Kasus Kredit Macet, Kejaksaan Tahan Stafsus BRI
Jumat, 24/02/2012 14:09 WIB
Jakarta
Kejaksaan Agung resmi melakukan penahanan terhadap staf khusus kantor wilayah (kanwil) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jakarta. Tersangka diduga terlibat dalam kasus kredit macet pada 2007 lalu.
"Penahanannya kemarin (Kamis) atas nama Hartono. Dia staf khusus kantor wilayah BRI Jakarta," ujar Kapuspenkum Kejagung, Noor Rachmad, di Kejagung Jl Hasanudin, Jakarta, jumat (24/2/2012).
Noor menuturkan, selain menahan Hartono, pihak Kejagung juga menahan direktur PT. I-One, Setiawan Irwanto. Keduanya diduga melakukan konspirasi dalam kasus kredit mecet tersebut.
"Keduanya dijerat pasal 2 dan 3 undang-undang tidak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun hingga seumur hidup," kata Noor.
Noor menjelaskan, kasus bermula saat Setiawan mengajukan kredit kepada BRI pada 2007 lalu. Kredit macet senilai Rp 33,5 miliar. Kredit tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian mesin. Namun hingga batas limitnya habis, uang tersebut tak kunjung dikembalikan.
"Kredit yang seharusnya untuk modal kerja dan investasi dipakai untuk pribadi akirnya macet," terangnya.
"Saat itu Hartono yang menjabat sebagai Account Officer (AO) di kanwil Jawa Timur tidak menganalisis dengan benar dokumen kredit yang diajukan pengusaha," tutupnya.
(sdf/ndr)
"Penahanannya kemarin (Kamis) atas nama Hartono. Dia staf khusus kantor wilayah BRI Jakarta," ujar Kapuspenkum Kejagung, Noor Rachmad, di Kejagung Jl Hasanudin, Jakarta, jumat (24/2/2012).
Noor menuturkan, selain menahan Hartono, pihak Kejagung juga menahan direktur PT. I-One, Setiawan Irwanto. Keduanya diduga melakukan konspirasi dalam kasus kredit mecet tersebut.
"Keduanya dijerat pasal 2 dan 3 undang-undang tidak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun hingga seumur hidup," kata Noor.
Noor menjelaskan, kasus bermula saat Setiawan mengajukan kredit kepada BRI pada 2007 lalu. Kredit macet senilai Rp 33,5 miliar. Kredit tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian mesin. Namun hingga batas limitnya habis, uang tersebut tak kunjung dikembalikan.
"Kredit yang seharusnya untuk modal kerja dan investasi dipakai untuk pribadi akirnya macet," terangnya.
"Saat itu Hartono yang menjabat sebagai Account Officer (AO) di kanwil Jawa Timur tidak menganalisis dengan benar dokumen kredit yang diajukan pengusaha," tutupnya.
(sdf/ndr)
Baca Juga
- Agusrin Belum Dieksekusi, Jaksa Agung: Mudah-mudahan Tidak Kabur
- Periksa Rosa, Kejagung Buka Peluang Periksa Anas & Nazar di Kasus UNJ
- Jaksa Agung Mutasi 11 Pejabat Eselon II, Kapuspenkum Jadi Kajati Sumut
- Tetap Divonis 5 Tahun Penjara, Cirus Sinaga Akan Kasasi
- Kejagung Janji Segera Eksekusi 11 Terpidana Mati Narkoba
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
