detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 29/02/2012 12:17 WIB

Wartawan Yogyakarta Desak Polisi Usut Kekerasan FPI-FJI

Bagus Kurniawan - detikNews
Bagus Kurniawan/detikcom
Jakarta - Puluhan wartawan dari berbagai media menggelar unjuk rasa menolak kekerasan terhadap jurnalis. Mereka menuntut kepolisian mengusut tuntas kekerasan yang dialami kameraman TVOne, Nuryanto, saat Front Pembela Islam (FPI) dan Front Jihad Islam (FJI) terlibat perang batu.

Nuryanto terluka seusai meliput sidang Ketua Front Pembela Islam (FPI) DIY, Bambang Tedy, di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Selasa (28/2/2012). Pelipis kirinya berdarah akibat lemparan batu massa pendukung FPI dan Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta.

Unjuk rasa digelar di depan Gedung Agung Yogyakarta di Jl Ahmad Yani, Rabu (29/2/2012). Massa berasal dari PWI, PFI, AJI, Pawarta Yogya, IJTI, dan Forum Pewarta Bantul.

Para jurnalis membawa berbagai poster, di antaranya bertuliskan "Tolak Anarkisme", "Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis", "Kekerasan Tak Menyelesaikan Masalah". Selain orasi, aksi juga diwarnai aksi teatrikal dari salah seorang reporter televisi, Kamandaka, yang mengambarkan terjadinya kekerasan dan menyuarakan anti kekerasan.

Kepala Biro TVOne, Hendrawan, dalam orasinya menyatakan pihaknya mengecam keras aksi kekerasan dan memalukan yang terjadi di depan kantor PN Yogyakarta. Akibat kekerasan tersebut pelipis kiri Nuryanto harus mendapat dua jahitan di RS Bethesda Yogya.

Hendrawan menambahkan, pihaknya telah melaporkan kasus kekerasan yang dialami Nuryanto ke Polresta Yogyakarta. Visum dari rumah sakit disertakan saat melapor ke polisi. Surat tanda bukti laporan dengan nomer LP/72/2012/DIY/Polresta YKA yang ditandatangani Kanit SPKT II Aiptu Haryana.

"Kami tidak ingin ada kekerasan terhadap jurnalis, baik di Indonesia, maupun di negara lain dan bumi Yogyakarta yang istimewa ini. Kami menuntut polisi untuk mengusut tuntas kasus kekerasan ini termasuk menangkap pelakunya," tegas Hendrawan.

Sementara itu Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta, Pamungkas WS, menyatakan pihaknya bersama elemen dan organisasi wartawan lainnya menyatakan menolak dan melawan segala bentuk kekerasan termasuk kepada jurnalis yang meliput di lapangan.

"Hentikan semua bentuk kekerasan sebab itu bukan solusi masalah. Jangan ada lagi kekerasan di Yogyakarta seperti yang di alami rekan kita Nuryanto," kata Pamungkas.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(try/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%