Kamis, 23/02/2012 22:37 WIB

Pasca Bentrokan di RSPAD, Wakapolda Metro Cek Polres Jakpus

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Pengecekan kesiapan anggota kepolisian dilakukan Polda Metro Jaya menyusul penyerangan di RSPAD Gatot Subroto. Terkait kegiatan ini Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Brigjen Suhardi Alius, mengunjungi Polres Jakarta Pusat.

"Kunjungan saja, mengecek kesiapan anggota," kata Suhardi kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012) malam.

Dalam kunjungan singkat itu, Suhardi menyempatkan menengok ke ruang penyidikan Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat.

"Tanyakan ke Kapolres saja ya," katanya saat ditanya mengenai bentrokan di RSPAD.

Seperti diketahui, dua kelompok yang sama-sama merupakan warga Ambon bentrok di rumah duka RSPAD Jakarta Pusat, Kamis dini hari tadi. Dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka dalam kejadian itu. Para korban saat itu hendak melayat keluarganya yang meninggal karena sakit di RSPAD.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Sementara empat lainnya, termasuk Edward Tupessy alias Edo Kiting masih berstatus sebagai saksi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%