Dhana Widyatmika Tinggal di Rumah Warisan Orang Tua
Sabtu, 25/02/2012 18:24 WIB
Jakarta
Mantan pegawai Ditjen Pajak Dhana Widyatmika yang dijadikan tersangka kasus dugaan money laundering dan korupsi oleh Kejagung tinggal di rumah hasil warisan orang tuanya. Bagaimana rumahnya?
Dari pantauan detikcom di rumah Dhana yang beralamat di Jalan Elang Indopura Blok A7 No.15 Cipinang Melayu, rumah tampak kosong dan tidak berpenghuni.
Salah satu tetangga dekatnya yaitu Simon mengatakan sudah beberapa hari ini rumah Dhana kosong pasca penggeledahan oleh aparat Kejaksaan Agung pada Selasa (21/2/2012).
"Sudah beberapa hari kosong. Karena sejak penggerebekan tetangga menjaga jarak karena ingin memberikan waktu kepada keluarga," ujar Simon yang sangat dekat dengan keluarga Dhana, Sabtu (25/2/2012).
Menurut Simon, para tetangga dekat Dhana kaget mendengar Dhana menjadi tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung. "Saya juga kaget saat rumah Dhana digerebek penyidik Kejagung. Ramai sekali Mas. Saya tidak menyangka," imbuhnya.
Lanjut diceritakan Simon, keluarga Dhana sangat taat beribadah. Simon pun sering bertemu Dhana pulang kerja di Mesjid untuk salat.
"Rumah itu saya tahu persis warisan dari orang tuanya. Saya sudah tahu Dhana sejak kecil dan saat kedua orang tuanya meninggal. Dia juga akad nikahnya di situ. Isi rumahnya sederhana," kata Simon.
Rumah bercat dinding putih dan beratap hijau tersebut memliki luas 250 m2 dan berdiri 2 lantai. Rumah ini ditempati Dhana dengan istri dan seorang anaknya. Simon tahu persis detil rumah itu karena dia merupakan saksi ahli waris saat penyerahan rumah tersebut.
Rumah Dhana tersebut berlokasi di kompleks yang biasa. Dari pantauan, rumah tersebut cukup teduh dengan garasi mobil di sampingnya.
Seperti diketahui, Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Namun, dari kondisi rumah yang dimiliki Dhana, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan.
Belum diketahui persis apa bukti-bukti yang dimiliki Kejagung untuk menjadikan Dhana sebagai tersangka kasus money laundering dan korupsi. Yang jelas, Kejagung sudah menyita barang-barang dan harta kekayaan Dhana, termasuk uang dolar dan perhiasan emas. Kejagung belum mau terbuka terkait penyidikan kasus ini, termasuk apakah Kejagung menyidik kasus ini setelah mendapat laporan dari PPATK mengenai transaksi mencurigakan.
Informasi yang berkembang liar, Dhana yang mantan pegawai Ditjen Pajak itu memiliki transaksi mencurigakan hingga Rp 60 miliar. Namun, benarkah demikian? Dhana saat ditemui detikFinance Jumat (24/12/2012) mengaku tidak memiliki dana sefantastis itu. Dia juga membantah mengenai peran sang istri yang berinisial DA, seperti pemberitaan selama ini. Dari laporannya ke KPK, Dhana hanya mempunyai harta total Rp 1,2 miliar termasuk rumah warisan tersebut.
Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus tersebut:
"Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.
Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.
Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening istri saya yang hanya berisi gaji."
(dnl/gah)
Dari pantauan detikcom di rumah Dhana yang beralamat di Jalan Elang Indopura Blok A7 No.15 Cipinang Melayu, rumah tampak kosong dan tidak berpenghuni.
Salah satu tetangga dekatnya yaitu Simon mengatakan sudah beberapa hari ini rumah Dhana kosong pasca penggeledahan oleh aparat Kejaksaan Agung pada Selasa (21/2/2012).
"Sudah beberapa hari kosong. Karena sejak penggerebekan tetangga menjaga jarak karena ingin memberikan waktu kepada keluarga," ujar Simon yang sangat dekat dengan keluarga Dhana, Sabtu (25/2/2012).
Menurut Simon, para tetangga dekat Dhana kaget mendengar Dhana menjadi tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung. "Saya juga kaget saat rumah Dhana digerebek penyidik Kejagung. Ramai sekali Mas. Saya tidak menyangka," imbuhnya.
Lanjut diceritakan Simon, keluarga Dhana sangat taat beribadah. Simon pun sering bertemu Dhana pulang kerja di Mesjid untuk salat.
"Rumah itu saya tahu persis warisan dari orang tuanya. Saya sudah tahu Dhana sejak kecil dan saat kedua orang tuanya meninggal. Dia juga akad nikahnya di situ. Isi rumahnya sederhana," kata Simon.
Rumah bercat dinding putih dan beratap hijau tersebut memliki luas 250 m2 dan berdiri 2 lantai. Rumah ini ditempati Dhana dengan istri dan seorang anaknya. Simon tahu persis detil rumah itu karena dia merupakan saksi ahli waris saat penyerahan rumah tersebut.
Rumah Dhana tersebut berlokasi di kompleks yang biasa. Dari pantauan, rumah tersebut cukup teduh dengan garasi mobil di sampingnya.
Seperti diketahui, Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Namun, dari kondisi rumah yang dimiliki Dhana, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan.
Belum diketahui persis apa bukti-bukti yang dimiliki Kejagung untuk menjadikan Dhana sebagai tersangka kasus money laundering dan korupsi. Yang jelas, Kejagung sudah menyita barang-barang dan harta kekayaan Dhana, termasuk uang dolar dan perhiasan emas. Kejagung belum mau terbuka terkait penyidikan kasus ini, termasuk apakah Kejagung menyidik kasus ini setelah mendapat laporan dari PPATK mengenai transaksi mencurigakan.
Informasi yang berkembang liar, Dhana yang mantan pegawai Ditjen Pajak itu memiliki transaksi mencurigakan hingga Rp 60 miliar. Namun, benarkah demikian? Dhana saat ditemui detikFinance Jumat (24/12/2012) mengaku tidak memiliki dana sefantastis itu. Dia juga membantah mengenai peran sang istri yang berinisial DA, seperti pemberitaan selama ini. Dari laporannya ke KPK, Dhana hanya mempunyai harta total Rp 1,2 miliar termasuk rumah warisan tersebut.
Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus tersebut:
"Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.
Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.
Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening istri saya yang hanya berisi gaji."
(dnl/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 13:30 WIB
Dubes Rusia: Sukhoi Akan Membayarkan Asuransi Semaksimal Mungkin
-
Rabu, 23/05/2012 13:18 WIB
Pilot dan Pramugari Sambut Jenazah Kapten Aan di Masjid Al Bakrie
-
Rabu, 23/05/2012 13:17 WIB
Dubes AS Scott Marciel Kunjungi DPR
-
Rabu, 23/05/2012 13:15 WIB
Respons Laporan Data Pemilih Carut-marut, Panwaslu Undang Timses Cagub DKI
-
Rabu, 23/05/2012 13:14 WIB
Trotoar di Jalan Thamrin pun Masih Belum Bersih dari 'Pengganggu'
-
Rabu, 23/05/2012 12:03 WIB
Ikut Penasaran, Bupati & Kapolres Banyumas Cek Pemangsa 19 Kambing
-
Rabu, 23/05/2012 13:18 WIB
Pilot dan Pramugari Sambut Jenazah Kapten Aan di Masjid Al Bakrie
-
Rabu, 23/05/2012 12:53 WIB
Tinggal 12 Jenazah Korban Sukhoi di Bandara Halim
-
Rabu, 23/05/2012 12:25 WIB
Jenazah Susana Korban Sukhoi Diinapkan di Halim
-
681 Komentar
-
453 Komentar
-
232 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
