FPPP: Gedung Baru Penting untuk Dongkrak Kinerja KPK
Kamis, 01/03/2012 08:03 WIB
Jakarta
FPPP DPR mendukung rencana pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan gedung baru yang lebih representatif, diharapkan kinerja KPK juga semakin optimal dalam mengusut korupsi kelas kakap.
"Rencana pembangunan gedung baru KPK senilai Rp 61 miliar harus dipahami dalam konteks pentingnya peningkatan pemberantasan korupsi di Indonesia. FPPP tidak ingin adanya gedung baru hanya sebatas pemindahan aktivitas KPK dari gedung lama ke gedung baru. Lebih dari itu, KPK harus memiliki semangat baru dalam pemberantasan korupsi," kata Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi kepada detikcom, Kamis (1/3/2012).
Menurut Arwani, hal ini juga sekaligus menjadi tantangan bagi KPK. Terutama dalam mengusut dan menuntaskan kasus-kasus besar sekaliber kasus Century.
"Selama ini, kami lihat KPK garang pada satu kasus tapi lembek pada kasus lain. Sangat bisa dibedakan bagaimana KPK mengusut kasus suap cek pelawat pemilihan DGS BI yang menjerat banyak politisi dengan penanganan kasus bailout Century Rp 6 triliun dan kasus-kasus kakap lainnya. Untuk kasus Century seperti jalan ditempat, padahal keputusan paripurna DPR sudah terang benderang meminta proses hukum kasus Century dituntaskan," paparnya.
Karena itu PPP tak segan akan memberikan lampu hijau dalam pembahasan rencana ini di Komisi III DPR. Tentu dengan jaminan KPK akan meningkatkan efektif dan efisiensi kinerja mereka.
"Intinya, FPPP tidak keberatan dengan gedung baru KPK, asalkan bisa menjamin kinerja pencegahan dan pemberantasan korupsi meningkat," tegas Wasekjen PPP ini.
(van/vit)
"Rencana pembangunan gedung baru KPK senilai Rp 61 miliar harus dipahami dalam konteks pentingnya peningkatan pemberantasan korupsi di Indonesia. FPPP tidak ingin adanya gedung baru hanya sebatas pemindahan aktivitas KPK dari gedung lama ke gedung baru. Lebih dari itu, KPK harus memiliki semangat baru dalam pemberantasan korupsi," kata Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi kepada detikcom, Kamis (1/3/2012).
Menurut Arwani, hal ini juga sekaligus menjadi tantangan bagi KPK. Terutama dalam mengusut dan menuntaskan kasus-kasus besar sekaliber kasus Century.
"Selama ini, kami lihat KPK garang pada satu kasus tapi lembek pada kasus lain. Sangat bisa dibedakan bagaimana KPK mengusut kasus suap cek pelawat pemilihan DGS BI yang menjerat banyak politisi dengan penanganan kasus bailout Century Rp 6 triliun dan kasus-kasus kakap lainnya. Untuk kasus Century seperti jalan ditempat, padahal keputusan paripurna DPR sudah terang benderang meminta proses hukum kasus Century dituntaskan," paparnya.
Karena itu PPP tak segan akan memberikan lampu hijau dalam pembahasan rencana ini di Komisi III DPR. Tentu dengan jaminan KPK akan meningkatkan efektif dan efisiensi kinerja mereka.
"Intinya, FPPP tidak keberatan dengan gedung baru KPK, asalkan bisa menjamin kinerja pencegahan dan pemberantasan korupsi meningkat," tegas Wasekjen PPP ini.
(van/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 15:29 WIB
Dinkes DKI Jakarta Siapkan 45 Ambulans untuk Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 15:20 WIB
Keluarga Diizinkan Ambil Foto Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 15:19 WIB
Ayah & Anak Meninggal Akibat Demam Berdarah di Pulo Asem
-
Selasa, 22/05/2012 15:19 WIB
FUI Konvoi Tolak Konser Lady Gaga Jumat
-
Selasa, 22/05/2012 15:16 WIB
Pertama di Dunia Gedung Olahraga Seperti Perahu, Dibangun di OKI Sumsel
-
Selasa, 22/05/2012 14:39 WIB
Ibu Pramugari Sky Makin Histeris Setelah Lihat Jasad Anggraeni di RS Polri
-
Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB
JK: Lady Gaga Sedikit Aneh Juga!
-
Selasa, 22/05/2012 14:50 WIB
Pakar IT Abimanyu dan Ruby Alamsyah Jelaskan Video Porno di BK
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
