Awas! Usaha Pertambangan Rawan Jadi Mesin Politik Uang
Jumat, 24/02/2012 15:10 WIB
Jakarta
Sektor industri pertambangan dinilai rawan menjadi mesin politik uang. Kepentingan industri pertambangan bisa berjalin berkelindan dengan kekuasaan yang biasanya berlawanan dengan kepentingan rakyat.
"Usaha pertambangan jadi mesin uang politik dan terlihat jelas sejak tahun 2004," ucap Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Andre S Wijaya dalam diskusi bertajuk 'Premanisme politik di jagat nasional' di press room DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Diskusi ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua Komite I DPD RI Alirman Sori, Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani, dan Wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo.
Andre menyoroti kebijakan pemerintah yang mengizinkan hutan lindung dibuka sebagai areal pertambangan sejak 2004.
"141 izin kontrak kerjasama dan 156 PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara). Ribuan izin mencuatkan konflik, tren ada 6.000 izin tambang yang masih antre di ESDM yang akan selesai tahun 2013. Maka akan jadi ajang baru untuk danai premanisme politik, mempercepat lajunya," papar Andre.
Ada pula, kasus yang berkaitan dengan perusahaan batubara yang dimiliki salah satu elite politik yang terkait Gayus Tambunan dan pengemplang pajak. Peningkatan perizinan pertambangan, jelas dia, karena banyak regulasi yang tidak konkret. Hal ini menyebabkan pemimpin daerah bisa kongkalikong dengan pengusaha tambang.
"Yang jadi catatan bagaimana seorang pemimpin bisa memperjuangkan hak rakyat kalau dana kampanyenya dari industri pertambangan yang sangat merusak lingkungan dan tidak menimbulkan kontribusi signifikan untuk masyarakat," kata dia.
Sementara Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani menambahkan bahwa usaha tambang merupakan sumber uang yang paling besar di Indonesia dan persoalan perizinan menjadi krusial. Sehingga dikhawatirkan berdampak negatif.
"Untuk tambang, sumber uang yang paling besar di Indonesia, persoalan perizinan menjadi sangat krusial. Apa akan punya dampak negatif terhadap elite politik, itu yang dikhawatirkan," kata Saiful.
(nwk/nrl)
"Usaha pertambangan jadi mesin uang politik dan terlihat jelas sejak tahun 2004," ucap Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Andre S Wijaya dalam diskusi bertajuk 'Premanisme politik di jagat nasional' di press room DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Diskusi ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua Komite I DPD RI Alirman Sori, Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani, dan Wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo.
Andre menyoroti kebijakan pemerintah yang mengizinkan hutan lindung dibuka sebagai areal pertambangan sejak 2004.
"141 izin kontrak kerjasama dan 156 PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara). Ribuan izin mencuatkan konflik, tren ada 6.000 izin tambang yang masih antre di ESDM yang akan selesai tahun 2013. Maka akan jadi ajang baru untuk danai premanisme politik, mempercepat lajunya," papar Andre.
Ada pula, kasus yang berkaitan dengan perusahaan batubara yang dimiliki salah satu elite politik yang terkait Gayus Tambunan dan pengemplang pajak. Peningkatan perizinan pertambangan, jelas dia, karena banyak regulasi yang tidak konkret. Hal ini menyebabkan pemimpin daerah bisa kongkalikong dengan pengusaha tambang.
"Yang jadi catatan bagaimana seorang pemimpin bisa memperjuangkan hak rakyat kalau dana kampanyenya dari industri pertambangan yang sangat merusak lingkungan dan tidak menimbulkan kontribusi signifikan untuk masyarakat," kata dia.
Sementara Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani menambahkan bahwa usaha tambang merupakan sumber uang yang paling besar di Indonesia dan persoalan perizinan menjadi krusial. Sehingga dikhawatirkan berdampak negatif.
"Untuk tambang, sumber uang yang paling besar di Indonesia, persoalan perizinan menjadi sangat krusial. Apa akan punya dampak negatif terhadap elite politik, itu yang dikhawatirkan," kata Saiful.
(nwk/nrl)
Baca Juga
- Percuma Pemimpin Daerah Kaya Kalau Bedakan Eselon 2 & 3 Saja Salah!
- Yusron Ihza Klaim Unggul di Pilgub Babel
- Komisi Pengawas Tak Gegabah Proses Laporan Money Politics Kongres PD
- Telaah Aduan Politik Uang, Komisi Pengawas PD Jamin Bebas Kepentingan
- 11 Nyawa Melayang karena Rusuh Pemilukada di Tolikara Papua
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
