Dhana Widyatmika ke Luar Negeri Hanya 2 Kali Setahun
Sabtu, 25/02/2012 13:24 WIB
Jakarta
Mantan pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dijadikan tersangka kasus money laundering dan dugaan korupsi oleh Kejagung, Dhana Widyatmika, ternyata jarang ke luar negeri. Dari kurun waktu setahun, dari November 2010 hingga November 2011, Dhana hanya pergi ke luar negeri dua kali.
Data yang didapatkan detikcom dari Imigrasi Kemenkum HAM, Sabtu (25/4/2012) dua tujuan negara Dhana selama kurun waktu itu adalah Jeddah Arab Saudi dan Singapura. Dari data itu, Dhana yang memegang paspor bernomor S 922139 itu sempat sebulan berada di Arab Saudi.
Dhana meninggalkan Jakarta menuju Jeddah melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 November 2010 pukul 13.30 WIB dengan pesawat Garuda GA 982. Dhana baru kembali ke Jakarta pada 8 Desember 2010 dengan menumpang pesawat GA 981. Dilihat dari jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan luar negerinya yang sampai sebulan di Arab Saudi, Dhana diduga menjalankan ibadah haji.
Setelah itu, hampir setahun kemudian, pada Jumat 4 November 2011 Dhana baru melakukan kunjungan ke luar negeri lagi. Pada pukul 16.31 WIB, Dhana terbang ke Singapura . Kali ini, Dhana yang disebut-sebut memiliki transaksi mencurigakan itu hanya menumpang pesawat yang tidak mahal: Lion Air dengan nomor penerbangan JT 158. Dhana kembali ke Jakarta pada 7 November 2011 dengan penerbangan Lion Air juga JT 159.
Pada tahun 2012, Dhana tidak tercatat pernah ke luar negeri.
Seperti diketahui, Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Namun, dari data perjalanan di Imigrasi itu, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan, mengapa Dhana sangat jarang bepergian ke luar negeri?
Belum diketahui persis apa bukti-bukti yang dimiliki Kejagung untuk menjadikan Dhana sebagai tersangka kasus money laundering dan korupsi. Yang jelas, Kejagung sudah menyita barang-barang dan harta kekayaan Dhana, termasuk uang dollar dan perhiasan emas. Kejagung belum mau terbuka terkait penyidikan kasus ini, termasuk apakah Kejagung menyidik kasus ini setelah mendapat laporan dari PPATK mengenai transaksi mencurigakan.
Informasi yang berkembang liar, Dhana yang mantan pegawai Ditjen Pajak itu memiliki transaksi mencurigakan hingga Rp 60 miliar. Namun, benarkah demikian? Dhana saat ditemui detikcom Jumat (24/12/2012) mengaku tidak memiliki dana sefantastis itu. Dia juga membantah mengenai peran sang istri yang berinisial DA, seperti pemberitaan selama ini.
Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus tersebut:
"Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.
Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.
Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening isteri saya yang hanya berisi gaji."
(asy/gah)
Data yang didapatkan detikcom dari Imigrasi Kemenkum HAM, Sabtu (25/4/2012) dua tujuan negara Dhana selama kurun waktu itu adalah Jeddah Arab Saudi dan Singapura. Dari data itu, Dhana yang memegang paspor bernomor S 922139 itu sempat sebulan berada di Arab Saudi.
Dhana meninggalkan Jakarta menuju Jeddah melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 November 2010 pukul 13.30 WIB dengan pesawat Garuda GA 982. Dhana baru kembali ke Jakarta pada 8 Desember 2010 dengan menumpang pesawat GA 981. Dilihat dari jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan luar negerinya yang sampai sebulan di Arab Saudi, Dhana diduga menjalankan ibadah haji.
Setelah itu, hampir setahun kemudian, pada Jumat 4 November 2011 Dhana baru melakukan kunjungan ke luar negeri lagi. Pada pukul 16.31 WIB, Dhana terbang ke Singapura . Kali ini, Dhana yang disebut-sebut memiliki transaksi mencurigakan itu hanya menumpang pesawat yang tidak mahal: Lion Air dengan nomor penerbangan JT 158. Dhana kembali ke Jakarta pada 7 November 2011 dengan penerbangan Lion Air juga JT 159.
Pada tahun 2012, Dhana tidak tercatat pernah ke luar negeri.
Seperti diketahui, Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Namun, dari data perjalanan di Imigrasi itu, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan, mengapa Dhana sangat jarang bepergian ke luar negeri?
Belum diketahui persis apa bukti-bukti yang dimiliki Kejagung untuk menjadikan Dhana sebagai tersangka kasus money laundering dan korupsi. Yang jelas, Kejagung sudah menyita barang-barang dan harta kekayaan Dhana, termasuk uang dollar dan perhiasan emas. Kejagung belum mau terbuka terkait penyidikan kasus ini, termasuk apakah Kejagung menyidik kasus ini setelah mendapat laporan dari PPATK mengenai transaksi mencurigakan.
Informasi yang berkembang liar, Dhana yang mantan pegawai Ditjen Pajak itu memiliki transaksi mencurigakan hingga Rp 60 miliar. Namun, benarkah demikian? Dhana saat ditemui detikcom Jumat (24/12/2012) mengaku tidak memiliki dana sefantastis itu. Dia juga membantah mengenai peran sang istri yang berinisial DA, seperti pemberitaan selama ini.
Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus tersebut:
"Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.
Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.
Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening isteri saya yang hanya berisi gaji."
(asy/gah)
Baca Juga
- Dhana Widyatmika Lapor Kekayaan ke KPK Rp 1,2 Miliar
- Ini Tanggapan Lengkap Dhana Widyatmika Soal Tudingan 'The Next Gayus'
- Kabur ke Luar Negeri, Joko Tjandra Belum Bisa Dieksekusi Kejagung
- Eksekusi Agusrin, Kejagung Berkordinasi dengan Kejari Jakpus dan Bengkulu
- Wah! Kejagung Juga Sita Emas Milik Oknum 'The Next Gayus'
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 13:17 WIB
Dubes AS Scott Marciel Kunjungi DPR
-
Rabu, 23/05/2012 13:15 WIB
Respons Laporan Data Pemilih Carut-marut, Panwaslu Undang Timses Cagub DKI
-
Rabu, 23/05/2012 13:14 WIB
Trotoar di Jalan Thamrin pun Masih Belum Bersih dari 'Pengganggu'
-
Rabu, 23/05/2012 13:12 WIB
Carut Marut DPS, Jokowi-Ahok Polisikan Kadis Dukcapil DKI ke Mabes Polri
-
Rabu, 23/05/2012 13:09 WIB
Nurhayati Tepis Isu Jadi Ketua FPD untuk Muluskan Ani Yudhoyono
-
Rabu, 23/05/2012 12:03 WIB
Ikut Penasaran, Bupati & Kapolres Banyumas Cek Pemangsa 19 Kambing
-
Rabu, 23/05/2012 09:59 WIB
Inilah Sosok Pemangsa 19 Kambing yang Meresahkan Warga Banyumas
-
Rabu, 23/05/2012 11:11 WIB
6 Pilot Panggul Peti Jenazah Kapten Darwin Pelawi
-
Rabu, 23/05/2012 11:52 WIB
Hujan Tangis Iringi Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi
-
681 Komentar
-
453 Komentar
-
232 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
