Gay Pembunuh di Samarinda Sosok Tertutup, Sempat Diperiksa di RSJ
Sabtu, 25/02/2012 18:08 WIB
Rumah Kusno (Robert/ detikcom)
Samarinda
Kusno (37), warga Jl Lumba-lumba Gang 13 RT 08, Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, yang mengaku telah membunuh kekasihnya seorang anak siswa SMP di Samarinda, AS (13), lantaran cemburu dinilai sebagai sosok tertutup dari pergaulan sehari-hari.
"Dia pendiam, sangat tertutup dan tidak pernah berkomunikasi dengan tetangganya," kata Ketua RT 08, Muhaimin (45), saat berbincang bersama wartawan di rumahnya, Sabtu (25/02/2012) sore WITA.
Menurut Muhaimin, terungkapnya kasus itu, membuatnya bersama dengan warga sekitar sangat terkejut. Meski begitu, kelainan dalam kehidupan yang dimiliki Kusno sudah terbaca oleh kelakuannya sehari-hari.
"Kadang penampilannya sangat rapih, kadang acak-acakan. Ya karena acak-acakan itu kita paham, karena kita tahu dia juga terkadang mengemis-ngemis di kawasan pertokoan Citra Niaga," ujar Muhaimin.
"Anehnya, dia (Kusno) kalau lewat di depan tetangga, kalau ditegur, sering marah. Jadi ya warga mendiamkan saja saja kalau dia lewat, biarpun dia orang lama tinggal di sini," tambahnya.
Gelagat aneh lainnya, Kusno memiliki uang logam lebih dari 1 karung. Itu diketahuinya saat saudara perempuannya membersihkan rumahnya yang terkesan sangat jorok, sehingga diketahui uang logam Kusno lebih dari 1 karung.
"Sejak gelagat aneh itu, dia pernah diperiksa ke RS Jiwa (RS Atma Husada Mahakam), meski akhirnya kembali ke rumahnya lagi. Sejak saat itu juga, dia sudah tidak diperdulikan lagi oleh keluarganya, meski adiknya (Sugiono) tinggal tepat di sebelah rumahnya," jelas Muhaimin.
Muhaimin menerangkan, sebelum AS terlihat sering bermain ke rumah Kusno, seorang anak berusia remaja juga terlihat seringkali bertandang ke rumah Kusno, meski akhirnya Kusno dan anak remaja itu terlibat pertengkaran.
"Kalau dia tidak bertengkar dengan anak remaja itu, kami warga tidak bakalan tahu kalau anak remaja itu sering ke rumah Kusno," sebutnya.
"Dia tidak dekat dengan anak-anak sekitar sini. Tapi dia terlihat dekat dengan anak-anak di luar dari Gang 13 ini," terang Muhaimin.
Meski sebagai pengemis, namun barang-barang yang dimiliki Kusno, layaknya orang berpenghasilan lebih dari cukup. Di rumahnya, sambung Muhaimin, memiliki 2 antena parabola, 4 unit televisi 21 inchi serta banyak makanan dan minuman ringan seperti minuman kaleng dan makanan ringan yang umum dikonsumsi anak-anak.
"Jadi sehari-sehari, dia itu pergi jalan menjelang subuh, kemudian pulang ke rumah jelang tengah malam," ungkapnya.
Pasca terungkapnya kejadian itu, warga sekitar semakin meningkatkan kewaspadaan dan lebih ketat menjaga anak-anak mereka. Bahkan, Sugiyono, adik kandung dari Kusno yang berprofesi sebagai PNS di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara, memilih untuk tidak tinggal di rumah itu lagi.
"Mungkin dia (Sugiyono) malu dengan ulah kakaknya," tutup Muhaimin.
Pengamatan di lokasi rumah Kusno sekitar pukul 17.30 WITA, rumah berwarna cat hijau yang sebelumnya dihuni oleh Kusno, kini terlihat sepi. Garis batas polisi (Police Line) dipasang setelah polisi menemukan jenazah AS. Demikian halnya dengan kediaman adik kandungnya, Sugiyono, yang berada tepat disebalah kiri rumah Kusno, juga terlihat sepi tidak berpenghuni.
Seperti diberitakan sebelumnya, AS (13), siswa kelas I sebuah SMP di Samarinda ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di belakang rumah Kusno, di Jl Lumba-lumba Samarinda, Kamis (23/02/2012) malam.
AS tewas dibunuh Kusno, 5 Februari 2012 lalu, seiring dengan laporan hilang ayah A ke kepolisian. Kusno sendiri belakangan diketahui memiliki kelainan seks lantaran menyukai sesama jenis. Kini, Kusno yang meringkuk di sel tahanan kepolisian, terancam 12 tahun penjara dengan jeratan pasal 338 KUHP dan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
(gah/gah)
"Dia pendiam, sangat tertutup dan tidak pernah berkomunikasi dengan tetangganya," kata Ketua RT 08, Muhaimin (45), saat berbincang bersama wartawan di rumahnya, Sabtu (25/02/2012) sore WITA.
Menurut Muhaimin, terungkapnya kasus itu, membuatnya bersama dengan warga sekitar sangat terkejut. Meski begitu, kelainan dalam kehidupan yang dimiliki Kusno sudah terbaca oleh kelakuannya sehari-hari.
"Kadang penampilannya sangat rapih, kadang acak-acakan. Ya karena acak-acakan itu kita paham, karena kita tahu dia juga terkadang mengemis-ngemis di kawasan pertokoan Citra Niaga," ujar Muhaimin.
"Anehnya, dia (Kusno) kalau lewat di depan tetangga, kalau ditegur, sering marah. Jadi ya warga mendiamkan saja saja kalau dia lewat, biarpun dia orang lama tinggal di sini," tambahnya.
Gelagat aneh lainnya, Kusno memiliki uang logam lebih dari 1 karung. Itu diketahuinya saat saudara perempuannya membersihkan rumahnya yang terkesan sangat jorok, sehingga diketahui uang logam Kusno lebih dari 1 karung.
"Sejak gelagat aneh itu, dia pernah diperiksa ke RS Jiwa (RS Atma Husada Mahakam), meski akhirnya kembali ke rumahnya lagi. Sejak saat itu juga, dia sudah tidak diperdulikan lagi oleh keluarganya, meski adiknya (Sugiono) tinggal tepat di sebelah rumahnya," jelas Muhaimin.
Muhaimin menerangkan, sebelum AS terlihat sering bermain ke rumah Kusno, seorang anak berusia remaja juga terlihat seringkali bertandang ke rumah Kusno, meski akhirnya Kusno dan anak remaja itu terlibat pertengkaran.
"Kalau dia tidak bertengkar dengan anak remaja itu, kami warga tidak bakalan tahu kalau anak remaja itu sering ke rumah Kusno," sebutnya.
"Dia tidak dekat dengan anak-anak sekitar sini. Tapi dia terlihat dekat dengan anak-anak di luar dari Gang 13 ini," terang Muhaimin.
Meski sebagai pengemis, namun barang-barang yang dimiliki Kusno, layaknya orang berpenghasilan lebih dari cukup. Di rumahnya, sambung Muhaimin, memiliki 2 antena parabola, 4 unit televisi 21 inchi serta banyak makanan dan minuman ringan seperti minuman kaleng dan makanan ringan yang umum dikonsumsi anak-anak.
"Jadi sehari-sehari, dia itu pergi jalan menjelang subuh, kemudian pulang ke rumah jelang tengah malam," ungkapnya.
Pasca terungkapnya kejadian itu, warga sekitar semakin meningkatkan kewaspadaan dan lebih ketat menjaga anak-anak mereka. Bahkan, Sugiyono, adik kandung dari Kusno yang berprofesi sebagai PNS di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara, memilih untuk tidak tinggal di rumah itu lagi.
"Mungkin dia (Sugiyono) malu dengan ulah kakaknya," tutup Muhaimin.
Pengamatan di lokasi rumah Kusno sekitar pukul 17.30 WITA, rumah berwarna cat hijau yang sebelumnya dihuni oleh Kusno, kini terlihat sepi. Garis batas polisi (Police Line) dipasang setelah polisi menemukan jenazah AS. Demikian halnya dengan kediaman adik kandungnya, Sugiyono, yang berada tepat disebalah kiri rumah Kusno, juga terlihat sepi tidak berpenghuni.
Seperti diberitakan sebelumnya, AS (13), siswa kelas I sebuah SMP di Samarinda ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di belakang rumah Kusno, di Jl Lumba-lumba Samarinda, Kamis (23/02/2012) malam.
AS tewas dibunuh Kusno, 5 Februari 2012 lalu, seiring dengan laporan hilang ayah A ke kepolisian. Kusno sendiri belakangan diketahui memiliki kelainan seks lantaran menyukai sesama jenis. Kini, Kusno yang meringkuk di sel tahanan kepolisian, terancam 12 tahun penjara dengan jeratan pasal 338 KUHP dan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
(gah/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 23/05/2012 13:30 WIB
Dubes Rusia: Sukhoi Akan Membayarkan Asuransi Semaksimal Mungkin
-
Rabu, 23/05/2012 13:18 WIB
Pilot dan Pramugari Sambut Jenazah Kapten Aan di Masjid Al Bakrie
-
Rabu, 23/05/2012 13:17 WIB
Dubes AS Scott Marciel Kunjungi DPR
-
Rabu, 23/05/2012 13:15 WIB
Respons Laporan Data Pemilih Carut-marut, Panwaslu Undang Timses Cagub DKI
-
Rabu, 23/05/2012 13:14 WIB
Trotoar di Jalan Thamrin pun Masih Belum Bersih dari 'Pengganggu'
-
Rabu, 23/05/2012 12:03 WIB
Ikut Penasaran, Bupati & Kapolres Banyumas Cek Pemangsa 19 Kambing
-
Rabu, 23/05/2012 13:18 WIB
Pilot dan Pramugari Sambut Jenazah Kapten Aan di Masjid Al Bakrie
-
Rabu, 23/05/2012 12:53 WIB
Tinggal 12 Jenazah Korban Sukhoi di Bandara Halim
-
Rabu, 23/05/2012 12:25 WIB
Jenazah Susana Korban Sukhoi Diinapkan di Halim
-
681 Komentar
-
453 Komentar
-
232 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
