detikcom
Kamis, 01/03/2012 14:46 WIB

Klarifikasi Koperasi SP Artama Dana Bersama

Nurul Hidayati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Berikut ini adalah klarifikasi dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artama Dana terkait dengan berita berjudul "Calon Nasabah Koperasi Tertipu Rp 40 Juta":

1. Kami informasikan dulu bahwa calon debitur yang mengajukan pinjaman adalah Ibu Meitha AM Sinaulan. Dan berdasarkan data yang kami terima, Bapak Hein Kereh adalah suami dari calon debitur tersebut. Kami membenarkan Ibu Meitha AM Sinaulan mengajukan pinjaman kepada kami, dan kami pun sudah memprosesnya.

2. Biaya proses yang muncul sebesar Rp 40.000.000,- adalah sudah menjadi kesepakatan bersama antara Bapak Hein Kereh dengan pihak KSP Artama Dana Bersama. Di mana biaya ini adalah biaya proses yaitu untuk survey, appraisal, transportasi, akomodasi dll, mengingat proyeknya ada di Manado, Sulawesi Utara. Dan biaya ini tidak ada hubunganya dengan persetujuan pinjaman kreditnya.

Ini sudah ada dalam kesepakatan yang tertuang dalam Surat Pernyataan Persetujuan Prosedur Pengajuan Pinjaman (SP5) yang sudah ditandatangani oleh Bapak Hein Kereh beserta istrinya selaku Calon Debitur. Di mana pada point 9, Calon Debitur menyatakan: “Biaya proses, seperti survei (transportasi dan akomodasi) serta appraisal jaminan dibebankan kepada saya dan tidak dapat ditarik kembali atau hangus bila pinjaman saya disetujui atau belum disetujui, termasuk pengajuan yang belum diproses”. Copy SP5 yang sudah ditandatangani mereka kami lampirkan.

3. Tidak benar, jika marketing Sdri Sandra mengatakan syarat administrasi seperti data-data pengajuan pinjaman hanya formalitas saja. Bahkan Sdri Sandra menyatakan data administrasi ini sangat penting untuk kebutuhan team dalam menganalisa pengajuan kredit Bapak Hein Kereh.

4. Masalah pemotongan pinjaman sebesar 10% adalah tidak benar. Yang ada hanya potongan disconto sebesar 6% dan tertuang dalam Surat Kesediaan Proses yang kami berikan kepada Bapak Hein Kereh. Copy surat kesediaan Proses kami lampirkan.

5. Keterangan Bapak Hein Kereh yang mengatakan bahwa Sdri Sandra mengatakan dengan membayar Rp 40.000.000,- maka pengajuan kredit Bapak Hein Kereh akan disetujui adalah tidak benar. Dan yang terjadi tidak demikian, bahwa Sdri Sandra mengatakan data standar yang Bapak berikan, sudah 50% dapat diproses kepada tahap berikutnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(nrl/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%