Detik.com News
Detik.com

Jumat, 02/03/2012 10:00 WIB

Lokasi Pelayanan Mobil SIM & STNK Keliling di Jakarta

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Warga yang ingin mengurus perpanjangan SIM dan STNK dapat mengurusnya di mobil layanan SIM dan STNK keliling. Mobil layanan SIM dan STNK ini telah disiapkan di berbagai kawasan Jakarta. Pelayanan ini hanya bisa digunakan untuk memperpanjang SIM dan STNK, bukan untuk membuat baru.

Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyatakan lokasi mobil pelayanan SIM dan STNK keliling pada Jumat (2/3/2012) berada di lokasi-lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Thamrin City
STNK : Kantor Pos Pasar Baru

2. Jakarta Barat
SIM : Mal Citraland Grogol
STNK : Mal Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM : Depan TMP Kalibata
STNK : Stasiun Tanjung Barat

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan Tiga Pluit
STNK : GEPEMBRI Jl Boulevard Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

Pelayanan SIM keliling hanya bisa digunakan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari setahun, tidak bisa di layanan SIM Keliling, melainkan harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

Sedangkan pelayanan STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan tahunan. Untuk proses lima tahunan atau ganti pelat nomor harus dilakukan di kantor Samsat terdekat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/vta)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%