Percuma Pemimpin Daerah Kaya Kalau Bedakan Eselon 2 & 3 Saja Salah!
Jumat, 24/02/2012 13:31 WIB
Jakarta
Pemimpin daerah yang kaya, belum menjadi jaminan bahwa pemimpin itu memiliki kemampuan dan integritas. Ada kasus, seorang pengusaha kaya menjadi pemimpin daerah, namun ternyata tak bisa membedakan eselon 2 dan eselon 3. Wah!
"Kalau kita melihat pemimpin yang kaya, ini sebuah kriteria yang keliru. Idealnya mereka memiliki kapasitas dan kompetensi integritas terjamin. Para pemimpin daerah yang kaya karena politik uang, dia jadi (pemimpin daerah) tapi berdampak," ujar Wakil Ketua I DPD RI Alirman Sori dalam diskusi bertajuk 'Premanisme Politik di Jagad Nasional' di Gedung DPD RI, Senayan, Jumat (24/2/2012).
Alirman pun menceritakan pengalamannya berkunjung ke suatu daerah ditemani pemimpin daerah. Pemimpin daerah itu adalah seorang pengusaha tambang.
"Saya menemukan pemimpin di daerah bertanya pada eselon duanya," ujar Alirman.
"Kamu golongan berapa?" kata Alirman menirukan pertanyaan pemimpin daerah itu.
"Saya eselon dua, Pak," jawab pegawai itu seperti ditirukan Alirman.
"'Ya sudah besok saya angkat menjadi eselon tiga'. Dijawab, eselon duanya, 'Saya eselon dua saja Pak, tidak apa-apa'" kata Alirman yang disambut tawa para jurnalis di ruangan pers DPD. Seperti diketahui, eselon 2 lebih tinggi dibanding eselon 3.
Nah, pemimpin daerah seperti ini, menurut Alirman, adalah gambaran pemimpin yang dipilih dari politik uang. Dan sistem rekrutmen yang oportunis menggunakan uang seperti ini juga membuat masyarakat menjadi oportunis.
"Karena sistem rekrutmen yang oportunis yang sengaja menjadikan masyarakat menjadi oportunis. Kalau sudah soal uang, tidak ada lagi yang istiqamah dalam pendirian. Tidak ada jaminan orang kaya menjadi pemimpin sukses dan berhasil," jelas Alirman.
(nwk/nrl)
"Kalau kita melihat pemimpin yang kaya, ini sebuah kriteria yang keliru. Idealnya mereka memiliki kapasitas dan kompetensi integritas terjamin. Para pemimpin daerah yang kaya karena politik uang, dia jadi (pemimpin daerah) tapi berdampak," ujar Wakil Ketua I DPD RI Alirman Sori dalam diskusi bertajuk 'Premanisme Politik di Jagad Nasional' di Gedung DPD RI, Senayan, Jumat (24/2/2012).
Alirman pun menceritakan pengalamannya berkunjung ke suatu daerah ditemani pemimpin daerah. Pemimpin daerah itu adalah seorang pengusaha tambang.
"Saya menemukan pemimpin di daerah bertanya pada eselon duanya," ujar Alirman.
"Kamu golongan berapa?" kata Alirman menirukan pertanyaan pemimpin daerah itu.
"Saya eselon dua, Pak," jawab pegawai itu seperti ditirukan Alirman.
"'Ya sudah besok saya angkat menjadi eselon tiga'. Dijawab, eselon duanya, 'Saya eselon dua saja Pak, tidak apa-apa'" kata Alirman yang disambut tawa para jurnalis di ruangan pers DPD. Seperti diketahui, eselon 2 lebih tinggi dibanding eselon 3.
Nah, pemimpin daerah seperti ini, menurut Alirman, adalah gambaran pemimpin yang dipilih dari politik uang. Dan sistem rekrutmen yang oportunis menggunakan uang seperti ini juga membuat masyarakat menjadi oportunis.
"Karena sistem rekrutmen yang oportunis yang sengaja menjadikan masyarakat menjadi oportunis. Kalau sudah soal uang, tidak ada lagi yang istiqamah dalam pendirian. Tidak ada jaminan orang kaya menjadi pemimpin sukses dan berhasil," jelas Alirman.
(nwk/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 11:40 WIB
KNKT: Tanpa FDR Tak Pengaruhi Penyelidikan Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 11:34 WIB
BK DPR Masih Tunggu Proses Persidangan Angie Selesai
-
Senin, 21/05/2012 11:33 WIB
Demi Memori Terakhir, Keluarga Korban Sukhoi Aan Tak akan Lihat Jasad
-
Senin, 21/05/2012 11:22 WIB
Komisi III: Kapolri Harus Jelaskan Perizinan Konser Lady Gaga ke Publik
-
Senin, 21/05/2012 11:20 WIB
BK Belum Juga Bersikap Terkait Video Mesum Mirip Anggota DPR
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 08:40 WIB
Tim Gabungan Kembali Temukan Parasut dari Lokasi Jatuhnya Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Jika Tak Kuat, Keluarga Disarankan Tak Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 09:02 WIB
Hindari Trauma, Jasad Edward akan Dilihat Keluarga Laki-laki Saja
-
740 Komentar
-
484 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
