Disanksi Depkeu AS Karena Terorisme, Personel JAT Santai
Jumat, 24/02/2012 09:43 WIB
Jakarta
3 Personel Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) diberi sanksi oleh Depkeu AS menyusul dimasukkannya JAT sebagai organisasi teroris oleh Deplu AS. Depkeu AS melarang warganya dan kelompok bisnis melakukan transaksi apa pun dengan mereka. Aset mereka di AS juga dibekukan.
"Saya sih santai saja, ngapain ngurusin yang seperti itu, tidak jelas," kata Juru Bicara JAT, Son Hadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (24/2/2012).
Son Hadi adalah satu dari 3 personel JAT yang diberi sanksi Depkeu AS. Dua personel lainnya adalah Pjs Amir JAT, Mochammad Achwan, dan perekrut/pencari dana, Abdul Rosyid Ridho Ba'asyir.
"Amerika ini cuma mau cari musuh baru agar tetap bisa berhegemoni di sini. Yang saya bingung, dari mana negara sebesar Amerika mendapatkan informasi bodoh dan nggak jelas seperti itu," tutur Son Hadi.
Apakah Anda memiliki hubungan bisnis dengan warga AS? "Ha ha saya mau bisnis apa? Saya kalau bisnis ya di sini saja," ucap Son Hadi terbahak.
Menurut dia, tidak ada relevansinya AS memberi sanksi kepada 3 personel JAT dengan melarang bertransaksi. Dia berharap pemerintah Indonesia melihat masalah ini dengan rasional.
"Jangan mau jadi injakan Amerika," imbau Son Hadi.
Dikaitkan dengan kegiatan terorisme bukan kali ini saja dialami JAT. Karena itu JAT sudah terbiasa. Namun pihaknya akan tetap memberitahukan kepada jamaah dan masyarakat luas agar tidak percaya dengan tudingan AS itu.
"Kita sudah terbiasa. Kalau diberitakan begitu, saya jadi terkenal dong," canda Son Hadi.
Deplu AS memasukkan JAT sebagai organisasi teroris asing yang terlibat dalam serangan terorisme di Indonesia. Menyusul pengumuman itu, Depkeu AS bergegas mengeluarkan kebijakan.
"AS mengambil langkah lain untuk memastikan bahwa teroris terputus dari sistem keuangan internasional dan merasa semakin sulit untuk melakukan tindakan kekerasan, tidak peduli di mana mereka berada," kata Adam Szubin, Direktur Pengawasan Aset Asing pada Departemen Keuangan AS seperti dilansir AFP. Pengumuman ini keluar Kamis (23/2/2012) waktu setempat.
(vit/vit)
"Saya sih santai saja, ngapain ngurusin yang seperti itu, tidak jelas," kata Juru Bicara JAT, Son Hadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (24/2/2012).
Son Hadi adalah satu dari 3 personel JAT yang diberi sanksi Depkeu AS. Dua personel lainnya adalah Pjs Amir JAT, Mochammad Achwan, dan perekrut/pencari dana, Abdul Rosyid Ridho Ba'asyir.
"Amerika ini cuma mau cari musuh baru agar tetap bisa berhegemoni di sini. Yang saya bingung, dari mana negara sebesar Amerika mendapatkan informasi bodoh dan nggak jelas seperti itu," tutur Son Hadi.
Apakah Anda memiliki hubungan bisnis dengan warga AS? "Ha ha saya mau bisnis apa? Saya kalau bisnis ya di sini saja," ucap Son Hadi terbahak.
Menurut dia, tidak ada relevansinya AS memberi sanksi kepada 3 personel JAT dengan melarang bertransaksi. Dia berharap pemerintah Indonesia melihat masalah ini dengan rasional.
"Jangan mau jadi injakan Amerika," imbau Son Hadi.
Dikaitkan dengan kegiatan terorisme bukan kali ini saja dialami JAT. Karena itu JAT sudah terbiasa. Namun pihaknya akan tetap memberitahukan kepada jamaah dan masyarakat luas agar tidak percaya dengan tudingan AS itu.
"Kita sudah terbiasa. Kalau diberitakan begitu, saya jadi terkenal dong," canda Son Hadi.
Deplu AS memasukkan JAT sebagai organisasi teroris asing yang terlibat dalam serangan terorisme di Indonesia. Menyusul pengumuman itu, Depkeu AS bergegas mengeluarkan kebijakan.
"AS mengambil langkah lain untuk memastikan bahwa teroris terputus dari sistem keuangan internasional dan merasa semakin sulit untuk melakukan tindakan kekerasan, tidak peduli di mana mereka berada," kata Adam Szubin, Direktur Pengawasan Aset Asing pada Departemen Keuangan AS seperti dilansir AFP. Pengumuman ini keluar Kamis (23/2/2012) waktu setempat.
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
227 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
