detikcom
Sabtu, 03/03/2012 00:08 WIB

Pembunuhan Marak karena Masyarakat Tidak Sejahtera

Muhamad Arif - detikNews
Jakarta - Kasus penembakan maupun pembunuhan di tengah masyarakat marak terjadi belakangan ini. Ditengarai karena masih ada masyarakat yang belum sejahtera.

"Orang yang sedikit dapat banyak yang banyak dapat sedikit. Maksudnya sedikit yang kaya hanya 40 persen, banyak yang kaya tapi kaya utang, 60 persen miskin. Apabila kita sejahtera tidak mungkin kita melakukan ini. Ini salah pemimpin," kata Ketua Suara Independent Rakyat Indonesia, Eggy Sudjana.

Hal itu disampaikan dia dalam acara diskusi 'Memperat hubungan suku agama dan golongan dalam iklim penegakan hukum yang berkeadilan' di Gedung Joeang 45, Jl Menteng Rayam Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2012).

Eggy mengaku miris melihat kejadian-kejadian kekerasan terakhir ini. "Miris melihat kejadian-kejadian terakhir, penembakan, bunuh-bunuhan. kehadiran kita sebagai ormas dan LSM tidak boleh diintervensi (uang) demi kepetingan kelompok. Kita sudah sepakat lewat supremasi hukum. Jangan sampai ada yang diadu domba," tambahnya.

Dia lantas mengingatkan adanya praktik politik uang dalam pemilihan uang. Demi memenangkan pertarungan ada parpol yang tidak segan-segan menyebar uang. Karena itu dia mengapresiasi kemunculan calon-calon independen di pemilihan kepala daerah.

Menurut dia, calon independen relatif lebih bersih ketimbang calon yang diusung parpol. "Kalau suara independen tidak begitu (politik uang," ucap Eggy.

Kasus kekerasan yang terjadi belakangan ini antara lain penyerangan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada pekan lalu. Dua orang tewas terkena sabetan senjata tajam. Sedangkan beberapa orang lainnya luka-luka. Pembacokan di area pengadilan juga terjadi di Pengadilan Tipikor Bandung. Jaksa non-aktif Sistoyo tiba-tiba dibacok seorang pria karena kesal dengan perilaku korup.


Terlibat Cekcok Rumah Tangga, Suami Tega Bakar Isteri dan Mertua. Selengkapnya di Reportase Pagi, pukul 04.30 - 05.30 Hanya di TransTV

(vit/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close