Ruhut Dukung Kader PD yang Adukan 2 Stasiun TV Swasta ke KPI
Senin, 27/02/2012 01:02 WIB
Jakarta
Tindakan Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat (PD), Ferry Juliantono yang mengadukan Metro TV dan TvOne ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dipuji oleh Ketua Divisi Kominfo PD, Ruhut Sitompul. Meskipun menyatakan pengaduan tersebut bukan sikap partai, namun ia menghargai pelaporan Ferry cs sebagai sikap kepedulian terhadap partai.
"Saya angkat topi untuk kader yang melapor ke KPI. Menurut saya memang seharusnya ada shock terapi untuk kedua media itu," kata Ruhut saat berbincang dengan detikcom, Minggu (26/2/2012).
Ruhut menuding pemberitaan di dua media tersebut sering tidak berimbang. Bahkan, dikatakannya, pemberitaan di dua media itu cenderung menyudutkan Partai Demokrat dan pemerintah.
"Contohnya pemberitaan mengenai pesawat presiden. Ini kan wajar kalau presiden punya pesawat kenegaraan. Tapi bos mereka yang punya pesawat pribadi nggak ada mereka sebut," tuturnya.
Meski begitu, Ruhut menjelaskan bahwa masalah pelaporan ini tetap akan dibahas di tingkat Dewan Kehormatan PD. Namun, ia yakin Ferry cs tidak akan diberi sanksi.
"Saya rasa tindakan mereka bisa dipahami," jelasnya.
PD sebelumnya merasa dirugikan oleh pemberitaan beberapa media televisi yang mereka anggap kerap memojokkan partainya. PD kemudian mengadukan dua stasiun televisi swasta ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Dalam pengaduannya ke KPI, PD mempermasalahkan status pemilik dari dua stasiun tersebut. Menurut mereka, kepemilikan TvOne dan Metro TV yang dimiliki pihak terkait dengan partai politik mempengarui objektifitas pemberitaan kedua media tersebut.
(trq/ahy)
"Saya angkat topi untuk kader yang melapor ke KPI. Menurut saya memang seharusnya ada shock terapi untuk kedua media itu," kata Ruhut saat berbincang dengan detikcom, Minggu (26/2/2012).
Ruhut menuding pemberitaan di dua media tersebut sering tidak berimbang. Bahkan, dikatakannya, pemberitaan di dua media itu cenderung menyudutkan Partai Demokrat dan pemerintah.
"Contohnya pemberitaan mengenai pesawat presiden. Ini kan wajar kalau presiden punya pesawat kenegaraan. Tapi bos mereka yang punya pesawat pribadi nggak ada mereka sebut," tuturnya.
Meski begitu, Ruhut menjelaskan bahwa masalah pelaporan ini tetap akan dibahas di tingkat Dewan Kehormatan PD. Namun, ia yakin Ferry cs tidak akan diberi sanksi.
"Saya rasa tindakan mereka bisa dipahami," jelasnya.
PD sebelumnya merasa dirugikan oleh pemberitaan beberapa media televisi yang mereka anggap kerap memojokkan partainya. PD kemudian mengadukan dua stasiun televisi swasta ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Dalam pengaduannya ke KPI, PD mempermasalahkan status pemilik dari dua stasiun tersebut. Menurut mereka, kepemilikan TvOne dan Metro TV yang dimiliki pihak terkait dengan partai politik mempengarui objektifitas pemberitaan kedua media tersebut.
(trq/ahy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 14:41 WIB
Usut Hambalang, KPK Akan Periksa Menteri Andi Lebih Dulu Daripada Anas
-
Senin, 21/05/2012 14:41 WIB
Tiket Masuk Ancol Dirasa Mahal, 3 Warga Jakarta Gugat ke Pengadilan
-
Senin, 21/05/2012 14:40 WIB
Minta Presidential Threshold 3,5 %, Gerindra: Ini Bukan Karena Prabowo
-
Senin, 21/05/2012 14:39 WIB
Ini Tanggapan Pihak Damkar Terkait Kebakaran di Ruko Muara Karang
-
Senin, 21/05/2012 14:29 WIB
Anak Polisi Aceh Kritis Tertembak Pistol Ayahnya
-
Senin, 21/05/2012 14:16 WIB
Panglima TNI: 'Koboy' Palmerah Sudah Dihukum
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 13:04 WIB
Santunan Rp 1,25 M untuk Korban Sukhoi Tak Bisa Ditawar Lagi
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Dituntut Bui Seumur Hidup, Umar Patek Menyesal & Minta Maaf
-
656 Komentar
-
441 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
