detikcom
Senin, 27/02/2012 18:50 WIB

Survei Puskaptis: Mega Paling Populer, Prabowo Paling Disukai

Arbi Anugrah - detikNews
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi nama bakal calon presiden yang paling populer di masyarakat. Sementara nama pendiri partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menjadi nama bakal capres paling disukai.

Kesimpulan tersebut didapat melalui survei yang dilakukan Pusat Kajian dan Pembangunan Stategis (Puskaptis) pada 22 Januari - 2 Februari 2012 lalu. Survei menjaring responden dengan metode multistage random sampling di 33 provinsi dan didapatkan 1.850 responden.

Survei wawancara tatap muka ini memiliki margin error +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden ditanya sejauh mana dari para nama bakal capres yang berkembang di masyarakat ada tokoh atau pemimpin yang dikenal, berikut hasilnya berdasarkan peringkat persentase tertinggi:

1. Megawati Soekarnoputri dikenal 85,95 persen responden
2. Prabowo Subianto dikenal 83,35 persen responden
3. Ani Yudhoyono dikenal 75,55 persen responden
4. Akbar Tandjung dikenal 73,65 persen responden
5. Aburizal Bakrie dikenal 72,55 persen responden
6. Sri Sultan Hamengku Buwono X dikenal 67,75 persen responden
7. Hatta Rajasa dikenal 64,55 responden
8. Anas Urbaningrum dikenal 63,75 persen responden
9. Wiranto dikenal 62,66 persen responden
10. Surya Paloh dikenal 58,45 persen responden
11. Mahfud MD dikenal 57,35 persen responden
12. Suryadharma Ali dikenal 56,55 persen responden.

Nah, responden kemudian ditanya ketika sudah mengenal para tokoh bakal capres itu, lalu sejauh mana responden menyukai untuk dipilih menjadi presiden, berikut hasilnya berdasarkan peringkat persentase tertinggi:

1. Prabowo Subianto dipilih 16,40 persen responden
2. Hatta Radjasa dipilih 14,60 persen responden
3. Aburizal Bakrie dipilih 13,15 persen responden
4. Megawati Soekarnoputri dipilih 12,95 persen responden
5. Akbar Tandjung dipilih 12,65 persen responden
6. Tidak tahu memilih siapa sebanyak 11,15 persen responden
7. Anas Urbaningrum dipilih 5,40 persen responden
8. Sri Sultan HB X dipilih 3,25 persen responden
9. Ani Yudhoyono dipilih 2,90 persen responden
10. Wiranto dipilih 2,45 persen responden
11. Mahfud MD dipilih 2,20 persen responden
12. Suryadharma Ali dipilih 1,70 persen responden
13. Surya Paloh dipilih 1,20 persen responden

Sementara itu nama mantan Wapres dan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) tidak muncul dalam survei tingkat keterkenalan capres 2014 dalam survei Puskaptis. Mengapa?

"Tokoh yang diambil adalah tokoh yang sudah mempunyai afiliasi terhadap salah satu partai. JK tidak masuk karena tidak punya aviliasi terhadap partai," kata Direktur Puskaptis, Husin Yazid, yang mempresentasikan hasil survei di Hotel Grand Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(nwk/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    57%
    Kontra
    43%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000