detikcom

Go Green, Raker di Lingkungan MA Tak Pakai Kertas Lagi

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 24/02/2012 11:45 WIB
Demo Go Green (ari saputra/detikcom)
Jakarta Pernahkah berpikir berapa ribu lembar dihabiskan untuk sekali rapat rapat kerja di instansi pemerintah? Angka ini akan semakin membengkak jika dikalikan puluhan instansi yang mengadakan rapat dalam satu tahun. Apalagi jika dikaitkan dengan berapa juta pohon yang harus ditebang untuk membuat lembaran kertas tersebut.

Tidak ramah lingkungan! Itulah yang terjadi. Nah, guna mendukung program go green, instansi di lingkungan Mahkamah Agung (MA) telah menyingkirkan jauh-jauh kertas makalah berlembar-lembar. Kini, tiap kali rapat kerja MA, peserta diwajibkan membawa flashdisk.

"Raker yang kita selenggarakan merupakan tindak lanjut dari Rakernas MA. Kalau Rakernas paperless, Raker kita juga paperless," kata Dirjen Badan Peradilan Agama (Badilag) Wahyu Widiana di website MA, Jumat (24/2/2012).

Dalam raker Badilag di Bandung sejak Senin lalu, peserta selain diwajibkan membawa flashdisk juga wajib membawa perangkat komputer jinjing. Alhasil seluruh materi raker bisa dibaca lewat layar monitor masing-masing. "Selain ramah lingkungan, juga menghemat anggaran," papar Wahyu.

Kebiasaan ini telah dimulai saat Rakernas MA di Hotel Mercure Ancol, pertengahan 2011 lalu. Saat itu 2 ribuan peserta hadir dengan kewajiban membawa flashdisk. Kertas hanya digunakan untuk tanda tangan absensi kehadiran. Adapun untuk makalah, kertas kerja dan sebagainya dapat dibaca dengan laptop yang mereka bawa. Guna menghindari antrean peserta yang men-download makalah di komputer panitia, puluhan kabel cabang flashdisk disediakan.

"Kalau harus menggunakan kertas semakin mahal. Juga peserta harus pulang membawa tumpukan kertas yang banyak sekali. Merepotkan," kata Wahyu yang kala itu jadi ketua panitia pelaksana.

Program paperless ini juga diterapkan di kancah internasional. Saat itu MA menjadi penyelenggara Pertemuan Meja Bundar Para Ketua Mahkamah Agung se-Asia Tenggara untuk Lingkungan pada awal Desember 2011. Saat itu tidak ada lembaran makalah dalam bentuk kertas. Peserta dapat men-download di website panitia atau lewat flashdisk. Bagaimana dengan Anda?


(asp/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini