detikcom

Kamis, 23/02/2012 15:15 WIB

Diklat Kader PDIP Bukan Tiket Jadi Pejabat

Bagus Kurniawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Yogyakarta - Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo menegaskan diklat pendidikan kader PDIP bukan sebuah tiket untuk menjadi caleg, kepala daerah dan gubernur. Seluruh kader partai harus mengikuti proses politik ini sehingga semua kader PDIP bisa mengimplementasikan Trisakti.

Hal ini disampaikan Tjahjo di sela Pendidikan Kader Pendidik PDIP di gedung Jogja Expo Center yang dibuka oleh Megawati, di Jl Janti, Kamis (23/2/2012).

Menurut Tjahjo tahun 2011 adalah tahun konsolidasi dan kaderisasi. Tahun 2012 adalah pemantapan dengan melakukan diklat kader hingga anak ranting.

"Kita ingin meningkatkan SDM selama NKRI ada PDIP harus tetap eksis. PDIP ingin menjadi partai pelopor," katanya.

Dia mengatakan selama diklat juga akan disampaikan berbagai pemikiran ajaran Bung Karno. Sebab PDIP ingin merangkai kembalu ajaran Bung Karno yang sempat terputus dan dilarang.

"Ini bukan tiket untuk jadi caleg atau gubernur tapi seluruh kader partai harus mengikuti proses politik ini sehingga bisa mengimplementasikan Trisakti," pungkas Tjahjo.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati tidak mempercayai hasil survei yang dilakukan oleh suatu lembaga survei. Dia lebih mementingkan mendidik kader partai secara ideologis sehingga lebih berguna.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%