detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 00:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 01/03/2012 08:31 WIB

Man Jadda Wajada Ala Romo Muji, Komaruddin, Hingga Yusuf Mansyur

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Man jadda wajada alias siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, menjadi ruh dalam film Negeri 5 Menara yang diputar perdana untuk umum hari Kamis (1/3/2012) ini. 3 Tokoh agama, Romo Muji Sutrisno, Prof Komaruddin Hidayat dan Yusuf Mansyur berbagi kisah man jadda wajada ala mereka. Seperti apa?

"Film ini menampilkan semuanya, kesederhanaan yang ditanamkan, berkeringat, berproses, tahan dengan kesabaran. Apa yang saya dapatkan sekarang ini sungguh bisa mewujudkan, mencintai Indonesia," ujar budayawan dan agamawan, Romo Muji Sutrisno.

Hal itu disampaikan Romo Muji usai acara pers screening film 'Negeri 5 Menara' yang digelar di Mal Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (29/2/2012) malam.

Romo Muji mengatakan dari kecil dirinya dididik keluarganya untuk mencintai Indonesia. "Bapak dan ibu, keluarga kami dirumah dididik mencintai Indonesia, mendengarkan pidato Bung Karno, menjadi Pramuka, demikian juga waktu di seminari, mencintai Indonesia yang banyak perbedaan agama dan suku," tutur Romo Muji.

Romo Muji yang sudah membaca buku 'Negeri 5 Menara' mengatakan background kehidupan buku itu di pesantren sama seperti yang dia alami saat menempuh pendidikan di seminari. Bahwa proses pendidikan itu mengajarkan proses dan kesabaran.

"Saya sudah baca buku ini. Pertama, mimpi itu penting untuk mencapai cita-cita dalam hidup. Man jadda wajada, kesungguhan, ketabahan, kesabaran jauh lebih penting sebagai spirit untuk mengejar cita-cita," tutur Romo Muji.

Romo Muji mengatakan impiannya kini sudah terwujud yaitu membuat gerakan untuk Indonesia yang menghargai toleransi dalam perbedaan. Romo Muji mencontohkan produk budaya, wastra Indonesia, seperti kain tenun, batik dan rajut.Next

Halaman 1 2 3
(nwk/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%