Jumat, 24/02/2012 11:39 WIB

Ini Dia 28 Pati Mabes Polri yang Masuk Gerbong Mutasi

Gagah Wijoseno - detikNews
Jakarta - Mabes Polri melakukan mutasi besar-besaran. Ada 100 orang perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) yang masuk gerbong mutasi. Dari 28 pati, ada 7 kapolda yang diganti.

Kapolda yang mengalami pergantian adalah kapolda Bali, kapolda Sultra, kapolda Sulut, kapolda Kepri, kapolda Malut, kapolda Kalteng, dan kapolda Kepri. Berikut 28 pati yang masuk gerbong mutasi berdasarkan telegram rahasia (TR) bernomor ST/379/II/2012 tanggal 23 Februari 2012. Saat dikonfirmasi pada Jumat (24/2/2012), Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution membenarkan mengenai mutasi ini:

1. Brigjen Edmon Ilyas : dari staf pada Sahli Kapolri menjadi analis kebijakan utama bidang sosek sahli Kapolri
2. Brigjen Pol Raja Erizman: dari staf pada Sahli Kapolri jadi analis kebijakan utama bidang sosbud sahli Kapolri
3. Irjen Pol Robert Aritonang: dari Kadiv TI menjadi pati Yanma Polri dalam rangka pensiun
4. Irjen Pol Muhammad Amin Saleh : dari staf gubernur Akpol Lemdikpol menjadi Kadiv TI Polri
5. Irjen Pol Djoko Susilo: dari Kakorlantas Polri menjadi Gubernur Akpol Lemdikpol
6. Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar: dari Sahlijemen Kapolri menjadi Kakorlantas Polri
7. Irjen Pol Totoy Herawan Indra: dari Kapolda Bali menjadi Sahlijemen Kapolri
8. Irjen Pol Budi Gunawan: dari Kadivpropam Polri menjadi Kapolda Bali
9. Irjen Pol Herman Effendi: dari Sahlisosek Kapolri menjadi Kadivpropam Polri
10. Brigjen Pol Lalu Suprapta: dari Karobindiklat menjadi Sahlisosek Kapolri
11. Brigjen Pol Damianus Jackie: dari Kapolda Kalteng menjadi Pati Yanma Polri dalam rangka pensiun
12. Brigjen Pol Bachtiar Hasanudin Tambunan: dari Karodalops Sops Polri menjadi Kapolda Kalteng
13. Brigjen Pol Sigit Sudarmanto: dari Kapolda Sultra sebagai Karodalops Sops Polri
14. Brigjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya: dari Dirprog Pascasarjana STIK Lemdikpol menjadi Kapolda Sultra
15. Brigjen Pol Erlan Lukman Nulhakim: dari Kapolda Malut menjadi Dirprog Pascasarjana STIK Lemdikpol
16. Brigjen Pol Affan Richwanto: dari Karojianbang Lemdikpol menjadi Kapolda Malut
17. Brigjen Pol Raden Budi Winarso: dari Kapolda Kepri menjadi Karojianbang Lemdikpol
18. Brigjen Pol Jotje Mende: dari Karowabprof Divpropam diangkat menjadi Kapolda Kepri
19. Irjen Pol Bambang Suparno: dari Wakabaharkam Polri menjadi Pati Yanma Polri (penugasan pada Kemenko Polhukam)
20. Irjen Pol Johny Wainal Usman: dari Kapolda Sulsel menjadi Wakabaharkam Polri
21. Irjen Pol Mudji Waluyo: dari Kadivkum Polri menjadi Kapolda Sulsel
22. Brigjen Pol Anton Setiadi: dari Kapuslitbang Polri menjadi Kadivkum Polri
23. Brigjen Pol Bambang Purwoko Harsono: dari Karofaskor Ssarpras Polri menjadi Pati Yanma Polri (dalam rangka pensiun)
24. Brigjen Pol Achmad Sukri Pasaribu: dari Irwil V Itwasum Polri menjadi Pati Yanma Polri (dalam rangka pensiun)
25. Brigjen Pol IGM Dirgahayu Wibawa: dari Karorenmin Baintelkam Polri menjadi Pati Yanma Polri (dalam rangka pensiun)
26. Brigjen Pol Carlo Brix Tewu: dari Kapolda Sulut menjadi Karojianstra Sops Polri
27. Brigjen Pol Dicku D Atotoy: dari Karojianstra Sops menjadi Kapolda Sulut
28. Brigjen Pol Tjahjo Hernoadi: dari Kapuspekeu Polri menjadi Pati Yanma Polri (dalam rangka pensiun)


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%