detikcom
Jumat, 24/02/2012 08:15 WIB

Tim Gabungan Polres Jakpus & Polda Metro Buru Kelompok Penyerang di RSPAD

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat terus memburu kelompok Ambon yang menyerang di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/2) dini hari. Tim disebar ke sejumlah lokasi untuk mengejar para pelaku.

"Polda dan Polres saling membantu dan bekerjasama dalam mengejar para pelaku," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto kepada detikcom di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2012) dini hari tadi.

Toni mengatakan, Polres Jakarta Pusat mengerahkan seluruh anggota Satuan Reskrim dan Narkoba. Sementara Polda Metro Jaya mengerahkan aparat Subdit Umum dan Subdit Resmob Direktorat Umum Polda Metro Jaya.

"Penyidikannya tetap di Polres Jakarta Pusat," imbuh Toni.

Dua kelompok yang sama-sama merupakan warga Ambon terlibat bentrok di halaman rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/2) dini hari lalu. Dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka dalam kasus tersebut.

Peristiwa terjadi ketika kelompok yang diserang sedang melayat keluarganya, Bobby Sahusilawane yang meninggal di RSPAD karena sakit kanker. 50 Orang dari kelompok penyerang, tiba-tiba menyerang pihak korban dengan senjata tajam.

Para pelaku menggunakan delapan mobil, tiga di antaranya mobil pribadi dan lima lainnya taksi. Satu di antara pelaku adalah perempuan tinggi, kurus dan berambut pirang. Pelaku bersenjatakan parang dan pedang samurai.

Tidak butuh waktu lama, polisi langsung mengamankan 7 orang pascakejadian itu. Tiga orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka sementara empat lainnya, termasuk Edward Tupessy alias Edo Kiting yang disebut-sebut memimpin serangan, masih berstatus saksi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close