Kamis, 01/03/2012 10:41 WIB

Kolom

Korupsi di DPR, Kafe yang Disalahkan

Ardi Winangun - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Ibarat pepatah 'buruk muka cermin dibelah', itulah ungkapan yang cocok diberikan kepada pimpinan DPR. Dengan alasan maraknya mafia calo anggaran dan korupsi, Wakil BK DPR Siswono Yudo Husodo dan Ketua DPR Marzukie Ali menutup kafe-kafe kopi yang berada di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, seperti Kafe Bengawan Solo, Mico Coffe, dan Nusantara Kafe.

Kafe Begawan Solo, kafe yang terletak di antara Gedung Nusantara I dan Gedung Nusantara II, adalah kafe yang paling ramai diantara kafe yang ada. Kafe-kafe kopi itu ditutup dengan alasan di situlah tempat nongkrongnya calo anggaran menyusun strategi untuk menggarong duit rakyat.

Bila kafe saat ini dianggap tempat nongkrongnya para calo anggaran, bisa jadi, selanjutnya, pujasera dan tempat-tempat makan yang berada di komplek MPR/DPR/DPD itu juga akan ditutup, alasannya dijadikan tempat nongkrong para calo anggaran. Bila semua tempat untuk memenuhi kebutuhan fisik ditutup, tentu akan menimbulkan keresahan bagi pegawai parlemen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kafe kopi ditutup dengan tuduhan sebagai tempat berkumpulnya calo anggaran bisa jadi merupakan tuduhan yang kejam bahkan menjurus sangat fitnah ketika itu belum terbukti faktanya. Bisa jadi orang yang ngopi di situ adalah konstituen salah satu anggota DPR, bisa juga rekan dari salah satu anggota tenaga ahli. Mereka nongkrong di situ bisa jadi karena prosedur masuk ke ruang anggota DPR sangat berbelit, bisa juga karena anggota DPR merasa ruangannya sempit sehingga memilih kafe untuk nongkrong, juga bisa karena anggota DPR tidak mau ruangannya 'diinvestigasi' konstituen atau tamunya sehingga memilih kafe buat menemui tamunya.

Kalau kita lihat kasus mafia calo anggaran yang sudah terungkap, mereka tertangkap tangan bukan di kafe, namun ruang-ruang lainnya, seperti di lobi hotel, restoran mewah, jalan raya, ruang parkir, bahkan ruang kerja menteri. Dengan melihat pengalaman yang ada, maka tempat-tempat itulah yang seharusnya ditutup oleh pimpinan DPR.

Dengan mengutip sumber dari wikipedia soal mafia, mafia, dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia: Hal Kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilia dan Amerika Serikat. Mafia awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orang di Sisilia masuki pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim). Konfederasi ini kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir. Anggota Mafia disebut mafioso, yang berarti 'pria terhormat'.

Mafia melebarkan sayap ke Amerika Serikat melalui imigrasi pada abad ke-20. Kekuatan mafia mencapai puncaknya di Amerika Serikat pada pertengahan Abad XX, hingga rentetan penyelidikan FBI pada tahun 1970-an dan 1980-an agak mengurangi pengaruh mereka. Meski kejatuhannya tersebut, Mafia dan reputasinya telah tertanam di budaya populer Amerika, difilmkan di televisi dan bahkan iklan-iklan. Istilah mafia kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada kelompok besar apapun yang melakukan kejahatan terorganisir (bandingkan dengan Mafia Rusia, Yakuza di Jepang), dan Triad di China.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru Indeks Kolom ยป
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%