detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 01/03/2012 14:46 WIB

Klarifikasi Koperasi SP Artama Dana Bersama

Nurul Hidayati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Berikut ini adalah klarifikasi dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artama Dana terkait dengan berita berjudul "Calon Nasabah Koperasi Tertipu Rp 40 Juta":

1. Kami informasikan dulu bahwa calon debitur yang mengajukan pinjaman adalah Ibu Meitha AM Sinaulan. Dan berdasarkan data yang kami terima, Bapak Hein Kereh adalah suami dari calon debitur tersebut. Kami membenarkan Ibu Meitha AM Sinaulan mengajukan pinjaman kepada kami, dan kami pun sudah memprosesnya.

2. Biaya proses yang muncul sebesar Rp 40.000.000,- adalah sudah menjadi kesepakatan bersama antara Bapak Hein Kereh dengan pihak KSP Artama Dana Bersama. Di mana biaya ini adalah biaya proses yaitu untuk survey, appraisal, transportasi, akomodasi dll, mengingat proyeknya ada di Manado, Sulawesi Utara. Dan biaya ini tidak ada hubunganya dengan persetujuan pinjaman kreditnya.

Ini sudah ada dalam kesepakatan yang tertuang dalam Surat Pernyataan Persetujuan Prosedur Pengajuan Pinjaman (SP5) yang sudah ditandatangani oleh Bapak Hein Kereh beserta istrinya selaku Calon Debitur. Di mana pada point 9, Calon Debitur menyatakan: “Biaya proses, seperti survei (transportasi dan akomodasi) serta appraisal jaminan dibebankan kepada saya dan tidak dapat ditarik kembali atau hangus bila pinjaman saya disetujui atau belum disetujui, termasuk pengajuan yang belum diproses”. Copy SP5 yang sudah ditandatangani mereka kami lampirkan.

3. Tidak benar, jika marketing Sdri Sandra mengatakan syarat administrasi seperti data-data pengajuan pinjaman hanya formalitas saja. Bahkan Sdri Sandra menyatakan data administrasi ini sangat penting untuk kebutuhan team dalam menganalisa pengajuan kredit Bapak Hein Kereh.

4. Masalah pemotongan pinjaman sebesar 10% adalah tidak benar. Yang ada hanya potongan disconto sebesar 6% dan tertuang dalam Surat Kesediaan Proses yang kami berikan kepada Bapak Hein Kereh. Copy surat kesediaan Proses kami lampirkan.

5. Keterangan Bapak Hein Kereh yang mengatakan bahwa Sdri Sandra mengatakan dengan membayar Rp 40.000.000,- maka pengajuan kredit Bapak Hein Kereh akan disetujui adalah tidak benar. Dan yang terjadi tidak demikian, bahwa Sdri Sandra mengatakan data standar yang Bapak berikan, sudah 50% dapat diproses kepada tahap berikutnya.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nrl/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%