KPK Tak Siapkan Pengamanan Khusus Buat Nunun
Jumat, 02/03/2012 07:40 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal keamanan sidang perdana Nunun Nurbaetie. Menurut Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, tidak ada pengamanan khusus untuk istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu.
"Jadi tidak ada kekhususan tertentu agar seorang terdakwa mendapat keistimewaan untuk dikawal khusus dalam proses pemeriksaan," kata Bambang Widjojanto melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (2/3/2012).
Dikatakan Bambang, setiap orang yang tersangkut masalah hukum harus mendapatkan pengawalan. Hal itu untuk kepentingan keamanan dalam proses pemeriksaan di pengadilan.
"Semua terdakwa, siapa pun dia," ungkap Bambang.
Hal itulah yang mendasari tidak adanya keistimewaan tertentu terhadap seseorang dalam menjalani persidangan. Termasuk Nunun Nurbaetie yang pagi ini akan duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus cek pelawat di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Sebelumnya, kuasa hukum Nunun, Ina Rahman, menuturkan pihaknya telah menyiapkan pengamanan khusus agar keselamatan kliennya terjamin. Sebab, dia tidak ingin insiden yang dialami Jaksa Sistoyo usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung terjadi pada kliennya.
"Kami sudah mendiskusikan secara internal terkait pengamanan ibu besok (2/3). Pengamanan internal untuk ibu dari kami," kata Ina Rahman.
Selain itu, Ina berharap KPK juga melakukan pengamanan secara maksimal. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Ina.
Seperti diberitakan, berkas perkara Nunun Nurbaetie telah dilimpahkan ke pengadilan. Hari ini untuk pertama kalinya Nunun duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor untuk mendengarkan dakwaan. Sebelumnya, dokter pribadi Nunun, Andreas Harry, menyebut istri anggota Komisi Hukum DPR dan Wakapolri Adang Daradjatun sakit lupa berat. Setelah dua tahun kabur ke luar negeri dan menyerahkan diri pada kepolisian Thailand pada 7 Desember lalu di Distrik Saphan Sung, Bangkok, Nunun kerap bolak-balik masuk rumah sakit karena tekanan darah tinggi. Terakhir Nunun dilarikan ke RS Harapan Kita di Slipi, Jakarta Barat, karena sakit jantung.
Nunun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ke mantan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dalam pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia tahun 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Gultom. Cek perjalanan sebanyak 480 lembar senilai total Rp 24 miliar disebar ke anggota DPR Fraksi TNI/Polri, Golkar, PDIP, dan PPP.
(ans/nvc)
"Jadi tidak ada kekhususan tertentu agar seorang terdakwa mendapat keistimewaan untuk dikawal khusus dalam proses pemeriksaan," kata Bambang Widjojanto melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (2/3/2012).
Dikatakan Bambang, setiap orang yang tersangkut masalah hukum harus mendapatkan pengawalan. Hal itu untuk kepentingan keamanan dalam proses pemeriksaan di pengadilan.
"Semua terdakwa, siapa pun dia," ungkap Bambang.
Hal itulah yang mendasari tidak adanya keistimewaan tertentu terhadap seseorang dalam menjalani persidangan. Termasuk Nunun Nurbaetie yang pagi ini akan duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus cek pelawat di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Sebelumnya, kuasa hukum Nunun, Ina Rahman, menuturkan pihaknya telah menyiapkan pengamanan khusus agar keselamatan kliennya terjamin. Sebab, dia tidak ingin insiden yang dialami Jaksa Sistoyo usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung terjadi pada kliennya.
"Kami sudah mendiskusikan secara internal terkait pengamanan ibu besok (2/3). Pengamanan internal untuk ibu dari kami," kata Ina Rahman.
Selain itu, Ina berharap KPK juga melakukan pengamanan secara maksimal. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Ina.
Seperti diberitakan, berkas perkara Nunun Nurbaetie telah dilimpahkan ke pengadilan. Hari ini untuk pertama kalinya Nunun duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor untuk mendengarkan dakwaan. Sebelumnya, dokter pribadi Nunun, Andreas Harry, menyebut istri anggota Komisi Hukum DPR dan Wakapolri Adang Daradjatun sakit lupa berat. Setelah dua tahun kabur ke luar negeri dan menyerahkan diri pada kepolisian Thailand pada 7 Desember lalu di Distrik Saphan Sung, Bangkok, Nunun kerap bolak-balik masuk rumah sakit karena tekanan darah tinggi. Terakhir Nunun dilarikan ke RS Harapan Kita di Slipi, Jakarta Barat, karena sakit jantung.
Nunun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ke mantan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dalam pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia tahun 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Gultom. Cek perjalanan sebanyak 480 lembar senilai total Rp 24 miliar disebar ke anggota DPR Fraksi TNI/Polri, Golkar, PDIP, dan PPP.
(ans/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 15:34 WIB
Lihat Jasad Ismie, Keluarga Puas Lampiaskan Semua Perasaan
-
Selasa, 22/05/2012 15:29 WIB
Dinkes DKI Jakarta Siapkan 45 Ambulans untuk Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 15:25 WIB
Adik Wartawan Angkasa Kenali Jasad Kakaknya dari Data DNA
-
Selasa, 22/05/2012 15:20 WIB
Keluarga Diizinkan Ambil Foto Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 15:19 WIB
Ayah & Anak Meninggal Akibat Demam Berdarah di Pulo Asem
-
Selasa, 22/05/2012 14:39 WIB
Ibu Pramugari Sky Makin Histeris Setelah Lihat Jasad Anggraeni di RS Polri
-
Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB
JK: Lady Gaga Sedikit Aneh Juga!
-
Selasa, 22/05/2012 14:50 WIB
Pakar IT Abimanyu dan Ruby Alamsyah Jelaskan Video Porno di BK
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
