Rifai: Saya Banyak Bicara Karena Didorong LPSK
Sabtu, 25/02/2012 05:34 WIB
Jakarta
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan mencabut perlindungan terhadap Mindo Rosalina Manulang karena sang pengacara, Ahmad Rifai, banyak bicara. Menanggapi hal ini, Rifai justru berpendapat sebaliknya.
"Saya saat bertemu Ibu Lili (komisioner LPSK) di KPK, beliau malah memberikan dorongan pada Bu Rosa untuk membongkar kasus-kasus. Buka saja pada Pak Rifai katanya," ucap Rifai saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/2/2012) malam.
Pertemuan itu, kata Rifai, terjadi saat Rosa diberi pendampingan oleh LPSK. Tak ada larangan sebelumnya ke Rosa atau Rifai untuk membongkar kasus-kasus, termasuk menteri yang meminta fee 8 persen.
"Nah, makanya kami mempertanyakan logika hukum perlindungan terhadap Bu Rosa," ujarnya.
Saat ditanya soal surat kuasa yang belum diserahkan pada LPSK, mantan pengacara kasus Bibit-Chandra ini mengaku sudah menyampaikannya sejak 13 Februari lalu. Karena itu, tak ada alasan untuk meragukan keabsahannya sebagai pengacara Rosa.
"Sudah diterima oleh Mas Bambang pada Senin 13 Februari lalu," jawabnya.
Sebelumnya, LPSK mengancam akan mencabut perlindungan yang telah diberikan terhadap Rosa atas kasus Wisma Atlet tersebut. Alasannya, Rifai terlalu banyak bicara soal kasus sehingga membahayakan posisi Rosa.
Peninjauan ulang ini didasarkan perjanjian Rosa dengan LPSK. Yaitu orang yang di bawah perlindungan LPSK harus seizin LPSK jika berhubungan dengan pihak lain.
(mad/mad)
"Saya saat bertemu Ibu Lili (komisioner LPSK) di KPK, beliau malah memberikan dorongan pada Bu Rosa untuk membongkar kasus-kasus. Buka saja pada Pak Rifai katanya," ucap Rifai saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/2/2012) malam.
Pertemuan itu, kata Rifai, terjadi saat Rosa diberi pendampingan oleh LPSK. Tak ada larangan sebelumnya ke Rosa atau Rifai untuk membongkar kasus-kasus, termasuk menteri yang meminta fee 8 persen.
"Nah, makanya kami mempertanyakan logika hukum perlindungan terhadap Bu Rosa," ujarnya.
Saat ditanya soal surat kuasa yang belum diserahkan pada LPSK, mantan pengacara kasus Bibit-Chandra ini mengaku sudah menyampaikannya sejak 13 Februari lalu. Karena itu, tak ada alasan untuk meragukan keabsahannya sebagai pengacara Rosa.
"Sudah diterima oleh Mas Bambang pada Senin 13 Februari lalu," jawabnya.
Sebelumnya, LPSK mengancam akan mencabut perlindungan yang telah diberikan terhadap Rosa atas kasus Wisma Atlet tersebut. Alasannya, Rifai terlalu banyak bicara soal kasus sehingga membahayakan posisi Rosa.
Peninjauan ulang ini didasarkan perjanjian Rosa dengan LPSK. Yaitu orang yang di bawah perlindungan LPSK harus seizin LPSK jika berhubungan dengan pihak lain.
(mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 13:09 WIB
Anggota Wanbin PD: Nurhayati Pandai Merangkul dan Melobi
-
Rabu, 23/05/2012 13:01 WIB
Dubes Rusia: Hasil Pemeriksaan CVR, Tak Ada Masalah Teknis di Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 12:59 WIB
Dewan Pembina PD: Pencapresan Ani, Tergantung SBY
-
Rabu, 23/05/2012 12:53 WIB
Tinggal 12 Jenazah Korban Sukhoi di Bandara Halim
-
Rabu, 23/05/2012 12:53 WIB
Dijemput Pesawat Khusus, 8 WN Rusia Korban Sukhoi Diterbangkan Malam Ini
-
Rabu, 23/05/2012 12:03 WIB
Ikut Penasaran, Bupati & Kapolres Banyumas Cek Pemangsa 19 Kambing
-
Rabu, 23/05/2012 09:59 WIB
Inilah Sosok Pemangsa 19 Kambing yang Meresahkan Warga Banyumas
-
Rabu, 23/05/2012 12:25 WIB
Jenazah Susana Korban Sukhoi Diinapkan di Halim
-
Rabu, 23/05/2012 11:11 WIB
6 Pilot Panggul Peti Jenazah Kapten Darwin Pelawi
-
679 Komentar
-
453 Komentar
-
232 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
