detikcom
Kamis, 23/02/2012 19:58 WIB

Mega Ajak Kader PDIP Kobarkan Dedication of Life Demi Indonesia Raya

Mega Putra Ratya - detikNews
Yogyakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memberi pengarahan pendidikan untuk meningkatkan kualitas kadernya. Mega mengingatkan para kadernya untuk meningkatkan pengabdian bagi Bangsa Indonesia.

"Marilah kita kobarkan dedication of life kita, demi Indonesia Raya," tegas Mega dihadapan 500 an kader PDIP yang sedang mengikuti pendidikan di Jogja Expo Centre, Yogyakarta, Kamis (23/2/2012).

Mega menuturkan di dalam pengabdian Bung Karno menemukan kesempurnaannya dari sebuah kehidupan. Di dalam pengabdian itu juga Bung Karno menemukan kebahagiaan.

"Karena itulah saudara-saudara, marilah kita jadikan momentum kaderisasi ini, sebagai momentum untuk memperbarui diri, meluruskan seluruh tekad perjuangan, agar mencapai tingkat pengabdian sebagaimana Bung Karno tunjukkan," paparnya.

Dalam pidatonya Megawati juga mengajak para kader PDIP untuk merenungi dan meneladani pesan yang disampaikan Bung Karno. Megawati membacakan pesan bapak ideologis PDIP melalui suratnya tertanggal 10 September 1966.

"Saya adalah manusia biasa. Saya dus tidak sempurna. Sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada Bangsa. Itulah "dedication of life" ku. Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafaf hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat," ucap Mega yang disambut riuh tepuk tangan oleh ratusan kader yang hadir.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
62%
Kontra
38%