detikcom
Senin, 27/02/2012 02:05 WIB

Habibie Center Bantah Kabar BJ Habibie Wafat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Beredar kabar di jejaring sosial twitter bahwa mantan Presiden BJ Habibie telah meninggal dunia. Berita itu dipastikan hanya isapan jempol belaka alias Hoax.

"Berita bahwa BJ Habibie meninggal TIDAK benar," tulis Habibie Center di akun twitternya @habibiecenter, Senin (27/2/2012) pada pukul 01.00 WIB.

"Alhamdulillah BJ Habibie sehat wal afiat. Beliau sudah dipastikan sedang di rumah membaca Yaasin untuk Ibu Ainun. Terima Kasih atas perhatiannya," lanjut akun tersebut.

Sebelumnya sempat ramai dibahas tentang kabar meninggalnya BJ Habibie di jejaring sosial twitter. Namun, kabar dari Habibie Center ini mengonfirmasi kesimpangsiuran kabar tersebut.

Untuk mencegah beredarnya berita palsu, pihak pengelola Habibie Center meminta masyarakat, khususnya pengguna twitter, hanya mempercayai informasi terkait BJ Habibie dari akun @habibiecenter dan @habibie_ainun.


(trq/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel