Bonus Telat Dicairkan, Ribuan Nasabah Datangi Koperasi Langit Biru
Minggu, 26/02/2012 20:08 WIB
Jakarta
Koperasi Langit Biru (KLB) yang bertempat di Cikasungka, Kabupaten Tangerang sudah dua kali menunda pencairan bonus para nasabah. Ribuan nasabah dari berbagai penjuru daerah terus berdatangan ke lokasi untuk mencairkan bonus tersebut.
Hingga Sabtu (25/2) kemarin, para nasabah tidak kunjung mendapatkan bonus yang dijanjikan pihak koperasi. Manajemen KLB hanya menyuguhi para nasabah dengan ceramah-ceramah. Sebelumnya, KLB telah menunda pencairan bonus selama dua kali yakni tanggal 10 Februari 2012 dan 20 Februari 2012
Seorang nasabah bernama Fauzi mengatakan, nasabah seharusnya menerima pencairan bonus itu setiap tanggal 1-5 tiap bulannya. Fauzi yang sudah menjadi nasabah sejak 8 bulan lalu, mengaku sebelumnya tidak pernah mengalami kendala dalam proses pencairan bonus tersebut sebelumnya.
"Selama 8 bulan alhamdulilah sudah dapat, tiap bulan lancar. Belum ada permasalahan, hanya bulan ini saja. Mereka sudah dua kali menunda," kata Fauzi ditemui di lokasi, Sabtu (25/2/2012) kemarin.
Dari informasi yang didapat Fauzi dari pihak manajemen, koperasi menunda pembayaran bonus karena LC (letter of credit) belum dicairkan.
Fauzi mengatakan, setiap nasabah akan mendapat bonus uang tunai sekitar Rp 1,2 juta berikut produk senilai Rp 340 ribu. Produk yang didapat para nasabah macam-macam di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, sabun dan lain-lain.
"Sampai tanggal 25 ini belum dapat. Sebagian memang ada yang sudah dapat, tetapi ada juga yang belum," kata warga Jakarta ini.
Bagi nasabah, diwajibkan untuk menginvestasikan uangnya berdasarkan paket-paket. Untuk satu paket, nasabah wajib menanamkan uangnya sebesar Rp 10 juta. Dua paket untuk Rp 20 juta dan seterusnya. Bonus yang didapat setiap nasabah berbeda, tergantung besarnya paket.
"Kalau saya investasi Rp 40 juta atau 4 paket. Sebulan mendapat bonus Rp 1,2 juta dikali 4 dipotong zakat 2,5 persen. Total dapat empat koma sekian jutalah cashnya," jelasnya.
Sementara itu, seorang sponsor yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa pihak koperasi tidak transparan dalam pembagian bonus tersebut.
"Yang jelas perusahaan sejauh ini berjalan baik. Okelah perusahan untuk menjaga kerahasiaannya, tetapi penyakit yang ada, perusahaan tidak transparan kepada investor," jelas pria yang kesehariannya berjualan buku itu.
Sponsor adalah orang yang mendaftarkan nasabah ke koperasi. Dari satu nasabah, sponsor akan mendapatkan fee sebesar Rp 30 ribu. Pedagang buku itu mengatakan, ia telah mengumpulkan sekitar 100 investor lebih. Baik sponsor maupun nasabah, harus menunjukkan kwitansi untuk pencairan bonus.
Ia menjelaskan, kemacetan pencairan bonus mulai terjadi sejak awal Februari 2012. Rumors yang didapat sponsor, KLB mencoba menanamkan sahamnya di perusahaan minyak di Cilacap, Jawa Tengah sejak tiga bulan lalu.
"Satu bulan silam saat pengajian, saya dengar perusahaan bayar pabrik garmen Rp 20 M di bandung. Pada bulan mendatang katanya ada pihak yang coba mengambil uang dengan bahasa ekstrimnya korupsi, di dalam, bukan atasannya ini hanya bocoran dari dalam. Jadi sampai saat ini perusahaan belum 100 persen transparan," paparnya.
Sebagai sponsor, pria asal Banten itu kerap didatangi oleh investornya yang menanyakan kejelasan pencairan bonus. Kendati indikasi koperasi tersebut telah bangkrut, ia belum berniat melaporkan kasus tersebut ke aparat polisi.
"Hati nurani kita perusahaan masih punya itikad baik. Disebut ada itikad baik sampai sekarang orang-orangnya masih mau bicara, masih mau menemui kita. Minimal orang-orangnya tidak kabur saja dulu," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Sufyan Syarief mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki dugaan penggelapan dana nasabah KLB.
"Kita mendapat pelimpahan kasusnya dari Bareskrim Mabes Polri, disposisinya pada tanggal 16 Fabruari kemarin," kata Sufyan saat dihubungi wartawan, Senin (20/2/2012).
Sufyan mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah korban karena belum ada pelapor. Polisi sendiri menyelidiki kasus tersebut berdasar informasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
"Bapepam melaporkan dugaan tindak pidana tentang perbankan dan penanaman modal yang melibatkan Koperasi Langit Biru di wilayah Tangerang," jelasnya.
(mei/ahy)
Hingga Sabtu (25/2) kemarin, para nasabah tidak kunjung mendapatkan bonus yang dijanjikan pihak koperasi. Manajemen KLB hanya menyuguhi para nasabah dengan ceramah-ceramah. Sebelumnya, KLB telah menunda pencairan bonus selama dua kali yakni tanggal 10 Februari 2012 dan 20 Februari 2012
Seorang nasabah bernama Fauzi mengatakan, nasabah seharusnya menerima pencairan bonus itu setiap tanggal 1-5 tiap bulannya. Fauzi yang sudah menjadi nasabah sejak 8 bulan lalu, mengaku sebelumnya tidak pernah mengalami kendala dalam proses pencairan bonus tersebut sebelumnya.
"Selama 8 bulan alhamdulilah sudah dapat, tiap bulan lancar. Belum ada permasalahan, hanya bulan ini saja. Mereka sudah dua kali menunda," kata Fauzi ditemui di lokasi, Sabtu (25/2/2012) kemarin.
Dari informasi yang didapat Fauzi dari pihak manajemen, koperasi menunda pembayaran bonus karena LC (letter of credit) belum dicairkan.
Fauzi mengatakan, setiap nasabah akan mendapat bonus uang tunai sekitar Rp 1,2 juta berikut produk senilai Rp 340 ribu. Produk yang didapat para nasabah macam-macam di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, sabun dan lain-lain.
"Sampai tanggal 25 ini belum dapat. Sebagian memang ada yang sudah dapat, tetapi ada juga yang belum," kata warga Jakarta ini.
Bagi nasabah, diwajibkan untuk menginvestasikan uangnya berdasarkan paket-paket. Untuk satu paket, nasabah wajib menanamkan uangnya sebesar Rp 10 juta. Dua paket untuk Rp 20 juta dan seterusnya. Bonus yang didapat setiap nasabah berbeda, tergantung besarnya paket.
"Kalau saya investasi Rp 40 juta atau 4 paket. Sebulan mendapat bonus Rp 1,2 juta dikali 4 dipotong zakat 2,5 persen. Total dapat empat koma sekian jutalah cashnya," jelasnya.
Sementara itu, seorang sponsor yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa pihak koperasi tidak transparan dalam pembagian bonus tersebut.
"Yang jelas perusahaan sejauh ini berjalan baik. Okelah perusahan untuk menjaga kerahasiaannya, tetapi penyakit yang ada, perusahaan tidak transparan kepada investor," jelas pria yang kesehariannya berjualan buku itu.
Sponsor adalah orang yang mendaftarkan nasabah ke koperasi. Dari satu nasabah, sponsor akan mendapatkan fee sebesar Rp 30 ribu. Pedagang buku itu mengatakan, ia telah mengumpulkan sekitar 100 investor lebih. Baik sponsor maupun nasabah, harus menunjukkan kwitansi untuk pencairan bonus.
Ia menjelaskan, kemacetan pencairan bonus mulai terjadi sejak awal Februari 2012. Rumors yang didapat sponsor, KLB mencoba menanamkan sahamnya di perusahaan minyak di Cilacap, Jawa Tengah sejak tiga bulan lalu.
"Satu bulan silam saat pengajian, saya dengar perusahaan bayar pabrik garmen Rp 20 M di bandung. Pada bulan mendatang katanya ada pihak yang coba mengambil uang dengan bahasa ekstrimnya korupsi, di dalam, bukan atasannya ini hanya bocoran dari dalam. Jadi sampai saat ini perusahaan belum 100 persen transparan," paparnya.
Sebagai sponsor, pria asal Banten itu kerap didatangi oleh investornya yang menanyakan kejelasan pencairan bonus. Kendati indikasi koperasi tersebut telah bangkrut, ia belum berniat melaporkan kasus tersebut ke aparat polisi.
"Hati nurani kita perusahaan masih punya itikad baik. Disebut ada itikad baik sampai sekarang orang-orangnya masih mau bicara, masih mau menemui kita. Minimal orang-orangnya tidak kabur saja dulu," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Sufyan Syarief mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki dugaan penggelapan dana nasabah KLB.
"Kita mendapat pelimpahan kasusnya dari Bareskrim Mabes Polri, disposisinya pada tanggal 16 Fabruari kemarin," kata Sufyan saat dihubungi wartawan, Senin (20/2/2012).
Sufyan mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah korban karena belum ada pelapor. Polisi sendiri menyelidiki kasus tersebut berdasar informasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
"Bapepam melaporkan dugaan tindak pidana tentang perbankan dan penanaman modal yang melibatkan Koperasi Langit Biru di wilayah Tangerang," jelasnya.
(mei/ahy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 14:17 WIB
Warga Deli Serdang Dibekuk Bawa 2,5 Kg Sabu, Diduga Kurir Antarnegara
-
Senin, 21/05/2012 14:16 WIB
Panglima TNI: 'Koboy' Palmerah Sudah Dihukum
-
Senin, 21/05/2012 14:11 WIB
Terbuka Peluang Prabowo Diusung PD
-
Senin, 21/05/2012 13:50 WIB
Kaca Depan Retak, Lion Air Batal Terbang di Bandara Polonia
-
Senin, 21/05/2012 13:42 WIB
Tak Ikut Campur Proses Hukum, PD Masih Akui Agusrin Sebagai Kadernya
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 13:04 WIB
Santunan Rp 1,25 M untuk Korban Sukhoi Tak Bisa Ditawar Lagi
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Dituntut Bui Seumur Hidup, Umar Patek Menyesal & Minta Maaf
-
Senin, 21/05/2012 12:46 WIB
Umar Patek Sibuk Korek-korek Kuping, Sidang Jeda Sebentar
-
654 Komentar
-
441 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
