Detik.com News
Detik.com
Kamis, 01/03/2012 10:59 WIB

Ini Dia Cara Penanganan Perkara Pencurian Ringan Tak Ditahan

Andi Saputra - detikNews
Ini Dia Cara Penanganan Perkara Pencurian Ringan Tak Ditahan Rasminah (hasan/detikcom)
Jakarta - Kasus kecil seperti pencurian sandal jepit oleh AAL atau pencurian 6 piring oleh Rasminah mengusik rasa keadilan masyarakat. Guna merespons rasa keadilan itu, Mahkamah Agung (MA) menghidupkan lagi pasal-pasal pidana ringan yang selama ini tidak pernah dipakai oleh polisi dan jaksa. Alhasil, pencurian ringan di bawah Rp 2,5 juta hukuman maksimalnya tidak lagi 5 tahun penjara tetapi cukup 3 bulan dan tidak harus ditahan.

Tapi bagaimana proses penangannya?

"Seperti sidang pelanggaran lalu lintas," kata pengamat hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Hibnu Nugroho, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/2/2012).

Lantas Hibnu memberikan contoh maling ayam yang masuk dalam kategori pencurian biasa. Saat tertangkap tangan oleh masyarakat maka harus segera dilaporkan oleh polisi. Lalu hari itu juga dibuat berkas singkat yang ringkasannya dikirim ke jaksa. "Dibuat hari itu juga," kata doktor hukum pidana ini.

Lalu si maling ayam diperbolehkan pulang. Tetapi si maling wajib datang ke pengadilan saat dia di sidang. Proses dari polisi hingga sidang di pengadilan tersebut waktunya tidak boleh lama-lama. "Maksimal 2 minggu," kata Hibnu.

Nah di pengadilan tersebut si maling akan disidang cepat. Cukup 1 hari dan sekali sidang dengan pembuktian saat itu juga. Tidak sampai dalam hitungan hari, si maling ayam divonis oleh hakim tunggal dan langsung dipidana saat itu juga.

"Karena ini tindak pidana ringan maka tidak ada upaya hukum banding/kasasi. Berkekuatan hukum tetap saat itu juga," ungkapnya.

Tetapi dengan munculnya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP ini, pencurian ringan bukan berarti tidak dihukum. Hanya proses sidangnya dipercepat. "Tidak berarti di bawah Rp Rp 2,5 juta ke bawah kemudian bebas. Tidak! Tetapi diproses, tetapi tidak boleh ditahan," jelas Ketua MA Harifin Tumpa, Rabu (29/2/2012).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%