Petani Mesuji Kembali Bakar Lahan Milik PT BSMI
Sabtu, 25/02/2012 15:27 WIB
Boy Rafli (Dok.detikcom)
Jakarta
Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, kembali bergejolak. Puluhan petani di kabupaten itu membakar kantor milik PT Barat Selatan Makmur Investindo (PT BSMI). Tidak ada korban dalam rusuh itu.
"Iya betul tadi kejadiannya dari pukul 10.00 WIB-12.00 WIB," ujar Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli kepada detikcom, Sabtu (25/2/2012).
Menurut Boy, awalnya petani tersebut melakukan unjuk rasa di perusahaan tersebut. Namun unjuk rasa itu berakhir dengan pembakaran.
Pembakaran, lanjut Boy, diduga karena ada sengketa lahan petani dengan PT BSMI. Hingga kini, polisi melakukan olah TKP. Polisi juga belum mengamankan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab akan peristiwa itu.
"Belum ada yang diperiksa dan diamankan," kata dia.
Sebelumnya, peristiwa Mesuji pernah terungkap pada akhir 2011. Bahkan, pemerintah mengatasinya dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mesuji. Dalam laporan akhirnya, TGPF menyebutkan adanya pemenggalan orang di Mesuji, namun bukan seperti yang ada di dalam video yang beredar.
"Dalam video ada bagian yang benar, namun ada beberapa bagian setelah dicek berdasar ahli dan temuan di lapangan tidak ada. Bukan berarti di Mesuji tidak ada pemenggalan," terang Ketua TGPF, Denny Indrayana, dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (16/1) lalu.
Inilah temuan yang disampaikan TGPF dalam laporan akhirnya:
1. Terjadi konflik dan sengketa lahan di 3 tempat, yaitu Desa Sodong, Kecamtan Mesuji, Sumsel, Wilayah Register 45 dan di Desa Sritanjung, Kabupaten Lampung.
2. TGPF menemukan dokumen pembiayaan penertiban kawasan hutan dan pengamanan kehutanan, yang dananya dari perusahaan. Ini perlu dibenahi karena mempengaruhi netralitas dan profesionalitas aparat keamanan.
3. TGPF menemukan adanya calo tanah di area perkebunan yang memanfaatkan ketidaktahuan warga mengenai pemanfaatan tanah.
4. Mengenai video yang sempat diputar di DPR, ada bagian yang benar tapi ada juga bagian yang tidak benar, setelah dicek berdasar pendapat ahli dan temuan lapangan. Yang tidak benar dari video tersebut adalah bagian tersadis yang ada di lapangan, tapi bukan berarti tidak ada pemenggalan. Hanya saja pemenggalan orang itu tidak se[erti yang terekam di video itu.
5. Terkait dengan aksi penanganan warga, TGPF menilai belum diterapkan prosedur Kapolri terkait tindakan pengamanan oleh pihak kepolisian yang berada di lapangan.
6. Ditemukan sebuah video baru tentang proses penertiban di wilayah Register 45, jatuh korban tewas bernama Made Asta. Perlu pendalaman kronologi tentang peristiwa tersebut Made Asta, Komnas HAM perlu memastikan ada pelanggaran HAM atau tidak.
7. Total korban jiwa akibat peristiwa tersebut ada 9 orang, satu di wilayah Register 45 atas nama Made Asta, di wilayah Desa Sritanjung atas nama Zaelani, dan 7 orang di Desa Sodong; 2 dari masyarakat dan 5 orang dari pihak pengamanan.
(nik/gah)
"Iya betul tadi kejadiannya dari pukul 10.00 WIB-12.00 WIB," ujar Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli kepada detikcom, Sabtu (25/2/2012).
Menurut Boy, awalnya petani tersebut melakukan unjuk rasa di perusahaan tersebut. Namun unjuk rasa itu berakhir dengan pembakaran.
Pembakaran, lanjut Boy, diduga karena ada sengketa lahan petani dengan PT BSMI. Hingga kini, polisi melakukan olah TKP. Polisi juga belum mengamankan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab akan peristiwa itu.
"Belum ada yang diperiksa dan diamankan," kata dia.
Sebelumnya, peristiwa Mesuji pernah terungkap pada akhir 2011. Bahkan, pemerintah mengatasinya dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mesuji. Dalam laporan akhirnya, TGPF menyebutkan adanya pemenggalan orang di Mesuji, namun bukan seperti yang ada di dalam video yang beredar.
"Dalam video ada bagian yang benar, namun ada beberapa bagian setelah dicek berdasar ahli dan temuan di lapangan tidak ada. Bukan berarti di Mesuji tidak ada pemenggalan," terang Ketua TGPF, Denny Indrayana, dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (16/1) lalu.
Inilah temuan yang disampaikan TGPF dalam laporan akhirnya:
1. Terjadi konflik dan sengketa lahan di 3 tempat, yaitu Desa Sodong, Kecamtan Mesuji, Sumsel, Wilayah Register 45 dan di Desa Sritanjung, Kabupaten Lampung.
2. TGPF menemukan dokumen pembiayaan penertiban kawasan hutan dan pengamanan kehutanan, yang dananya dari perusahaan. Ini perlu dibenahi karena mempengaruhi netralitas dan profesionalitas aparat keamanan.
3. TGPF menemukan adanya calo tanah di area perkebunan yang memanfaatkan ketidaktahuan warga mengenai pemanfaatan tanah.
4. Mengenai video yang sempat diputar di DPR, ada bagian yang benar tapi ada juga bagian yang tidak benar, setelah dicek berdasar pendapat ahli dan temuan lapangan. Yang tidak benar dari video tersebut adalah bagian tersadis yang ada di lapangan, tapi bukan berarti tidak ada pemenggalan. Hanya saja pemenggalan orang itu tidak se[erti yang terekam di video itu.
5. Terkait dengan aksi penanganan warga, TGPF menilai belum diterapkan prosedur Kapolri terkait tindakan pengamanan oleh pihak kepolisian yang berada di lapangan.
6. Ditemukan sebuah video baru tentang proses penertiban di wilayah Register 45, jatuh korban tewas bernama Made Asta. Perlu pendalaman kronologi tentang peristiwa tersebut Made Asta, Komnas HAM perlu memastikan ada pelanggaran HAM atau tidak.
7. Total korban jiwa akibat peristiwa tersebut ada 9 orang, satu di wilayah Register 45 atas nama Made Asta, di wilayah Desa Sritanjung atas nama Zaelani, dan 7 orang di Desa Sodong; 2 dari masyarakat dan 5 orang dari pihak pengamanan.
(nik/gah)
Baca Juga
- LPSK Putuskan Lindungi Saksi dan Korban Mesuji Pekan Depan
- updated
Advokasi Sengketa Tanah, Mayjen (Purn) Saurip Kadi Dicegat Massa di Kalteng - Cegah Mesuji-Bima Terulang, Polri Minta Kementerian Turun Tangan
- Polri Siap Hadapi Perbedaan Temuan TPGF di Mesuji
- Lindungi Para Saksi, LPSK ke Mesuji Pekan Depan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 13:41 WIB
Jaring Anggota DKPP, Komisi II Gunakan Dua Metode
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Napi di Cirebon Tertangkap Sembunyikan 64 Paket Heroin di CD
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Dituntut Bui Seumur Hidup, Umar Patek Menyesal & Minta Maaf
-
Senin, 21/05/2012 13:29 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Akan 'Beraksi' Bila Konser Digelar
-
Senin, 21/05/2012 13:17 WIB
Pemuda Tewas di Ciputat, Diduga Over Dosis
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 12:46 WIB
Umar Patek Sibuk Korek-korek Kuping, Sidang Jeda Sebentar
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 13:04 WIB
Santunan Rp 1,25 M untuk Korban Sukhoi Tak Bisa Ditawar Lagi
-
647 Komentar
-
441 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
