kepada detikcom, Sabtu (3/3/2012).

Ahok sendiri merasa suhu di Wisma DPR Kopo sudah sangat digin. Baginya, wisma DPR Kopo tak perlu dipasang AC. Tapi hampir di semua ruangan dipasang pendingin udara. Apa masih ada anggota DPR yang merasa kepanasan di kawasan puncak ini?

"Apa banyak anggota DPR yang mengeluh kurang dingin? Berapa ratus AC dipasang? Hanya BURT yang tau masalah ini. Ruangan rapat juga dipasang AC, Wisma Kopo sudah seperti di Jakarta saja, udara sudah bukan alami sejuk, tetapi diatur oleh pengatur udara alias AC,"keluhnya.

Ahok juga menemukan hal yang baru lainnya selama rapat di Wisma Kopo DPR pada tanggal 17 Februari 2012 lalu. Uang rapat yang diperolehnya ternyata meningkat cukup signifikan, rapat yang dijadwalkan 3 hari 2 malam juga berakhir hanya dalam semalam.

"Total uang untuk rapat selama 3 hari 2 malam telah menjadi Rp. 4.275.000 dikurangi bayar biaya menginap di 1 villa Rp.150.000/ malam. Total dibawa kembali tiap anggota Rp.3.975.000 karena ada kenaikan uang transportasi harian dalam kota yang dihitung 3 hari Rp.650.000. Dari pengalaman saya selama ini,kemungkinan besar semua anggota yg tidak hadir juga menerima uang transportasi ini," beber Ahok.

Bagi dia, biaya rapat seharusnya dihemat. Agar DPR dan pemerintah tidak terus menghabiskan uang negara. "Uang-uang seperti ini juga terjadi di eksekutif, kalau dilakukan penghematan besar-besaran soal biaya rapat dan transportasi ini, saya yakin kita mampu bangun infrastruktur transportasi yang lebih baik,"pungkasnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/vid)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%