detikcom

Jurnal Ilmiah untuk Kejar Ketertinggalan dari Malaysia, Turki & China

Anes Saputra - detikNews
Senin, 27/02/2012 17:07 WIB
Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mensyaratkan kelulusan S1-S3 dengan menulis di jurnal ilmiah bukan tanpa sebab. Mendikbud, M. Nuh, menilai syarat itu guna mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti Malaysia, Turki dan China.

"Mengapa kita paksa menulis, karena kita ingin membangun budaya baca, tulis, tidak plagiat, dialog, dan seterusnya," kata M. Nuh, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangtendik Kemdikbud), Bojongsari, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (27/02/2012).

Selain itu, syarat tersebut juga untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara berkembang. Dari data yang dikeluarkan Kemendikbud, terlihat grafik publikasi jurnal ilmiah indonesia cenderung datar sejak tahun 2006, sedangkan negara berkembang justru melesat tajam sejak tahun 2003.

"(Publikasi jurnal ilmiah) ini diperlukan, negara-negara berkembang itu populasi jurnalnya naik, kita konsisten datar," ujar Nuh.

Dari data tersebut, publikasi jurnal ilmiah Indonesia per juta penduduk pada tahun 1996 terletak pada angka 1, hingga 2010 angka itu hanya mengalami sedikit kenaikan yang mencapai angka 4. Sementara, untuk negara berkembang, angka 26 pada tahun 1996 melonjak tajam hingga mencapai angka 35 pada tahun 2010.

"Memperhatikan fakta seperti ini, apa dibiarkan, menunggu kesaadaran? Atau harus ada kebijakan baru?" ungkap Nuh.

Dikatakan Nuh, Indonesia seharusnya tidak tertinggal soal publikasi tersebut. Hal itu mengingat bahwa pada 10 tahun yang lalu, jumlah jurnal yang dipublikasikan Indonesia sama dengan negara berkembang lainnya.

"2001 hampir semua sama jumlah publikasi jurnal, namun semakin ke sini Indonesia semakin tertinggal, terutama dari Malaysia, Turki, China," jelas Nuh.

Dari data yang berbeda, terlihat jumlah publikasi jurnal ilmiah Indonesia pada tahun 2010 pada angka 4, sedangkan Malaysia berada paling puncak di angka 500 pada tahun yang sama.

Malaysia pun mengungguli negara lain pada tahun yang sama, seperti Turkey pada angka 400, China pada angka 240, Thailand pada angka 130, Mesir pada angka 100, India di angka 50, Vietnam 10, dan Filipina di angka 5.

Menindaklanjuti hal tersebut, Nuh mengimbau perguruan tinggi agar bisa menjadi motor dalam hal publikasi jurnal ini. Dengan kebijakan yang mensyaratkan publikasi tersebut, Nuh yakin Indonesia bisa mengungguli negara berkembang lain.

"Dengan 400 ribu lulusan dan menulis jurnal, insya Allah yang lain kita salip, kita itu gajah yang sedang tidur, kalau dia bangun ini dimakan semua. Insya Allah bisa," kata Nuh.



(nik/gah)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini