Hotel Kerobokan, Resor Murah dan 'Room Service' A la Hotel
Minggu, 26/02/2012 17:47 WIB
Jakarta
Pohon palem, taman rumput, lapangan tenis dan layanan kamar. Apa yang sekilas terlihat seperti sebuah resor murah di sudut daerah turis di Bali ini sebenarnya adalah sebuah penjara terkenal: LP Kerobokan.
Penjara Kerobokan menjadi buah bibir internasional setelah kerusuhan pecah pada Selasa malam hingga Rabu dinihari (21-22 Februari 2012). Saat itu, LP dihuni 1.015 napi, 60 di antaranya asing.
Penulis buku Hotel K atau Hotel Kerobokan, Kathryn Bonella, kepada AFP menulis kehidupan di dalam penjara tersebut. Dia menyebut penjara itu sebagai 'lubang neraka kumuh' di mana uang adalah raja.
"(Penjara) itu 300 persen melebihi kapasitas. Anda dapat merasakan begitu Anda memasuki ruang besuk, maka bahu ketemu bahu dan terasa hawa panas," kata Bonella, menggambarkan sebuah penjara yang dibangun pada tahun 1979 yang berkapasitas hanya 300 narapidana itu.
Pengetahuan jurnalis Australia ini berdasarkan kunjungannya ke penjara itu selama 3 tahun dan ratusan wawancara dengan penjaga dan napi, termasuk mantan napi. Dia dulu tiap hari masuk LP itu dalam rangka menemui "ratu mariyuana" Schapelle Corby untuk menulis otobiografi Corby berjudul No More Tommorrows.
"Ini masih memungkinkan untuk mendapatkan layanan kamar (room service) seperti di hotel: memesan makan malam, memesan bir, keluar dari sel masih mungkin, meskipun disangkal oleh yang berwenang. Tahanan yang memiliki uang bisa hidup lebih bagus," ujar Bonella.
Seorang tahanan yang dipenjara 4 tahun di Kerobokan karena kasus heroin menyatakan, "layanan kamar" tidak hanya terbatas pada makanan. "Sejumlah napi memesan pelacur dengan membayar petugas penjara," kata sumber yang minta namanya tidak disebutkan itu.
Dalam kerusuhan di LP Kerobokan pekan ini, pihak berwenang Indonesia khawatir para napi akan menggunakan 60 napi asing dari Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Denmark, Jepang, Afsel dan negara lainnya, sebagai sandera untuk bekal tawar-menawar. Pemerintah meminta mereka pindah LP untuk keamanan. Namun setelah kerusuhan itu, tidak ada napi asing yang sukarela pergi, dengan alasan mereka tidak ingin memulai beradaptasi di penjara baru.
"Ini adalah sebuah penjara di mana pembunuh berantai, psikopat dan napi narkoba semua bercampur bersama tanpa pemisahanan, di mana hanya ada 17 sipir yang bertugas di waktu yang sama untuk mengawasi lebih 1.000 napi," sebut Bonella.
Koresponden AFP diperkenankan memasuki penjara pada Sabtu (25/2) dan melihat sekitar 20 tahanan menggosok jelaga di dinding dan membersihkan puing-puing bekas kerusuhan di bawah supervisi petugas penjara. Sedangkan 500 napi berkumpul di aula, menabuh drum, bernyanyi dan berjoget, sebagai bagian yang oleh aparat berwenang disebut sebagai "program penyembuhan trauma."
Pada hari Jumat (24/2) saat aparat Indonesia menyebut penjara telah di bawah kontrol. Namun, Myuran Sukumaran, salah satu kawanan Bali Nine yang dijatuhi hukuman mati, memanjat sebuah menara pengawas untuk berbicara dengan reporter di sisi lain dinding penjara.
Pada Juni 2008, napi Australia lainnya, Schapelle Corby, yang divonis 20 tahun di Kerobokan, dipergoki berada di salon kecantikan.
Menurut Bonella, bermodal kontak yang tepat dan uang, napi bisa datang dan pergi sesuka hati. Keterangannya diperkuat oleh pengakuan mantan napi.
Dalam bukunya, Bonella menuturkan, bila napi kaya bisa hidup lebih baik, napi yang tak punya uang terpaksa pasrah, bahkan untuk berbaring saja ruangan tidak cukup, dan makan menu nasi pera. Bonella juga menyebut transaksi seks dan narkoba biasa terjadi.
Pihak berwenang menyadari apa yang terjadi di dalam penjara. "Kami menyadari kegiatan ilegal seperti transaksi narkoba," kata Direktur Ketertiban dan Keamanan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Bambang Krisbanu.
"Prioritas sekarang adalah menangani pasca kerusuhan, lalu kita akan melihat masalah yang lain," katanya kepada AFP.
"Kerobokan adalah sebuah lubang neraka hitam yang terletak di jantung kawasan turis kelas atas di Seminyak, dikelilingi vila mewah dan hotel bintang lima," kata Bonella.
"Kesan pertama dari sebuah resor murah itulah yang membuat saya menyebutnya Hotel Kerobokan," imbuh Bonella.
Pasca kerusuhan, jumlah napi di Kerobokan ada 925 orang, termasuk 60 orang asing dari 17 negara. Sedangkan sebanyak 84 napi pindah LP dan 7 napi bebas.
Menkum Amir Syamsuddin pada 21 Februari 2012 mengakui praktek ilegal masih terjadi di LP-LP . "Pada tataran praktis di lapangan di lapas atau rutan pun masih terdapat aktivitas yang sudah seharusnya ditinggalkan atau dihilangkan. Seperti pungutan liar, kunjungan di luar jam besuk, dan peredaran narkotika. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya mampu menjadikan institusi kita menjadi institusi yang bersih," tegas Amir.
(nrl/nwk)
Penjara Kerobokan menjadi buah bibir internasional setelah kerusuhan pecah pada Selasa malam hingga Rabu dinihari (21-22 Februari 2012). Saat itu, LP dihuni 1.015 napi, 60 di antaranya asing.
Penulis buku Hotel K atau Hotel Kerobokan, Kathryn Bonella, kepada AFP menulis kehidupan di dalam penjara tersebut. Dia menyebut penjara itu sebagai 'lubang neraka kumuh' di mana uang adalah raja.
"(Penjara) itu 300 persen melebihi kapasitas. Anda dapat merasakan begitu Anda memasuki ruang besuk, maka bahu ketemu bahu dan terasa hawa panas," kata Bonella, menggambarkan sebuah penjara yang dibangun pada tahun 1979 yang berkapasitas hanya 300 narapidana itu.
Pengetahuan jurnalis Australia ini berdasarkan kunjungannya ke penjara itu selama 3 tahun dan ratusan wawancara dengan penjaga dan napi, termasuk mantan napi. Dia dulu tiap hari masuk LP itu dalam rangka menemui "ratu mariyuana" Schapelle Corby untuk menulis otobiografi Corby berjudul No More Tommorrows.
"Ini masih memungkinkan untuk mendapatkan layanan kamar (room service) seperti di hotel: memesan makan malam, memesan bir, keluar dari sel masih mungkin, meskipun disangkal oleh yang berwenang. Tahanan yang memiliki uang bisa hidup lebih bagus," ujar Bonella.
Seorang tahanan yang dipenjara 4 tahun di Kerobokan karena kasus heroin menyatakan, "layanan kamar" tidak hanya terbatas pada makanan. "Sejumlah napi memesan pelacur dengan membayar petugas penjara," kata sumber yang minta namanya tidak disebutkan itu.
Dalam kerusuhan di LP Kerobokan pekan ini, pihak berwenang Indonesia khawatir para napi akan menggunakan 60 napi asing dari Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Denmark, Jepang, Afsel dan negara lainnya, sebagai sandera untuk bekal tawar-menawar. Pemerintah meminta mereka pindah LP untuk keamanan. Namun setelah kerusuhan itu, tidak ada napi asing yang sukarela pergi, dengan alasan mereka tidak ingin memulai beradaptasi di penjara baru.
"Ini adalah sebuah penjara di mana pembunuh berantai, psikopat dan napi narkoba semua bercampur bersama tanpa pemisahanan, di mana hanya ada 17 sipir yang bertugas di waktu yang sama untuk mengawasi lebih 1.000 napi," sebut Bonella.
Koresponden AFP diperkenankan memasuki penjara pada Sabtu (25/2) dan melihat sekitar 20 tahanan menggosok jelaga di dinding dan membersihkan puing-puing bekas kerusuhan di bawah supervisi petugas penjara. Sedangkan 500 napi berkumpul di aula, menabuh drum, bernyanyi dan berjoget, sebagai bagian yang oleh aparat berwenang disebut sebagai "program penyembuhan trauma."
Pada hari Jumat (24/2) saat aparat Indonesia menyebut penjara telah di bawah kontrol. Namun, Myuran Sukumaran, salah satu kawanan Bali Nine yang dijatuhi hukuman mati, memanjat sebuah menara pengawas untuk berbicara dengan reporter di sisi lain dinding penjara.
Pada Juni 2008, napi Australia lainnya, Schapelle Corby, yang divonis 20 tahun di Kerobokan, dipergoki berada di salon kecantikan.
Menurut Bonella, bermodal kontak yang tepat dan uang, napi bisa datang dan pergi sesuka hati. Keterangannya diperkuat oleh pengakuan mantan napi.
Dalam bukunya, Bonella menuturkan, bila napi kaya bisa hidup lebih baik, napi yang tak punya uang terpaksa pasrah, bahkan untuk berbaring saja ruangan tidak cukup, dan makan menu nasi pera. Bonella juga menyebut transaksi seks dan narkoba biasa terjadi.
Pihak berwenang menyadari apa yang terjadi di dalam penjara. "Kami menyadari kegiatan ilegal seperti transaksi narkoba," kata Direktur Ketertiban dan Keamanan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Bambang Krisbanu.
"Prioritas sekarang adalah menangani pasca kerusuhan, lalu kita akan melihat masalah yang lain," katanya kepada AFP.
"Kerobokan adalah sebuah lubang neraka hitam yang terletak di jantung kawasan turis kelas atas di Seminyak, dikelilingi vila mewah dan hotel bintang lima," kata Bonella.
"Kesan pertama dari sebuah resor murah itulah yang membuat saya menyebutnya Hotel Kerobokan," imbuh Bonella.
Pasca kerusuhan, jumlah napi di Kerobokan ada 925 orang, termasuk 60 orang asing dari 17 negara. Sedangkan sebanyak 84 napi pindah LP dan 7 napi bebas.
Menkum Amir Syamsuddin pada 21 Februari 2012 mengakui praktek ilegal masih terjadi di LP-LP . "Pada tataran praktis di lapangan di lapas atau rutan pun masih terdapat aktivitas yang sudah seharusnya ditinggalkan atau dihilangkan. Seperti pungutan liar, kunjungan di luar jam besuk, dan peredaran narkotika. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya mampu menjadikan institusi kita menjadi institusi yang bersih," tegas Amir.
(nrl/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 14:17 WIB
Warga Deli Serdang Dibekuk Bawa 2,5 Kg Sabu, Diduga Kurir Antarnegara
-
Senin, 21/05/2012 14:16 WIB
Panglima TNI: 'Koboy' Palmerah Sudah Dihukum
-
Senin, 21/05/2012 14:11 WIB
Terbuka Peluang Prabowo Diusung PD
-
Senin, 21/05/2012 13:50 WIB
Kaca Depan Retak, Lion Air Batal Terbang di Bandara Polonia
-
Senin, 21/05/2012 13:42 WIB
Tak Ikut Campur Proses Hukum, PD Masih Akui Agusrin Sebagai Kadernya
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 13:04 WIB
Santunan Rp 1,25 M untuk Korban Sukhoi Tak Bisa Ditawar Lagi
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Dituntut Bui Seumur Hidup, Umar Patek Menyesal & Minta Maaf
-
Senin, 21/05/2012 12:46 WIB
Umar Patek Sibuk Korek-korek Kuping, Sidang Jeda Sebentar
-
654 Komentar
-
441 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
