KPAI: Ada Indikasi Habib H Melakukan Ajaran Tidak benar
Jumat, 24/02/2012 17:58 WIB
Jakarta
Habib H tidak memenuhi panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas dugaan pencabulan yang dilakukan kepada santrinya. Jika tidak melakukan klarifikasi, maka lembaga itu akan mengirimkan rekomendasi ke MUI tentang pelaksanaan ajaran agama yang tidak benar yang dilakukan oleh Habib H.
"Ini kesempatan yang baik untuk menyampaikan klarifikasi. Kalau tidak dimanfaatkan akan menyia-nyiakan peluang," ujar Wakil Ketua KPI, Asrorun Niam Sholeh, kepada detikcom di kantor KPAI, Jalan Teuku Umur, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2012).
Menurut Niam, klarifikasi yang dilakukan oleh Habib H sangat diperlukan untuk memberikan kesimpulan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Kita memberikan rekomendasi pada akhirnya dan akan dikirimkan ke penegak hukum dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelasnya.
Salah satu opsi rekomendasi yang akan dikirimkan ke MUI adalah adanya indikasi Habib H melakukan ajaran yang tidak benar.
"Melakukan aksi yang tidak dibenarkan, kita rekomendasikan MUI," kata Naim.
Naim menambahkan, penyelidikan yang dilakukan oleh KPI sebenarnya tidak tergantung pada kehadiran Habib H, namun pimpinan jamaah tabligh tersebut diberikan ruang untuk melakukan klarifikasi.
KPAI juga menegaskan penyelidikan yang dilakukannya tidak terkait dengan isu agama.
"Ketika dilakukan dugaan pencabulan yang disebut bagian dari menghilangan dosa. Ajaran agama yang diselewangkan sebagai alat pembenaran," terangnya.
"Perlu dipilah jika ditarik ke isu agama, ini tidak ada korelasinya. Karena tindakan pelanggaran hukum bisa dilakukan oleh siapa saja," tambahnya.
(fiq/gun)
"Ini kesempatan yang baik untuk menyampaikan klarifikasi. Kalau tidak dimanfaatkan akan menyia-nyiakan peluang," ujar Wakil Ketua KPI, Asrorun Niam Sholeh, kepada detikcom di kantor KPAI, Jalan Teuku Umur, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2012).
Menurut Niam, klarifikasi yang dilakukan oleh Habib H sangat diperlukan untuk memberikan kesimpulan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Kita memberikan rekomendasi pada akhirnya dan akan dikirimkan ke penegak hukum dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelasnya.
Salah satu opsi rekomendasi yang akan dikirimkan ke MUI adalah adanya indikasi Habib H melakukan ajaran yang tidak benar.
"Melakukan aksi yang tidak dibenarkan, kita rekomendasikan MUI," kata Naim.
Naim menambahkan, penyelidikan yang dilakukan oleh KPI sebenarnya tidak tergantung pada kehadiran Habib H, namun pimpinan jamaah tabligh tersebut diberikan ruang untuk melakukan klarifikasi.
KPAI juga menegaskan penyelidikan yang dilakukannya tidak terkait dengan isu agama.
"Ketika dilakukan dugaan pencabulan yang disebut bagian dari menghilangan dosa. Ajaran agama yang diselewangkan sebagai alat pembenaran," terangnya.
"Perlu dipilah jika ditarik ke isu agama, ini tidak ada korelasinya. Karena tindakan pelanggaran hukum bisa dilakukan oleh siapa saja," tambahnya.
(fiq/gun)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Rapimnasus Golkar Akan Bahas Mekanisme Pemilihan Cawapres Ical
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
KNKT Tetap Teruskan Pencarian FDR Sukhoi di Gunung Salak
-
Senin, 21/05/2012 12:06 WIB
14 Tahun Reformasi, Saatnya Mahasiswa Menggalang Kekuatan Era Digital
-
Senin, 21/05/2012 12:03 WIB
Keluarga Korban Sukhoi: Tutup Gunung Salak, Buka Isi Black Box
-
Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
KPK Periksa Mantan Dirut PT Adhi Karya
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Jika Tak Kuat, Keluarga Disarankan Tak Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Pencarian FDR Sukhoi Distop, Pasukan RI & Rusia Ditarik
-
Senin, 21/05/2012 10:58 WIB
Manusia Atlantis Hanya Mitos, Siapa Pembangun Situs Gunung Padang?
-
742 Komentar
-
435 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
