Gagal di 2011, Anggota KPPU Tak Kapok Ikut Bursa Calon Hakim Agung 2012
Jumat, 24/02/2012 10:21 WIB
Tri Anggraini (dok.KPPU)
Jakarta
Gagal di seleksi calon hakim agung 2011 tidak membuat kapok para peserta untuk mengikuti seleksi kembali tahun ini. Seperti dinyatakan oleh salah satu peserta yang juga komisoner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Anna Maria Tri Anggraini, yang ingin mengabdi ke negara di Mahkamah Agung (MA).
"Tidak kapoklah. Apalagi saat ini banyak kasus persaingan usaha masuk ke kasasi, maka keputusan di KPPU perlu dijaga di MA," papar Tri saat dihubungi detikcom, Jumat (24/2/2012).
Saat ini MA memiliki satu hakim agung jebolan KPPU yaitu Syamsul Maarif. Namun menurut Tri, hal tersebut masih kurang sebab belum menjadi satu majelis hakim. "Kalau cuma satu kan bukan majelis. Semakin hari juga semakin banyak perkara masuk ke MA," ungkap Tri.
Dia mengaku hingga sampai saat ini belum mengetahui sebab kegagalan di seleksi 2011. Oleh karenanya dia tidak ada tips khusus untuk menghadapi persaingan calon hakim agung 2012.
"Sampai saat ini saya juga tidak tahu mengapa tahun lalu tidak lolos. Tanyakanlah ke panitia. Mungkin performance saya saat uji publik tidak mencerminkan keinginan panitia," ungkap dosen Universitas Trisakti ini.
KPPU merupakan komisi yang dibentuk UU untuk menangani perkara persaingan usaha skala besar. Selain persaingan usaha juga mengawasi dan menghukum perilaku usaha yang tidak sehat seperti monopoli dan kompromi harga antar pengusaha.
Saat ini, Tri telah menjadi anggota KPPU selama 4 tahun 7 bulan. Selain itu dirinya mengajar di 4 kampus. Sehingga total pendapatan per bulan sekitar Rp 23 jutaan. Adapun penghasilan suami Rp 68 juta perbulan. Sebagai komisoner KPPU, dia mengaku banyak godaan. Tidak hanya dari pelaku usaha tapi juga dari pemerintah dan anggota DPR.
Pada seleksi calon hakim agung 2011, dia kandas di tes wawancara terbuka dengan Komisi Yudisial (KY) atau selangkah sebelum dipilih parlemen. Waktu itu dia tidak bisa menjelaskan dasar-dasar hukum jual beli sesuai pertanyaan panelis Yahya Harahap. Saat itu Tri mengaku tidak bisa menjawab karena bukan spesialis bidang keilmuannya.
(asp/nrl)
"Tidak kapoklah. Apalagi saat ini banyak kasus persaingan usaha masuk ke kasasi, maka keputusan di KPPU perlu dijaga di MA," papar Tri saat dihubungi detikcom, Jumat (24/2/2012).
Saat ini MA memiliki satu hakim agung jebolan KPPU yaitu Syamsul Maarif. Namun menurut Tri, hal tersebut masih kurang sebab belum menjadi satu majelis hakim. "Kalau cuma satu kan bukan majelis. Semakin hari juga semakin banyak perkara masuk ke MA," ungkap Tri.
Dia mengaku hingga sampai saat ini belum mengetahui sebab kegagalan di seleksi 2011. Oleh karenanya dia tidak ada tips khusus untuk menghadapi persaingan calon hakim agung 2012.
"Sampai saat ini saya juga tidak tahu mengapa tahun lalu tidak lolos. Tanyakanlah ke panitia. Mungkin performance saya saat uji publik tidak mencerminkan keinginan panitia," ungkap dosen Universitas Trisakti ini.
KPPU merupakan komisi yang dibentuk UU untuk menangani perkara persaingan usaha skala besar. Selain persaingan usaha juga mengawasi dan menghukum perilaku usaha yang tidak sehat seperti monopoli dan kompromi harga antar pengusaha.
Saat ini, Tri telah menjadi anggota KPPU selama 4 tahun 7 bulan. Selain itu dirinya mengajar di 4 kampus. Sehingga total pendapatan per bulan sekitar Rp 23 jutaan. Adapun penghasilan suami Rp 68 juta perbulan. Sebagai komisoner KPPU, dia mengaku banyak godaan. Tidak hanya dari pelaku usaha tapi juga dari pemerintah dan anggota DPR.
Pada seleksi calon hakim agung 2011, dia kandas di tes wawancara terbuka dengan Komisi Yudisial (KY) atau selangkah sebelum dipilih parlemen. Waktu itu dia tidak bisa menjelaskan dasar-dasar hukum jual beli sesuai pertanyaan panelis Yahya Harahap. Saat itu Tri mengaku tidak bisa menjawab karena bukan spesialis bidang keilmuannya.
(asp/nrl)
Baca Juga
- LSM Minta KY Tolak Calon Hakim Agung yang Gagal Seleksi Tahun Lalu
- Update
Korupsi Rp 2,5 M, Bupati Subang Nonaktif Diganjar MA 5 Tahun Penjara - Nasib Joko Tjandra dan Syahril Sabirin Diputus MA Pukul 16.00 WIB
- Ini Alasan MA Memasukkan Pulau Berhala ke Provinsi Kepri
- Asosiasi Advokat Minta Nama Hakim Nakal Diumumkan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
227 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
