KPK Simpan Rapat Nama Menteri yang Diadukan Rosa
Jumat, 24/02/2012 18:35 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan membeberkan nama menteri penerima fee proyek dalam kasus yang menjerat Mindo Rosalina Manulang. Menteri tersebut telah dilaporkan kuasa hukum Rosa, Ahmad Rifai.
"Laporan itu kemarin diterima dan KPK punya aturan di Undang-undang bahwa tidak bisa menyebut isi laporan dari pelapor," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/02/2012).
Menurut Johan, yang berhak menyampaikan itu ke publik adalah pelapor. Dalam hal ini Ahmad Rifai.
"Kecuali pelapor itu yang memublikasikan kepada publik," imbuh Johan.
"Tapi memang ada menteri yang dilaporkan ke situ?" tanya wartawan penasaran.
"Mohon maaf, saya nggak lihat laporannya, mungkin Pak Rifai yang lebih detil karena dia yang menjelaskan secara gamblang," tangkis Johan.
Seperti diberitakan, Ahmad Rifai melaporkan ke KPK pengakuan kliennya, Mindo Rosalina Manulang, tentang menteri yang meminta free proyek, Kamis (23/02) kemarin. Meski tidak menyebutkan nama, Rifai memberi petunjuk bawah menteri tersebut salah satu dari menteri yang menjadi saksi di Pengadilan Tipikor pekan ini.
"Dia meminta jatah itu dibayar di depan. Jika tidak, maka proyek akan diberikan ke yang lain," tutur Rifai.
(ans/ndr)
"Laporan itu kemarin diterima dan KPK punya aturan di Undang-undang bahwa tidak bisa menyebut isi laporan dari pelapor," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/02/2012).
Menurut Johan, yang berhak menyampaikan itu ke publik adalah pelapor. Dalam hal ini Ahmad Rifai.
"Kecuali pelapor itu yang memublikasikan kepada publik," imbuh Johan.
"Tapi memang ada menteri yang dilaporkan ke situ?" tanya wartawan penasaran.
"Mohon maaf, saya nggak lihat laporannya, mungkin Pak Rifai yang lebih detil karena dia yang menjelaskan secara gamblang," tangkis Johan.
Seperti diberitakan, Ahmad Rifai melaporkan ke KPK pengakuan kliennya, Mindo Rosalina Manulang, tentang menteri yang meminta free proyek, Kamis (23/02) kemarin. Meski tidak menyebutkan nama, Rifai memberi petunjuk bawah menteri tersebut salah satu dari menteri yang menjadi saksi di Pengadilan Tipikor pekan ini.
"Dia meminta jatah itu dibayar di depan. Jika tidak, maka proyek akan diberikan ke yang lain," tutur Rifai.
(ans/ndr)
Baca Juga
- Soal Survei LSI, Sutan Bhatoegana: PD Siapkan Capres Muda yang BBM!
- Nasir Nilai SBY Perlu Klarifikasi 2 Menteri yang Kecipratan Uang Nazar
- Komisi Pengawas PD Verifikasi Aliran Dana ke Kongres
- Max Sopacua: TPF Harus Bersaksi untuk Nazaruddin
- Seriusi Laporan Nazaruddin Soal Angie, Polda Metro Segera Periksa Saksi
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 12:15 WIB
Ketika Mental Dipersiapkan Demi Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Rapimnasus Golkar Akan Bahas Mekanisme Pemilihan Cawapres Ical
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
KNKT Tetap Teruskan Pencarian FDR Sukhoi di Gunung Salak
-
Senin, 21/05/2012 12:06 WIB
14 Tahun Reformasi, Saatnya Mahasiswa Menggalang Kekuatan Era Digital
-
Senin, 21/05/2012 12:03 WIB
Keluarga Korban Sukhoi: Tutup Gunung Salak, Buka Isi Black Box
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Jika Tak Kuat, Keluarga Disarankan Tak Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Pencarian FDR Sukhoi Distop, Pasukan RI & Rusia Ditarik
-
Senin, 21/05/2012 10:58 WIB
Manusia Atlantis Hanya Mitos, Siapa Pembangun Situs Gunung Padang?
-
696 Komentar
-
436 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
