Detik.com News
Detik.com
Minggu, 26/02/2012 21:22 WIB

Ketuanya Ditangkap, Geng Motor Serang Markas Polisi di Pekanbaru

Haidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Puluhan anggota kelompok geng motor menyerang Mapolresta Pekanbaru. Akibatnya, kaca pos penjagaan yang baru saja direnovasi pecah terkena lemparan batu.

Penyerangan terjadi pada Minggu (26/2/2012) sekitar pukul 03.00 WIB.

"Kuat dugaan penyerangan ini dilakukan karena sebelumnya pihak kepolisisan menangkap ketua geng motor yang terlibat dalam aksi pengeroyokan warga," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar, kepada detikcom, Minggu (26/2/2012).

Akibat penyerangan ini, kaca pos penjagaan polisi yang baru saja direnovasi pecah terkena lemparan batu. Selain pos penjagaan polisi, kelompok geng motor juga merusak kaca dinding ATM Bank Lippo yang berjarak tidak begitu jauh dari Mapolresta.

Pihak Mapolresta Pekanbaru langsung bertindak cepat merespon insiden tersebut. Mereka menangkap 7 orang yang diduga pelaku penyerangan. Pengamatan detikcom, ketujuh orang tersebut saat ini sedang diperiksa di lantai 3 Mapolresta Pekanbaru.

"Kita sudah tahu siapa saja pelaku dibalik ini. Besok pagi tinggal kita tangkap. Sementara ini sudah ada 7 orang yang ditahan," tutur Adang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%