Senin, 27/02/2012 19:25 WIB

Keluarga Ba'asyir: Ada Intervensi AS Atas Putusan Kasasi Ba'asyir

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Penolakan Mahkamah Agung (MA) atas permohonan kasasi terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir dan putusan hukuman 15 tahun penjara mengecewakan keluarga Ba'asyir. Anak Sulung Ba'asyir, Abdul Rochim Ba'asyir, mempertanyakan keadilan.

"Jelas kita kecewa dan kita melihat entah kemana kita bisa dapat keadilan," kata Abdul kepada detikcom, Senin (27/02/2012).

Abdul menekankan bahwa putusan MA semakin membuktikan adanya intervensi asing terkait proses hukum Ayahnya.

"Ini semakin membuktikan adanya intervensi Amerika. Dari mulainya Amerika menyatakan bahwa pondok pesantren milik bapak sebagai sarang teroris, tidak lama setelah itu keluar putusan ini, ternyata lembaga hukum kita pun diintervensi. Kalau MA saja sebagai lembaga hukum tertinggi masih bisa di intervensi, lalu bagaimana?" ucap Abdul.

Abdul mengatakan bahwa pihak keluarga akan berkoordinasi dengan tim pembela dan berencana menuju jakarta untuk menemui Abu Bakar Ba'asyir.

"Kita akan koordinasi dengan tim pembela untuk langkah selanjutnya. Dan kami rencana akan ke Jakarta besok atau lusa untuk bertemu Bapak," ujar Abdul.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir. MA mengadili sendiri Abu Bakar dengan hukuman 15 tahun penjara. Putusan tersebut diputus siang ini oleh ketua majelis hakim Djoko Sarwoko dengan anggota Mansur Kertayasa dan Andi Samsan Nganro.

(vid/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel