Komisi Pengawas PD Verifikasi Aliran Dana ke Kongres
Jumat, 24/02/2012 17:11 WIB
Jakarta
Komisi Pengawas Partai Demokrat (PD) akan melakukan verifikasi terhadap aliran dana ke Kongres PD. Mengingat maraknya isu money politics ditambah pengakuan Nazaruddin terkait aliran dana APBN ke Kongres PD.
"Kami baru dalam tahap verifikasi terhadap pernyataan beberapa kader yang ada di kongres. Belum bisa memberikan kesimpulan. Hasilnya ya berdasarkan verifikasi itu," kata Wakil Ketua Komisi Pengawas PD, Suadi, saat dihubungi wartawan, Jumat (24/2/2012).
Menurutnya, Komisi Pengawas akan bergerak cepat. Komisi pengawas merespon setiap kegelisahan di internal PD.
"Komwas memahami benar tugas dan tanggungjawabnya. Wewenang yang dimiliki. Tanpa diminta pun akan dilakukan," paparnya.
Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua mendukung langkah Komwas PD. Menurutnya, harus dana ke Kongres PD harus diklarifikasi langsung ke Anas.
"Itu salah satu kuncinya disitu, karena selama ini dibicarain juga, karena belum klarifikasi, dia kan disebut Nazar, harus ada klarifikasinya betul atau tidak tuduhan itu," terang Max.
Max juga berharap Komwas segera menuntaskan dugaan money politics di internal PD. Tentu, menurut Max, kalau sekedar uang transport tak bisa dikategorikan money politics.
"Money politics ini persoalan sudah sangat merebak harusnya klarifikasi tapi kan tergantung orang-orang itu. Komwas kan lagi melakukan klarifikasi terhadap orang yang ngomong soal money poitilics," tandasnya.
(van/gun)
"Kami baru dalam tahap verifikasi terhadap pernyataan beberapa kader yang ada di kongres. Belum bisa memberikan kesimpulan. Hasilnya ya berdasarkan verifikasi itu," kata Wakil Ketua Komisi Pengawas PD, Suadi, saat dihubungi wartawan, Jumat (24/2/2012).
Menurutnya, Komisi Pengawas akan bergerak cepat. Komisi pengawas merespon setiap kegelisahan di internal PD.
"Komwas memahami benar tugas dan tanggungjawabnya. Wewenang yang dimiliki. Tanpa diminta pun akan dilakukan," paparnya.
Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua mendukung langkah Komwas PD. Menurutnya, harus dana ke Kongres PD harus diklarifikasi langsung ke Anas.
"Itu salah satu kuncinya disitu, karena selama ini dibicarain juga, karena belum klarifikasi, dia kan disebut Nazar, harus ada klarifikasinya betul atau tidak tuduhan itu," terang Max.
Max juga berharap Komwas segera menuntaskan dugaan money politics di internal PD. Tentu, menurut Max, kalau sekedar uang transport tak bisa dikategorikan money politics.
"Money politics ini persoalan sudah sangat merebak harusnya klarifikasi tapi kan tergantung orang-orang itu. Komwas kan lagi melakukan klarifikasi terhadap orang yang ngomong soal money poitilics," tandasnya.
(van/gun)
Baca Juga
- Max Sopacua: TPF Harus Bersaksi untuk Nazaruddin
- Seriusi Laporan Nazaruddin Soal Angie, Polda Metro Segera Periksa Saksi
- Angie Bukan Lagi Wasekjen PD, Penggantinya Nova Riyanti Yusuf?
- Dewan Kehormatan Minta DPP PD Tak Tutup Informasi Pemecatan Kader
- Prijanto Gandeng AM Fatwa Datangi KPK, Ngaku Tak Terkait Pilkada
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
