WN Amerika yang Ancam Eks Istri Berwatak Temperamental
Jumat, 24/02/2012 08:19 WIB
Jakarta
Polisi memeriksa kondisi kejiwaan pria berkewarganegaraan Amerika Serikat, Elly Gattenio karena mengirimi foto kuburan dengan nama eks istri pada nisannya, Sari Soraya Rukha. Hasil pemeriksaan psikologi, Elly memiliki watak temperamental.
"Sementara, dia memang temperamental. Mudah marah dan istrinya sering menjadi sasaran kemarahannya," jelas Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, AKBP Audie Latuheru, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/2/2012).
Audie mengatakan kondisi kejiwaan Elly sangat mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya.
"Dia pernah mengancam akan membakar diri bersama anak-anaknya saat akan dideportasi tahun 2010 lalu," katanya.
Elly telah berulang kali mengancam keselamatan mantan istrinya itu. Selain mengancam dengan mengirimi foto kuburan dengan nisan bertuliskan nama mantan istri, Elly juga mengancam akan membunuh korban.
"Dia mengancam akan membunuh saksi dan keluarganya satu persatu," imbuhnya.
Sementara itu, polisi telah berkoordinasi dengan pihak Kedubes AS terkait kasus Elly tersebut.
Pada Jumat, 18 Februari 2012 lalu, petugas Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap Elly di Villa Twin, Jalan Kunti Seminyak, Kuta, Bali. Elly ditangkap atas laporan istrinya yang merasa diancam oleh pelaku.
Salah satu ancaman yang membuat mantan istrinya itu ketakutan yakni pengiriman gambar kuburan. Pada nisan kuburan tersebut, terpahatkan nama sang mantan istri.
"Sari Soraya Rukha Gattenio' Born 26 Agustus 1975, Death: 5 Mei 2010. Mother and wife, you won't be missed" tulisan di nisan itu.
Sang istri kemudian melaporkan tindakan mantan suaminya itu ke Polda Metro Jaya pada 1 Desember 2010 silam. Atas perbuatannya, Elly dijerat Pasal 335 KUHP atau pasal 29 jo pasal 45 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun.
Sari dan Elly telah bercerai sejak Mei 2010 silam setelah berumah tanggal selama tiga tahun. Hubungan rumah tangga keduanya mengalami keretakan karena sang suami yang temperamental.
Pasca perceraian, komunikasi pasangan suami-istri yang sudah dikaruniai empat orang anak ini menjadi tidak baik. Bahkan, Sari sendiri tidak diperbolehkan oleh suaminya untuk melihat anak-anaknya.
Diduga, masalah perebutan anak yang menjadi pemicu konflik keduanya. Saat ini, keduanya sedang proses perdata mengenai hak asuh anak di Bali.
(mei/vit)
"Sementara, dia memang temperamental. Mudah marah dan istrinya sering menjadi sasaran kemarahannya," jelas Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, AKBP Audie Latuheru, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/2/2012).
Audie mengatakan kondisi kejiwaan Elly sangat mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya.
"Dia pernah mengancam akan membakar diri bersama anak-anaknya saat akan dideportasi tahun 2010 lalu," katanya.
Elly telah berulang kali mengancam keselamatan mantan istrinya itu. Selain mengancam dengan mengirimi foto kuburan dengan nisan bertuliskan nama mantan istri, Elly juga mengancam akan membunuh korban.
"Dia mengancam akan membunuh saksi dan keluarganya satu persatu," imbuhnya.
Sementara itu, polisi telah berkoordinasi dengan pihak Kedubes AS terkait kasus Elly tersebut.
Pada Jumat, 18 Februari 2012 lalu, petugas Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap Elly di Villa Twin, Jalan Kunti Seminyak, Kuta, Bali. Elly ditangkap atas laporan istrinya yang merasa diancam oleh pelaku.
Salah satu ancaman yang membuat mantan istrinya itu ketakutan yakni pengiriman gambar kuburan. Pada nisan kuburan tersebut, terpahatkan nama sang mantan istri.
"Sari Soraya Rukha Gattenio' Born 26 Agustus 1975, Death: 5 Mei 2010. Mother and wife, you won't be missed" tulisan di nisan itu.
Sang istri kemudian melaporkan tindakan mantan suaminya itu ke Polda Metro Jaya pada 1 Desember 2010 silam. Atas perbuatannya, Elly dijerat Pasal 335 KUHP atau pasal 29 jo pasal 45 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun.
Sari dan Elly telah bercerai sejak Mei 2010 silam setelah berumah tanggal selama tiga tahun. Hubungan rumah tangga keduanya mengalami keretakan karena sang suami yang temperamental.
Pasca perceraian, komunikasi pasangan suami-istri yang sudah dikaruniai empat orang anak ini menjadi tidak baik. Bahkan, Sari sendiri tidak diperbolehkan oleh suaminya untuk melihat anak-anaknya.
Diduga, masalah perebutan anak yang menjadi pemicu konflik keduanya. Saat ini, keduanya sedang proses perdata mengenai hak asuh anak di Bali.
(mei/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Kasus Korupsi Pembangunan Dermaga, KPK Cecar 4 Anggota DPRD Cilegon
-
Senin, 21/05/2012 11:06 WIB
Jika Tak Kuat, Keluarga Disarankan Tak Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 10:59 WIB
Ari Sigit Diperiksa Terkait Penggelapan Dana Proyek Rp 2,5 M
-
Senin, 21/05/2012 10:58 WIB
Manusia Atlantis Hanya Mitos, Siapa Pembangun Situs Gunung Padang?
-
Senin, 21/05/2012 10:52 WIB
KPK Fokus Periksa Perusahaan yang Digunakan Nazar Beli Saham Garuda
-
Senin, 21/05/2012 08:40 WIB
Tim Gabungan Kembali Temukan Parasut dari Lokasi Jatuhnya Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 10:11 WIB
Terlibat Cinta Segitiga, Pria Beristri Bunuh Diri
-
Senin, 21/05/2012 08:40 WIB
Jadi yang Pertama tiba di Lokasi Kecelakaan Sukhoi, Mapala UI Upacara Bareng Marinir
-
736 Komentar
-
483 Komentar
-
405 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
