LSM Minta KY Tolak Calon Hakim Agung yang Gagal Seleksi Tahun Lalu
Kamis, 23/02/2012 14:59 WIB
Jakarta
Berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) meminta Komisi Yudisial (KY) menolak calon hakim agung yang telah gagal mengikuti seleksi tahun lalu. Selain itu mereka juga meminta KY memilih hakim agung sesuai kebutuhan Mahkamah Agung (MA).
Penolakan ini terkait beberapa nama bermasalah yang pernah gugur pada seleksi tahun lalu karena persoalan integritas dan kapasitas mencalonkan diri kembali.
"Mereka (calon) yang pernah diduga terlibat suap, terlibat dalam sengketa tanah, dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan kala menjadi hakim agung, tidak cermat dan tidak hati-hati dalam menjalankan tugasnya," kata aktivis Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP) Yura Pratama, saat menyampaikan rekomendasi ke KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).
Berdasarkan nama-nama calon hakim agung yang ikut seleksi lagi seperti dilansir KY terpampang beberapa muka lama. Mereka yang tahun lalu gagal dan kini ikut seleksi lagi seperti Cicut Sutrisna yang kini menjabat Dirjen Badan Peradilan Umum (Badilum) MA.
Cicut dikenal publik saat menjadi ketua majelis hakim Pollycarpus. Selain Cicut juga ada nama lain seperti Marni Emmy Mustafa yang saat ini menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Medan dan Komisioner KPPU Anna Mariana Tri Anggraini.
Selain itu, perwakilan masyarakat tersebut juga meminta KY tidak menuruti permintaan MA terkait calon hakim agung yang berlatar belakang Tata Usaha Negara (TUN), Agama dan Militer. Sebab secara rasio jumlah hakim agung dengan kompetensi seperti itu telah lebih dari yang sebenarnya.
"MA saat ini tidak memiliki kebutuhan untuk menambah jumlah hakim agung yang memiliki kompetensi/latar belakang TUN, Agama dan Militer," paparnya.
LSM yang memberikan masukan ke KY tergabung dalam Koalisi Perduli Peradilan (KPP). Koalisi ini beranggotakan Indonesia Legal Roundtable (ILR), Indonesia Coruption Watch (ICW), Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), LeIP, LBH, Masyarakat Peduli Peradilan Indonesia (MaPPI), MTI, Transparency Internasional (TI), PSHK dan ELSAM.
(asp/nrl)
Penolakan ini terkait beberapa nama bermasalah yang pernah gugur pada seleksi tahun lalu karena persoalan integritas dan kapasitas mencalonkan diri kembali.
"Mereka (calon) yang pernah diduga terlibat suap, terlibat dalam sengketa tanah, dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan kala menjadi hakim agung, tidak cermat dan tidak hati-hati dalam menjalankan tugasnya," kata aktivis Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP) Yura Pratama, saat menyampaikan rekomendasi ke KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).
Berdasarkan nama-nama calon hakim agung yang ikut seleksi lagi seperti dilansir KY terpampang beberapa muka lama. Mereka yang tahun lalu gagal dan kini ikut seleksi lagi seperti Cicut Sutrisna yang kini menjabat Dirjen Badan Peradilan Umum (Badilum) MA.
Cicut dikenal publik saat menjadi ketua majelis hakim Pollycarpus. Selain Cicut juga ada nama lain seperti Marni Emmy Mustafa yang saat ini menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Medan dan Komisioner KPPU Anna Mariana Tri Anggraini.
Selain itu, perwakilan masyarakat tersebut juga meminta KY tidak menuruti permintaan MA terkait calon hakim agung yang berlatar belakang Tata Usaha Negara (TUN), Agama dan Militer. Sebab secara rasio jumlah hakim agung dengan kompetensi seperti itu telah lebih dari yang sebenarnya.
"MA saat ini tidak memiliki kebutuhan untuk menambah jumlah hakim agung yang memiliki kompetensi/latar belakang TUN, Agama dan Militer," paparnya.
LSM yang memberikan masukan ke KY tergabung dalam Koalisi Perduli Peradilan (KPP). Koalisi ini beranggotakan Indonesia Legal Roundtable (ILR), Indonesia Coruption Watch (ICW), Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), LeIP, LBH, Masyarakat Peduli Peradilan Indonesia (MaPPI), MTI, Transparency Internasional (TI), PSHK dan ELSAM.
(asp/nrl)
Baca Juga
- Update
Korupsi Rp 2,5 M, Bupati Subang Nonaktif Diganjar MA 5 Tahun Penjara - Nasib Joko Tjandra dan Syahril Sabirin Diputus MA Pukul 16.00 WIB
- Ini Alasan MA Memasukkan Pulau Berhala ke Provinsi Kepri
- Asosiasi Advokat Minta Nama Hakim Nakal Diumumkan
- Lagi, Hakim Perintahkan Nama Susu Formula Berbakteri Dibuka
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 22:55 WIB
Menkeu Cek Soal Lolosnya 315 Kg Sabu dari Bea Cukai
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
227 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
