Hanya 5 Persen PNS yang Kompeten, Lakukan Reformasi Sistem Rekrutmen!
Jumat, 02/03/2012 09:28 WIB
Jakarta
Hanya lima persen dari total 4,7 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Indonesia yang memiliki kompetensi baik. Untuk memperbaikinya, pemerintah diminta mereformasi sistem rekrutmen PNS.
"Tidak mengherankan, karena selama puluhan tahun dari zaman orde baru sudah seperti itu. Reformasi yang dilakukan belum sampai pada sistem dasar, belum sampai pada reformasi sistem rekrutmen," ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof Chaniago, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (1/3/2012).
Proses rekrutmen PNS selama ini dinilai terlalu longgar sehingga sumber daya manusia (SDM) yang didapatkan pun sering tidak kompeten. Jika ingin memperbaiki kompetensinya, pemerintah harus memulai dari akarnya, yakni merekrut SDM yang benar-benar kompeten.
"Tindakan dari akar, buat gelombang baru, PNS direkrut dengan cara yang benar, lalu dilindungi dan diamankan sampai posisi tertentu supaya tidak terkontaminasi virus yang menyebar luas, kondisi SDM bisa berubah," terang Andrinof.
Metode rekrutmen yang baik sebaiknya diselenggarakan oleh lembaga nonpemerintah, perguruan tinggi, ataupun manajemen SDM. "Sehingga benar-benar yang diterima yang lulus ujian, tanpa diskrimnasi," ucapnya.
Sedangkan untuk SDM lama, terutama yang tidak kompeten, pemerintah harus melakukan pemangkasan. Hal ini dinilai perlu demi memberikan ruang bagi gelombang SDM baru yang lebih kompeten.
"Memang untuk mengisi yang baru, yang lama, yang busuk harus dikeluarkan. Itu namanya pemangkasan. Pensiun dini juga pas," tuturnya.
"Pemangkasan harus diikuti dengan orang-orang yang direkrut dengan cara yang benar. Obatnya adalah benahi akarnya, ada di sistem rekrutmen," tandas Andrinof.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, menyatakan dari 4,7 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Indonesia, tidak semua memiliki kompetensi yang sesuai standar. Hanya lima persen dari para PNS itu yang berkemampuan baik, sisanya tidak kompeten.
Penyebab utama minimnya kompetensi itu karena banyak PNS yang tidak ikut pelatihan. Padahal semua instansi sudah membuat sebuah program pelatihan teratur.
(nvc/ans)
"Tidak mengherankan, karena selama puluhan tahun dari zaman orde baru sudah seperti itu. Reformasi yang dilakukan belum sampai pada sistem dasar, belum sampai pada reformasi sistem rekrutmen," ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof Chaniago, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (1/3/2012).
Proses rekrutmen PNS selama ini dinilai terlalu longgar sehingga sumber daya manusia (SDM) yang didapatkan pun sering tidak kompeten. Jika ingin memperbaiki kompetensinya, pemerintah harus memulai dari akarnya, yakni merekrut SDM yang benar-benar kompeten.
"Tindakan dari akar, buat gelombang baru, PNS direkrut dengan cara yang benar, lalu dilindungi dan diamankan sampai posisi tertentu supaya tidak terkontaminasi virus yang menyebar luas, kondisi SDM bisa berubah," terang Andrinof.
Metode rekrutmen yang baik sebaiknya diselenggarakan oleh lembaga nonpemerintah, perguruan tinggi, ataupun manajemen SDM. "Sehingga benar-benar yang diterima yang lulus ujian, tanpa diskrimnasi," ucapnya.
Sedangkan untuk SDM lama, terutama yang tidak kompeten, pemerintah harus melakukan pemangkasan. Hal ini dinilai perlu demi memberikan ruang bagi gelombang SDM baru yang lebih kompeten.
"Memang untuk mengisi yang baru, yang lama, yang busuk harus dikeluarkan. Itu namanya pemangkasan. Pensiun dini juga pas," tuturnya.
"Pemangkasan harus diikuti dengan orang-orang yang direkrut dengan cara yang benar. Obatnya adalah benahi akarnya, ada di sistem rekrutmen," tandas Andrinof.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, menyatakan dari 4,7 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Indonesia, tidak semua memiliki kompetensi yang sesuai standar. Hanya lima persen dari para PNS itu yang berkemampuan baik, sisanya tidak kompeten.
Penyebab utama minimnya kompetensi itu karena banyak PNS yang tidak ikut pelatihan. Padahal semua instansi sudah membuat sebuah program pelatihan teratur.
(nvc/ans)
Baca Juga
- Pemprov Gorontalo Imbau PNS Transfer Gaji ke Rekening Istri, Ini Filosofinya!
- Diimbau Gubernur, PNS Gorontalo Mulai Transfer Gaji ke Rekening Istri
- Kurangi Beban Anggaran, Pemerintah Harus Berani Pangkas Jumlah PNS
- Hanya 5 Persen yang Kompeten, PNS Bisa Saja Dihapus Satu Generasi
- MenPAN: Hanya 5 Persen PNS yang Kompeten, Sisanya Nunggu Perintah
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 15:58 WIB
Melacak Larinya Uang Suap Wa Ode, Mampukah KPK?
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
Polri: 4 Izin Konser Lady Gaga Belum Keluar
-
Rabu, 23/05/2012 15:48 WIB
Dubes AS pun Ikut Bicara Soal Konser Lady Gaga
-
Rabu, 23/05/2012 15:39 WIB
Tersangka Kasus Alkes Dicecar KPK Soal Keterlibatan Siti Fadilah Supari
-
Rabu, 23/05/2012 15:39 WIB
Paket Mencurigakan Ditemukan di Rumah Nunung
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
Rabu, 23/05/2012 14:35 WIB
Dua Orang Kena Bacok dalam Bentrokan di Depan 7-Eleven Fatmawati
-
Rabu, 23/05/2012 15:13 WIB
Damkar Tak Laporkan Paulinus Terkait 'Broadcast' Kebakaran Muara Karang
-
Rabu, 23/05/2012 13:18 WIB
Pilot dan Pramugari Sambut Jenazah Kapten Aan di Masjid Al Bakrie
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
