detikcom

Minggu, 26/02/2012 13:20 WIB

Total Tersangka Penyerangan di RSPAD Gatot Subroto Jadi 5 Orang

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Setelah sebelumnya menetapkan tiga tersangka terkait kasus penyerangan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/2) dini hari lalu, polisi kemarin kembali menangkap dua tersangka. Dengan demikian, total tersangka berjumlah lima orang.

"Tersangka penyerangan sudah ada lima orang, termasuk Edo," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (26/2/2012).

Kelima tersangka yakni Edward Tupessy alias Edo Kiting, Gretes alias Heri, Toni alias Ongen, Rens dan Abraham. Kelimanya dijerat pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo pasal 170 KUHP.

"Edo adalah koordinatornya," kata Rikwanto.

Para tersangka, kata Rikwanto, memiliki peran masing-masing. Para tersangka, berdasarkan bukti-bukti ikut dalam penyerangan tersebut.

"Dari bukti, keterangan saksi di lokasi, mereka ada di lokasi dan ikut membacok," katanya.

Dua kelompok yang sama-sama merupakan warga Ambon terlibat bentrok di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/2) dini hari lalu. Dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka dalam kasus tersebut.

Peristiwa terjadi ketika kelompok yang diserang sedang melayat keluarganya, Bobby Sahusilawane yang meninggal di RSPAD karena sakit kanker. 50 Orang dari kelompok penyerang, tiba-tiba menyerang pihak korban dengan senjata tajam.

Para pelaku menggunakan delapan mobil, tiga di antaranya mobil pribadi dan lima lainnya taksi. Mereka berdatangan secara satu persatu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/nwk)
"Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 di sini"
 



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
51%
Kontra
49%