Komnas HAM: 300 Napi Sukarela Pindah dari LP Kerobokan
Jumat, 24/02/2012 12:14 WIB
Denpasar
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membantu mediasi antara polisi dengan narapidana LP Kerobokan. Hasilnya, 300 narapidana sukarela memilih pindah dari LP Kerobokan.
"Hasil negosiasi ada sekitar 300 orang yang akan dipindahkan, kalau deadlock. Ternyata proses mediasi sudah berlangsung. Yang 300 napi itu memilih Lapas lain dengan sukarela," jelas Wakil Ketua Komnas HAM Yosep Adi Prasetyo di LP Kerobokan, Denpasar, Bali, Jumat (24/2/2012).
Hari ini, imbuh Stanley, sapaan akrab Yosep Adi Prasetyo, ada kegiatan bersama antara petugas napi dengan petugas LP Kerobokan untuk membersihkan sisa kerusuhan. Menurut pengecekan Komnas HAM, tak semua napi tahu apa yang terjadi.
"Kerusuhan antarnapi yang diikuti dengan kemarahan seluruh orang yang ada di blok keluar dan tengah malam terjadi pembakaran. Kami cek beberapa orang dan memang tidak tahu apa yang terjadi," jelas Stanley.
Keluhan napi Lapas selama ini, menurut Stanley, adalah terlalu ketatnya pengaturan dan sangat sulit dibesuk.
"Kami sudah cek ke beberapa napi tidak ada diskriminasi. Yang ada memang hanya terlalu ketat pengaturan di dalam. Dibesuk jug sangat sulit. Itu yang akan nanti kami sampaikan kepada kalapas dan Dirjen Lapas bagaimana perbaikan," jelas dia.
(nwk/nrl)
"Hasil negosiasi ada sekitar 300 orang yang akan dipindahkan, kalau deadlock. Ternyata proses mediasi sudah berlangsung. Yang 300 napi itu memilih Lapas lain dengan sukarela," jelas Wakil Ketua Komnas HAM Yosep Adi Prasetyo di LP Kerobokan, Denpasar, Bali, Jumat (24/2/2012).
Hari ini, imbuh Stanley, sapaan akrab Yosep Adi Prasetyo, ada kegiatan bersama antara petugas napi dengan petugas LP Kerobokan untuk membersihkan sisa kerusuhan. Menurut pengecekan Komnas HAM, tak semua napi tahu apa yang terjadi.
"Kerusuhan antarnapi yang diikuti dengan kemarahan seluruh orang yang ada di blok keluar dan tengah malam terjadi pembakaran. Kami cek beberapa orang dan memang tidak tahu apa yang terjadi," jelas Stanley.
Keluhan napi Lapas selama ini, menurut Stanley, adalah terlalu ketatnya pengaturan dan sangat sulit dibesuk.
"Kami sudah cek ke beberapa napi tidak ada diskriminasi. Yang ada memang hanya terlalu ketat pengaturan di dalam. Dibesuk jug sangat sulit. Itu yang akan nanti kami sampaikan kepada kalapas dan Dirjen Lapas bagaimana perbaikan," jelas dia.
(nwk/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 11:34 WIB
BK DPR Masih Tunggu Proses Persidangan Angie Selesai
-
Senin, 21/05/2012 11:33 WIB
Demi Memori Terakhir, Keluarga Korban Sukhoi Aan Tak akan Lihat Jasad
-
Senin, 21/05/2012 11:22 WIB
Komisi III: Kapolri Harus Jelaskan Perizinan Konser Lady Gaga ke Publik
-
Senin, 21/05/2012 11:20 WIB
BK Belum Juga Bersikap Terkait Video Mesum Mirip Anggota DPR
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Kasus Korupsi Pembangunan Dermaga, KPK Cecar 4 Anggota DPRD Cilegon
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 08:40 WIB
Tim Gabungan Kembali Temukan Parasut dari Lokasi Jatuhnya Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Jika Tak Kuat, Keluarga Disarankan Tak Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 09:02 WIB
Hindari Trauma, Jasad Edward akan Dilihat Keluarga Laki-laki Saja
-
737 Komentar
-
483 Komentar
-
405 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
