Hanura Desak Ramadhan Pohan Minta Maaf ke Wiranto
Kamis, 01/03/2012 21:22 WIB
Jakarta
Partai Hanura gerah dengan tudingan Ramadhan Pohan yang menyebut ada kepentingan politik oleh Elza Syarif dalam membela Nazaruddin. Hanura mendesak Ramadhan Pohan meminta maaf kepada Ketua Umum, Wiranto.
"Jadi saya kira Ramadhan Pohan harus meminta maaf secara terbuka kepada ketua umum, pak Wiranto. Dan kalau Ramadhan Pohan tidak melakukan ini, kami mempertimbangkan untuk melakukan perhitungan secara hukum kepada Ramadhan Pohan," ujar anggota DPR dari Fraksi Hanura, Erik Satrya Wardhana, saat dihubungi wartawan, Kamis (1/3/2012).
Erik mengatakan, pernyataan Ramadhan Pohan merupakan sebuah tuduhan tidak berdasar. Pernyataan tersebut dinilai sangat tendensius bernada fitnah.
"Saya yakin dia tidak punya dasar dan bukti-bukti yang kuat dalam menyampaikan tuduhan-tuduhan itu. Ini bisa dikategorikan sebagai bentuk kekerasan non fisik atau katakanlah sebagai kekerasan premanisme politik yang bisa memancing ketegangan-keteganngan baru," kata Wakil Ketua Komisi VI ini.
Dalam situasi Partai Demokrat yang sedang mengalami masalah saat ini, Erik menilai seharusnya merangkul dan membangun persahabatan dengan partai lainnya.
"Membangun silaturahmi untuk memperkuat kepercayaan diri mereka untuk menyelesaikan konflik internal, bukan malah membuat pernyataan-pernyataan yang memancing rasa permusuhan. Dan ini bisa menimbulkan masalah-masalah baru yang akan memperberat permasalahan mereka sendiri," ungkap Ketua Umum Gerakan Muda Hanura ini.
(mpr/nvc)
"Jadi saya kira Ramadhan Pohan harus meminta maaf secara terbuka kepada ketua umum, pak Wiranto. Dan kalau Ramadhan Pohan tidak melakukan ini, kami mempertimbangkan untuk melakukan perhitungan secara hukum kepada Ramadhan Pohan," ujar anggota DPR dari Fraksi Hanura, Erik Satrya Wardhana, saat dihubungi wartawan, Kamis (1/3/2012).
Erik mengatakan, pernyataan Ramadhan Pohan merupakan sebuah tuduhan tidak berdasar. Pernyataan tersebut dinilai sangat tendensius bernada fitnah.
"Saya yakin dia tidak punya dasar dan bukti-bukti yang kuat dalam menyampaikan tuduhan-tuduhan itu. Ini bisa dikategorikan sebagai bentuk kekerasan non fisik atau katakanlah sebagai kekerasan premanisme politik yang bisa memancing ketegangan-keteganngan baru," kata Wakil Ketua Komisi VI ini.
Dalam situasi Partai Demokrat yang sedang mengalami masalah saat ini, Erik menilai seharusnya merangkul dan membangun persahabatan dengan partai lainnya.
"Membangun silaturahmi untuk memperkuat kepercayaan diri mereka untuk menyelesaikan konflik internal, bukan malah membuat pernyataan-pernyataan yang memancing rasa permusuhan. Dan ini bisa menimbulkan masalah-masalah baru yang akan memperberat permasalahan mereka sendiri," ungkap Ketua Umum Gerakan Muda Hanura ini.
(mpr/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 15:39 WIB
Tersangka Kasus Alkes Dicecar KPK Soal Keterlibatan Siti Fadilah Supari
-
Rabu, 23/05/2012 15:39 WIB
Paket Mencurigakan Ditemukan di Rumah Nunung
-
Rabu, 23/05/2012 15:31 WIB
Diperiksa 6 Jam, Ari Sigit Sangkal Lakukan Penipuan Rp 2,5 M
-
Rabu, 23/05/2012 15:27 WIB
MI Al-Islam Solo: Buku Bergambar Nabi Muhammad Dikirim Rekanan Kemenag
-
Rabu, 23/05/2012 15:23 WIB
Tak Lagi Pimpin Komisi III, Benny Kejar Gubernur NTT
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
Rabu, 23/05/2012 14:35 WIB
Dua Orang Kena Bacok dalam Bentrokan di Depan 7-Eleven Fatmawati
-
Rabu, 23/05/2012 15:13 WIB
Damkar Tak Laporkan Paulinus Terkait 'Broadcast' Kebakaran Muara Karang
-
Rabu, 23/05/2012 13:18 WIB
Pilot dan Pramugari Sambut Jenazah Kapten Aan di Masjid Al Bakrie
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
