Detik.com News
Detik.com
Kamis, 01/03/2012 08:31 WIB

Man Jadda Wajada Ala Romo Muji, Komaruddin, Hingga Yusuf Mansyur

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 3
Man Jadda Wajada Ala Romo Muji, Komaruddin, Hingga Yusuf Mansyur
Jakarta - Man jadda wajada alias siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, menjadi ruh dalam film Negeri 5 Menara yang diputar perdana untuk umum hari Kamis (1/3/2012) ini. 3 Tokoh agama, Romo Muji Sutrisno, Prof Komaruddin Hidayat dan Yusuf Mansyur berbagi kisah man jadda wajada ala mereka. Seperti apa?

"Film ini menampilkan semuanya, kesederhanaan yang ditanamkan, berkeringat, berproses, tahan dengan kesabaran. Apa yang saya dapatkan sekarang ini sungguh bisa mewujudkan, mencintai Indonesia," ujar budayawan dan agamawan, Romo Muji Sutrisno.

Hal itu disampaikan Romo Muji usai acara pers screening film 'Negeri 5 Menara' yang digelar di Mal Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (29/2/2012) malam.

Romo Muji mengatakan dari kecil dirinya dididik keluarganya untuk mencintai Indonesia. "Bapak dan ibu, keluarga kami dirumah dididik mencintai Indonesia, mendengarkan pidato Bung Karno, menjadi Pramuka, demikian juga waktu di seminari, mencintai Indonesia yang banyak perbedaan agama dan suku," tutur Romo Muji.

Romo Muji yang sudah membaca buku 'Negeri 5 Menara' mengatakan background kehidupan buku itu di pesantren sama seperti yang dia alami saat menempuh pendidikan di seminari. Bahwa proses pendidikan itu mengajarkan proses dan kesabaran.

"Saya sudah baca buku ini. Pertama, mimpi itu penting untuk mencapai cita-cita dalam hidup. Man jadda wajada, kesungguhan, ketabahan, kesabaran jauh lebih penting sebagai spirit untuk mengejar cita-cita," tutur Romo Muji.

Romo Muji mengatakan impiannya kini sudah terwujud yaitu membuat gerakan untuk Indonesia yang menghargai toleransi dalam perbedaan. Romo Muji mencontohkan produk budaya, wastra Indonesia, seperti kain tenun, batik dan rajut.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%