Megawati: Jangan Ada Lagi Kader PDIP yang Main Duit
Jumat, 24/02/2012 22:11 WIB
Denpasar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir para elit partainya yang berpikir pragmatis saat menjadi pejabat publik. Megawati juga meminta para kader PDIP tidak berorientasi pada uang saat menjadi pejabat publik.
"Jangan ada lagi musuh dalam selimut kita. Jangan ada lagi yang main-main duit," ujar Megawati.
Hal itu dia katakan dalam memberi pengarahan kepada seribuan kader PDIP Bali di Hotel Nikki, Bali, Jumat (24/2/2012).
"Ada kader yang menggunakan partai sebagai tunggangan sebagai sapi perah. Berpikir kalau memenangkan ini saya dapat uang berapa? Rp 300 juta, Rp 400 juta, Rp 500 juta. Dipikir ibu ndak tau ya. Kalau berani berkata jujur, berani mengaku di kalangan sini pun ada," paparnya.
Megawati bercerita saat menjadi anggota DPR RI hingga menjadi Presiden RI, peluang untuk mencari jatah dari proyek-proyek terbuka lebar. Namun dirinya tidak pernah berpikir untuk mencari keuntungan pribadi.
"Tapi nanti turun itu Bung Karno. Padahal kalau dihitung tidak usah loh seperti sekarang ini korupsi-korupsi. Pokoknya teken jret how much. Dulu saya dengar nguping-nguping tiap jret 10%. Kalau sekarang berapa gedenya proyeknya," ungkapnya.
"Dia pikir kalau dia mati bakalan dia bawa itu duit. Baru Rp 1 M, Rp 2 M lupa. Ini elit kita loh," lanjutnya.
Megawati juga menyindir para elite partai yang enggan turun ke konstituennya dan para pengurus di tingkat paling bawah.
"Ini adalah sebuah kesalahan besar yang dilakukan elite PDIP. Sebab struktur partai paling bawah sesungguhnya merupakan mesin riil partai yang bekerja untuk kemenangan partai," sindirnya.
(mpr/mad)
"Jangan ada lagi musuh dalam selimut kita. Jangan ada lagi yang main-main duit," ujar Megawati.
Hal itu dia katakan dalam memberi pengarahan kepada seribuan kader PDIP Bali di Hotel Nikki, Bali, Jumat (24/2/2012).
"Ada kader yang menggunakan partai sebagai tunggangan sebagai sapi perah. Berpikir kalau memenangkan ini saya dapat uang berapa? Rp 300 juta, Rp 400 juta, Rp 500 juta. Dipikir ibu ndak tau ya. Kalau berani berkata jujur, berani mengaku di kalangan sini pun ada," paparnya.
Megawati bercerita saat menjadi anggota DPR RI hingga menjadi Presiden RI, peluang untuk mencari jatah dari proyek-proyek terbuka lebar. Namun dirinya tidak pernah berpikir untuk mencari keuntungan pribadi.
"Tapi nanti turun itu Bung Karno. Padahal kalau dihitung tidak usah loh seperti sekarang ini korupsi-korupsi. Pokoknya teken jret how much. Dulu saya dengar nguping-nguping tiap jret 10%. Kalau sekarang berapa gedenya proyeknya," ungkapnya.
"Dia pikir kalau dia mati bakalan dia bawa itu duit. Baru Rp 1 M, Rp 2 M lupa. Ini elit kita loh," lanjutnya.
Megawati juga menyindir para elite partai yang enggan turun ke konstituennya dan para pengurus di tingkat paling bawah.
"Ini adalah sebuah kesalahan besar yang dilakukan elite PDIP. Sebab struktur partai paling bawah sesungguhnya merupakan mesin riil partai yang bekerja untuk kemenangan partai," sindirnya.
(mpr/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 12:40 WIB
Tim Arkeolog Temukan Batu Unik Ukuran 3,5 Cm di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 12:26 WIB
LBH Jakarta: 14 Tahun Reformasi, Hukum Indonesia Alami 3 Kemunduran
-
Senin, 21/05/2012 12:15 WIB
Ketika Mental Dipersiapkan Demi Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Rapimnasus Golkar Akan Bahas Mekanisme Pemilihan Cawapres Ical
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
KNKT Tetap Teruskan Pencarian FDR Sukhoi di Gunung Salak
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 11:33 WIB
Demi Memori Terakhir, Keluarga Korban Sukhoi Aan Tak akan Lihat Jasad
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Jika Tak Kuat, Keluarga Disarankan Tak Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Pencarian FDR Sukhoi Distop, Pasukan RI & Rusia Ditarik
-
696 Komentar
-
437 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
